Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Jantung ku milikmu


__ADS_3

Langit di alam jin sedang mengabarkan suasana kelam. Segala macam bentuk penghianatan masih terselubung dan menjadi ke khilafan saat kata sudah belum terjawab. Ada yang masih bersembunyi dan memainkan peran menaikkan wajah ceria dan gelak tawa. Peran sempurna yang selalu berusaha menghancurkan gelas kaca di alam jin.


Tentang kekecewaan yang masih di rasakan menjadi bayang-bayang yang membungkus ingatan di sepanjang hari. Siapa obat penenang rindu? Saat pasir menutupi bekas jalan setapak dan rerumputan liar menjadi gulma perusak tanaman yang sedang tumbuh indah. Daun hijau muda dan serpihan bunga masih terlihat segar walau berulang kali musim panas akan memusnahkan.


...----------------...


Ini aku dengan jiwa yang sama, aku kembali untuk melindungi mu


Jangan pergi tetaplah disini dan ijinkan aku membisikkan kata cinta


Secara langsung aku sudah seutuhnya milik mu


Kenapa masih engkau masih pertanyakan lagi dimana hati yang harus aku beri

__ADS_1


Sedang jantung ini masih terus memompa dan lebih kencang saat berdua dengan mu


^^^Duhai putri jati jajar^^^


Tidak ada yang bisa menerka pemikiran seorang manusia di balik sosok jin bersayap itu. Setelah ibu suri sudah menyodorkan pedang untuknya. Kini Raja Permadi malah menebas kepala sosok prajurit jin. Kepala itu langsung terlepas dan mengeluarkan darah hitam di sepanjang ubin. Ibu suri dan seisi ruangan begitu terkejut. Astro yang sedang mendiami tubuh Raja Permadi sekarang berbalik mengarahkan pedang ke lehernya yang jenjang.


“Raja! Hentikan! Apa yang sudah kau lakukan” dada ibu suri begitu sesak, seketika jantungnya sangat melemah dan dia langsung tidak sadarkan diri. Sementara seluruh punggawa istana bertekuk lutut di hadapannya.


“Jika hari ini aku mati, berarti seluruh rakyat ku akan melihat sendiri bagaimana mudahnya aku melayangkan nyawa sebagai tanda rasa tanggung jawabku pada kalian”, ucap Raja Permadi berkeras.


“Kami mohon Raja, tolong maafkanlah kami” ucap Huson bergetar.


Seisi istana sangat hening, Raja berjalan keluar dari ruangan dan memerintahkan kepada para dayang untuk merawat ibu suri. Kini dia sendiri menatap alun-alun kerajaan, di ujung sana sejauh mata memandang hanya ada susunan zig-zag lentera penerangan yang menampakkan hilir mudik para anggota kerajaan berlalu lalang. Dia mengusap dagunya dan memikirkan hal-hal yang sudah hilang di masa yang lalu. Saat di alam dunia, dia melihat jari jemari yang lebih besar dan sedikit keras berkerut.

__ADS_1


“Lalu sebenarnya kini berapa usia ku di alam dunia?” gumam Astro menekan kepalanya.


Dia melihat gambaran sepenggal cerita sosok Raja Permadi, kenangan pertumpahan darah dan pengejaran sosok jin wanita yang masih belum bisa dia miliki.


“Wanita dingin itu? Aku mengenal karakternya di alam dunia, dia begitu keras kepala dan bisa membuat aku masih masih merindukannya hingga kini” batin Astro kembali menggerutkan dahi.


Flash back


Dia berlari-lari kecil ke arah ku


Dengan menyembunyikan sejuta kesedihan saat menatapku


Kelopak bunga merah muda yang tersenyum membawa gelombang rasa yang mendalam

__ADS_1


Disana aku beranjak mendekap tubuhnya untuk yang terakhir kalinya.


Maharani meninggalkan lelaki itu dan menutup mata untuk selamanya. Tanpa ucapan kata perpisahan terakhir dia sudah menghilang selamanya.


__ADS_2