
...Usah rayu-rayuan, tapi ini adalah untaian kata mengurai ikrar saling setia...
...Bab Gejolak cinta biru...
Musibah hati
Kepada mu yang selalu aku rindukan
Bila ku mengukir senja menggaris kasih di atas bumi
indah cinta yang kau beri tersibak dari balik daun basah memperlihatkan sebuah tumbuhan pucuk muda sedang bersemi
Kau menutupnya dengan kaca bening yang tipis
seketika sebuah batu dengan sengaja melempar berusaha mematikan kehidupan itu
Bila kah waktu engkau kau jaga lebih kokoh?
pecahan kaca menggores tunas daun yang baru kita semai
Rintik hujan sedang berusaha menepis serpihan kaca yang melukai
Tumbuhan belum layu hanya saja berusaha mengeluarkan daun kembali dengan waktu yang sangat lama
hampir saja kisah ini aku akhiri
luka ku belum sembuh namun kau beri lagi
ujian ini sungguh keterlaluan
seakan harus di akhiri dengan kepergian
Teruntuk pangeran Permadi
__ADS_1
Ada sebuah tempat dimana sayap mu yang terluka ingin aku obati dengan semua kekuatan ku
Tapi kau malah lebih menghawatirkan segala sakit yang ku derita
Samar ku masih menerka segala rasa yang kau punya
Kegelisahan ku masih mengganggu kita
Penawar racun ini sedang berusaha aku kendalikan untuk mu
Duhai sosok jin yang masih ku rindu
Teduh manik mata itu menghipnotis ku
Bersama kerling membius paksa sejuta rasa
Kini kau lah dunia yang sedang aku tapaki
walau ku tau suatu saat akan melukai
Bisikan Pangeran Permadi
Aku datang dan sedang menatap dengan penuh keseriusan
Kini ku bisa menunjukkan tulus segumpal darah seutuhnya milik mu
Tapi mengapa kau selalu meragukan ku
Aku tidak akan beranjak dan berpaling darimu
Memilih mu diantara bermilyar bunga
mencintai dengan setulus jiwa
__ADS_1
Tapi salju di musim semi menutupi
Aku tergelincir meraih tepian ranum untuk ku miliki
Kini misi utama ku menghanyutkan segala gundah mu
kemarilah aku mendekap mu
Putih goresan wajah acuh tersapu hawa dingin
ku berusaha selalu memeluk mu dari kejauhan
Ku berusaha menjaga mu
bergemuruh sekujur tubuh berdebar memandang mu
Duhai wanita penenang batin ku
Kau masih tetap sama, sepasang manik bola mata coklat besar tajam yang menyayat kalbu
Kini ku sedang ingin terlalu lama menatap mu
Ruang semu masih kau tempati dengan butiran salju yang terlalu dingin terasa
Ijinkan aku juga merasakan sakit mu saat ini yang sedang terluka
Aku masih menjaga mu sebisa mungkin dengan seluruh kekuatan ku
...----------------...
Putri Arska menggigil kedinginan, dia menggertak kan gigi menekan bagian yang terluka. Langkah kaki pangeran mendekat namun sayap raksasa Gangga menyeret tubuhnya hingga bergerak mundur. Dia kembali menutup tubuh putri dengan sayap lebih erat, mimik wajah pangeran yang sedang prihatin dan gusar dengan keadaan putri terpaksa tersenyum kecut memperhatikan tingkah Gangga.
“Wahai Gangga, aku lah pasangan putri kelas, kenapa kau begitu sinis terhadap ku?” ucap pangeran menyentuh sayap Gangga.
__ADS_1
Dari balik sayap tangan mungil putri mendorong agar terbuka lebar, sayup-sayup pandangan samar menahan kunang-kunang tampak putri mengamati wajah pangeran. Pangeran mengeluarkan sesuatu dari balik lehernya. Sebuah kalung berbentuk bintang, yang di dalamnya terdapat dua butir obat ajaib pemberian ibu suri. Sang ibu suri mendapatkan dari sebuah tabib hebat di seberang pulau. Dia meneteskan butir cahaya putih ke luka putri.
"Sembuh lah putri.."