Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Kegelisahan raja Permadi


__ADS_3

...Kelihatan garis sendu di manik netra mengabarkan lara tiada terhapus...


...Mencari pujaan hati, tiada lelah menepikan bekas jejak hanya untuk kelopak bunga pemilik penguasa Yaksa...


...Rinai hujan hanya mengiringi langkah kaki berlumpur darah terluka...


#Teruntuk Putri Jati Jajar


Mereka berdua berjalan-jalan melewati sungai. Tempat dimana Maharani selalu mengeluarkan air mata ketika mengenang kenangan bersama Astro. Dia terdiam menatap kembali sungai itu. Raja Permadi memperhatikan raut wajah Maharani berubah murung.


"Apakah engkau benar-benar tidak bisa melihat sayap ku?" tanya raja.

__ADS_1


Genangan di pelupuk mata masih menetes, raja memberikan sapu tangan kepadanya. "Terimakasih, sapu tangan mu kemarin belum aku kembalikan. Mengenai sayap mu yang aneh itu, aku melihatnya."


Mendengar ucapan Maharani, raja Permadi mengernyitkan dahi memperhatikan wanita di hadapannya dengan seksama. Setelah raja tinggal di alam manusia, hanya Kasim Jou yang bisa melihat sayapnya. Sekalipun raja berjalan-jalan keluar. Tidak ada yang mengetahui dia memiliki sepasang sayap raksasa.


"Bagaimana rupa sayap ku?" tanya raja Permadi.


"Sayap raksasa berwarna putih terlihat kokoh dan ketika engkau berjalan, sepasang sayap itu tampak menyeret sampai ke tanah" jawab Maharani sambil menunjuk ke arah punggung raja.


Maharani mengingat sayap lelaki yang di hadapannya pernah membentang sangat lebar. Seakan sayap itu menutupi sebagian langit saat mereka berada di atas gedung tertinggi.


"Apakah engkau ingin mencoba mengudara dengan ku?" ucap raja.

__ADS_1


"Lupakan saja keinginan mu itu paman. Aku tidak mengenali mu!"


Raja Permadi menarik tangan Maharani menuju perbukitan di dekat sungai. Mendaki jalan perbukitan berlangsung begitu lama sampai mereka berada di atasnya. Keringat bercucuran di dahi Maharani. Hari hampir senja, sesampainya di atas bukit Maharani melepaskan genggaman tangan raja berlari mencari celah menghindar. Dia bersembunyi di antara pohon menoleh suara raja yang memanggil.


"Maharani..!"


Raja kebingungan mencari di sela hari hampir petang. Maharani berlari sekencang-kencangnya sampai ke rumah. Dia membanting pintu lalu membenamkan wajahnya di atas bantal. Kini bayangan lelaki itu selalu muncul di pikirannya. Maharani meraih buku diary yang berada di balik bantalnya. Dia membuka lembar pertama. Bunga allysum biru yang telah mengering terjatuh. Di sudut lembar ada nama raja Permadi.


"Siapa nama yang aku tulis ini?" gumam Maharani.


Di perbukitan, raja masih kebingungan mencari Maharani. Dia masih trauma akan kejadian putri Arska yang terjatuh ke jurang atau sedang mengalami kesulitan. Raja berkali-kali memanggil di tengah gelapnya malam. Hewan-hewan malam menyorot mata menyala memperhatikannya. Dia tidak takut dengan keadaan sekitar. Tubuhnya yang masih berwujud sosok setengah jin itu tidak memperdulikan segala penampakan yang ada di depannya. Seolah seluruh isi pikirannya hanya ada nama putri Arska yang dia yakini dalam reinkarnasi Maharani.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa jejak dukungan favorit ❀️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 vote, like sebanyak-banyaknya, komentar, setangkai bunga mawar 🌹dan secangkir kopi hangat β˜• Terimakasih salam persahabatan selalu~


__ADS_2