
Kasim yang baru tiba dan terpaksa harus memutar arah mengejar raja kembali mengatur nafas lalu membungkukkan tubuh memberi salam hormat kepada putri Helena dan ibu suri.
“Kemarilah” panggil ibu suri kepada sang kasim.
“Maaf yang mulia, saya terburu-buru mengikuti raja_”
“Aku pemegang kekuasaan tertinggi, apakah kau mau cucuku menjadi cucu durhaka? Cepat kau antar putri Helena ke aula istana dan berikan kursi terbaik disana” perintah ibu suri.
Kasim menuruti perintahnya dan membawa dayang agar menggiringi putri menuju aula istana. Kehadiran putri gurun pasir itu di sambut riang gembira oleh para pejabat. Di mata para pejabat, harta Raja Gurun pasir yang tidak pernah habis, kekuasaan yang paling kuat dan di hadapan mereka kelak penerus kerajaan Gurun.
“Hidup putri Helena..” sambutan jajaran petinggi di bagian kiri aula yang berdiri menyatukan kedua tangan tersenyum bahagia.
Raja mendengar dari pengawalnya bahwa di luar tembok istana terdapat beribu pasukan guru pasir yang mengawal putri Helena menuju ke kerajaan Jati Jajar. Hal itu membuat Raja memikirkan ulang jika mengatakan sesuatu yang memercikkan api akan menjadi peperangan secara mendadak. Namun pernikahan sudah di batalkan dan keduanya tidak melayangkan garis medan perang. Rapat di aula akan segera di mulai, Raja masih berada di ruangan pribadinya untuk memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi.
__ADS_1
“Raja, pertemuan akan segera di mulai dan putri Helena sudah ada di dalamnya” ucap kasim menunduk.
Tubuh sang kasim yang bermandikan keringat, dia meminta ijin untuk keluar ruangan sebentar.
Hanya ada satu cara untuk menghindari peperangan dengan menerima kembali pertunangan atau memberikan sebagian wilayah kerajaan sebagai tanda permintaan maaf atas penolakan yang membuat nama putri Helena menjadi buah bibir di segala penjuru dunia jin.
“Sebelum pertemuan ini di mulai, panggil ibu suri untuk hadir di aula sekarang juga” ucap Raja memakai jubah kerajaan dan kembali memperhatikan gulungan kertas yang berisi peta.
Di Aula Istana Yaksa
Penasehat istana berdiri memberikan sambutan atas kedatangan putri gurun pasir, dia juga mempersilahkan para dayang mengantarkan berbagai macam hasil kekayaan alam jin di dalam keranjang besar. Tidak lupa dayang utama istana memberikannya jubah bersulam emas kepada sang putri sebagai tanda ikatan dari kerjaan Yaksa. Beberapa pejabat tertawa dan bertepuk tangan sampai susunan barisan mereka tidak teratur.
“Harap tenang wahai penghuni kerajaan Yaksa, aku kembali untuk menjalin kedekatan dengan kerajaan Yaksa dan membawakan beberapa oleh-oleh dari kerajaan gurun pasir” kata sang putri tersenyum kepada Raja Permadi.
__ADS_1
Beberapa prajurit gurun yang masuk tampak bersusah payah membawa peti besar di tengah Aula. Satu-persatu peti di buka dan alangkah tercengangnya mereka melihat isi yang ada di dalamnya.
Sosok Algojo membuka surat dan membacakannya:
“Salam hangat kepada penguasa Yaksa, terimalah putri ku kembali berserta kado kecil di dalamnya. Dalam beberapa hari lagi aku akan datang menjemput dan memberikan selamat. Tertanda Raja Gurun Pasir”
...🔥🔥🔥...
“Tunggu, aku yakin sekali ayah tidak menulis itu di isi suratnya” ucap putri Helena berbisik kepada sang Algojo.
“Ini sudah menjadi keputusan Raja, kami tidak berani mengganggu gugat segala keputusan beliau” jawab sang Algojo menunduk.
Putri Helena merasa seperti sedang mempermalukan diri sendiri atau tidak mempunyai harga diri di depan kerajaan Yaksa. Dia mencabut salah satu hiasan rambut yang berada di atas kepalanya lalu ingin menancapkan tepat di pergelangan tangan bagian urat nadinya.
__ADS_1