Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Secara perlahan


__ADS_3

Raja menggunakan kekuatan jin yang dia miliki untuk memanggil hewan bersayap yang ada di hutan. Dia memerintahkan mereka untuk mencari keberadaan wanita yang dia maksud. Raja menunggu kabar itu di dalam hutan. Berselang beberapa menit kemudian kerumunan burung hantu mengitari rumah Maharani. Dia terbangun mendengar suara berisik burung hantu begitu ramai seperti ingin mendobrak kaca jendelanya.


Maharani menyibakkan tirai memperhatikan kerumunan burung berterbangan di hadapannya.


"Apa yang sedang terjadi?" gumamnya.


Setelah para gerombolan burung hantu melihat Maharani, mereka terbang seolah menghilangkan jejak seketika. Mereka menuju raja Permadi, memberitahu letak keberadaan Maharani lalu meninggalkan sang raja. Raja semakin meyakini ada jiwa putri Arska yang pernah singgah di dalam tubuh Maharani. Setelah kehadiran wanita itu, raja perlahan kembali bisa mengepakkan sayap di udara. Di tengah malam lelaki itu mengetuk kamar Maharani. Dia kembali menyibakkan tirai terhempas kaget melihat lelaki yang selalu menghantui hidupnya.


"Pergilah!" ucap Maharani menutup tirai lagi.


...----------------...


"Yang mulia, lihatlah raut wajahmu begitu pucat. Apakah dunia manusia terlalu menyusahkan engkau?" ucap Kasim Jou.

__ADS_1


Dia meletakkan secangkir teh hangat di atas nakas. Raja hanya terdiam menuju meja kerjanya. Meski berada di alam manusia, dia selalu menggunakan kuas atau bulu ayam sebagai alat tulis. Kini dia meraih kuas meletakkan goresan membentuk wajah yang sedang dia pikirkan. Sosok putri Arska yang dengan balutan busana kerajaan.


"Aku merindukan hangat tubuh mu" gumam raja Permadi.


Dia meletakkan kepalanya di atas meja memandangi wajah sang putri. Hingga matanya terpejam dan terlelap.


Raja telah mendapatkan kembali sayap namun sosok Maharani tidak ingin dekat dengannya. Seolah ada yang dia sembunyikan. Raja keringat dingin menggigil merasakan hawa aneh yang menyerang.


"Kenapa aku selalu bertemu dengan dia?" gumam Maharani membawa ransel dan buku di tangan.


Melihat kehadiran lelaki itu, dia membalikkan badan perlahan pergi menjauh. Raja berlari menarik tangannya menggiring berjalan duduk di bawah pohon.


"Katakan kenapa engkau membenci ku?" tanya raja mencari pandangannya yang enggan menatapnya.

__ADS_1


"Paman, aku tidak pernah membencimu. Aku_"


"Aku tau engkau sudah ada pria lain. Di kehidupan ini, aku terlambat mencari mu" ucap raja Permadi.


Maharani menunduk, bendungan hampir jatuh walau di tahan tetap tergelincir menghujani buku sekolah yang dia peluk. "Dia sudah tiada dan pergi meninggalkan aku selamanya."


"Aku disini, terlahir kembali untuk menjaga mu. Walau di hati mu tetap ada namanya."


Permainan takdir di dua alam yang begitu kejam. Seharusnya pada waktu itu Maharani meninggal akibat suatu penyakit lalu Astro yang paling terluka. Kini gadis itu dua kali lebih menderita di tinggal pergi orang yang dia cintai. Raja memperhatikan wanita itu, sebuah rumah yang selalu dia rindukan.


"Aku akan menunggu mu ketika senja tiba disini. Jangan menghindari ku karena aku tidak akan melepaskan mu" kata raja Permadi bergerak mengikuti langkahnya sampai ke halte bus.


"Aku pergi.." Dari dalam bus, Maharani melambaikan tangan ke arahnya. Raja membalas lambaian tangan hingga bus tidak terlihat.

__ADS_1


__ADS_2