
Lima anak panah tepat di satu titik sasaran. Dari kejauhan sang utusan putri Helena mengawasi segala gerakan sang putri Arska.
“Putri, udara di luar sangat dingin. Ibunda Ratu memanggil putri untuk masuk” ucap dayang pendamping.
Dayang pendamping putri Arska yang berbeda di masa gerhana bulan, putri sedikit merasa asing ketika melihatnya. Hari itu hujan turun dengan deras, angin kencang memasuki jendela dan halilintar menyambar di langit jin. Malam belum tiba namun suasana sudah begitu gelap, sang dayang menutup jendela dan menyalakan penerangan di sekitar ruangan.
“Dayang, tolong lihat Gangga apakah dia baik-baik saja” ucap sang putri.
Putri yang memiliki ilmu ghaib merasakan ada hal yang mengganjal. Perasaannya tidak tenang dan telapak tangannya terasa panas seolah ada energi negatif yang mendekat.
“Apa yang akan terjadi?” gumam putri.
Utusan putri Helena yang sudah tidak sabar lagi untuk segera melenyapkan putri Arska. Dia memanfaatkan situasi di dalam derasnya hujan untuk mendobrak paksa dan menghancurkan jendela memasuki kamar putri.
__ADS_1
Dubraghh,
Sosok jin itu berhasil menerobos masuk kamar putri lalu menyerangnya. Putri dengan tangan kosong berusaha menghindari serangan demi serangan sampai putri berdiri tepat di dekat jendela. Tiupan angin semakin kencang membuat sang putri tidak bisa seimbang. Dia tergelincir dari atas jendela dan dengan sigap dari bawah Gangga berhasil menangkap dengan cakarnya.
“Arghh!” teriak sang putri.
Kandang raksasa Gangga rusak dengan kecepatan terbang merobohkan bangunan sekitar membuat dayang pendamping terkena serpihan reruntuhan. Para penjaga yang melihatnya langsung menolong sang dayang dan melaporkan ke dayang inti istana. Belum ada yang menyadari bahwa sang putri sedang dalam bahaya. Di bawah air hujan, utusan putri Helena itu seperti hewan buas yang teramat lapar menyerang musuh. Senjata andalan dari ilmu silat melempar pisau tajam dari atas pepohonan berhasil mengenai ujung sayap Gangga. Sosok jin pembunuh itu melompat dari suatu tempat ke tempat lain mengejar mereka. Sampai di perbatasan wilayah, pegangan putri terlepas dari paruh Gangga dan terjatuh di udara.
Sosok jin bersayap raksasa itu terbang dengan kecepatan tinggi menangkap tubuh sang putri yang sedikit lagi terbanting di atas tanah.
Braghh..
Sang putri terjatuh tepat di atas tubuh Raja Permadi, bunyi kepakan sayap yang berusaha bangkit mengangkat sang putri di tarik oleh tali sosok jin utusan putri Helena.
__ADS_1
“Mau kemana kau! Dia incaran ku!” ucapnya melihat sang Raja.
Raja menurunkan kembali putri Arska lalu menarik pedang dari pinggangnya. Dia menyerang sosok jin ninja itu sambil melindungi sang putri yang ingin di serang secara brutal.
“Putri lari!” ucap Raja Permadi.
Putri Arska tidak mendengarkan diucapkannya, dia ikut menyerang sosok jin tersebut sampai pada serangan sosok jin ninja itu sedikit lagi menyayat tangannya.
“Raja__” putri terkejut melihat tangan kanan Raja Permadi menahan pedang tajam sosok jin ninja membuat tangannya terluka.
Putri menarik Raja Permadi ikut naik ke tubuh Gangga, mereka menghindari sosok jin itu di bawa Gangga terbang lebih tinggi sampai ke atas awan. Akan tetapi petir dan halilintar di atas langit seakan menyerang mereka. Gangga menghindari setiap kilatan sampai pada kilatan petir terakhir mereka terjatuh ke di tepi lembah sungai jin perbatasan dua kerajaan.
“Putri, putri!” Raja mengguncang pelan tubuh putri Arska yang tidak sadarkan diri.
__ADS_1