Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Dongeng itu nyata


__ADS_3

...Usah rayu-rayuan, tapi ini adalah untaian kata mengurai ikrar saling setia...


...Bab Gejolak cinta biru...


Musibah hati


Kepada mu yang selalu aku rindukan


Bila ku mengukir senja menggaris kasih di atas bumi


indah cinta yang kau beri tersibak dari balik daun basah memperlihatkan sebuah tumbuhan pucuk muda sedang bersemi


Kau menutupnya dengan kaca bening yang tipis


seketika sebuah batu dengan sengaja melempar berusaha mematikan kehidupan itu


Bila kah waktu engkau kau jaga lebih kokoh?


pecahan kaca menggores tunas daun yang baru kita semai


Rintik hujan sedang berusaha menepis serpihan kaca yang melukai


Tumbuhan belum layu hanya saja berusaha mengeluarkan daun kembali dengan waktu yang sangat lama


hampir saja kisah ini aku akhiri


luka ku belum sembuh namun kau beri lagi


ujian ini sungguh keterlaluan


seakan harus di akhiri dengan kepergian


Teruntuk pangeran Permadi

__ADS_1


Ada sebuah tempat dimana sayap mu yang terluka ingin aku obati dengan semua kekuatan ku


Tapi kau malah lebih menghawatirkan segala sakit yang ku derita


Samar ku masih menerka segala rasa yang kau punya


Kegelisahan ku masih mengganggu kita


Penawar racun ini sedang berusaha aku kendalikan untuk mu


Duhai sosok jin yang masih ku rindu


Teduh manik mata itu menghipnotis ku


Bersama kerling membius paksa sejuta rasa


Kini kau lah dunia yang sedang aku tapaki


walau ku tau suatu saat akan melukai


Bisikan Pangeran Permadi


Aku datang dan sedang menatap dengan penuh keseriusan


Kini ku bisa menunjukkan tulus segumpal darah seutuhnya milik mu


Tapi mengapa kau selalu meragukan ku


Aku tidak akan beranjak dan berpaling darimu


Memilih mu diantara bermilyar bunga


mencintai dengan setulus jiwa

__ADS_1


Tapi salju di musim semi menutupi


Aku tergelincir meraih tepian ranum untuk ku miliki


Kini misi utama ku menghanyutkan segala gundah mu


kemarilah aku mendekap mu


Putih goresan wajah acuh tersapu hawa dingin


ku berusaha selalu memeluk mu dari kejauhan


Ku berusaha menjaga mu


bergemuruh sekujur tubuh berdebar memandang mu


Duhai wanita penenang batin ku


Kau masih tetap sama, sepasang manik bola mata coklat besar tajam yang menyayat kalbu


Kini ku sedang ingin terlalu lama menatap mu


Ruang semu masih kau tempati dengan butiran salju yang terlalu dingin terasa


Ijinkan aku juga merasakan sakit mu saat ini yang sedang terluka


Aku masih menjaga mu sebisa mungkin dengan seluruh kekuatan ku


...----------------...


Putri Arska menggigil kedinginan, dia menggertak kan gigi menekan bagian yang terluka. Langkah kaki pangeran mendekat namun sayap raksasa Gangga menyeret tubuhnya hingga bergerak mundur. Dia kembali menutup tubuh putri dengan sayap lebih erat, mimik wajah pangeran yang sedang prihatin dan gusar dengan keadaan putri terpaksa tersenyum kecut memperhatikan tingkah Gangga.


“Wahai Gangga, aku lah pasangan putri kelas, kenapa kau begitu sinis terhadap ku?” ucap pangeran menyentuh sayap Gangga.

__ADS_1


Dari balik sayap tangan mungil putri mendorong agar terbuka lebar, sayup-sayup pandangan samar menahan kunang-kunang tampak putri mengamati wajah pangeran. Pangeran mengeluarkan sesuatu dari balik lehernya. Sebuah kalung berbentuk bintang, yang di dalamnya terdapat dua butir obat ajaib pemberian ibu suri. Sang ibu suri mendapatkan dari sebuah tabib hebat di seberang pulau. Dia meneteskan butir cahaya putih ke luka putri.


"Sembuh lah putri.."


__ADS_2