Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Kemenangan bersimbah darah


__ADS_3

Pengobatan untuk hewan raksasa itu telah sukses. Setelah menghadirkan tiga tabib hewan di dalam kandang raksasa. Keadaan Gangga berlangsung membaik dan dapat mengalami masa kritisnya. Panglima dan penjaga pendamping di panggil oleh raja dan ratu di alun-alun istana. Begitu pula dengan dayang pita hijau yang sudah berlutut selama berjam-jam terlebih dahulu di hadapan raja dan ratu.


“Hormat kami terhadap raja dan ratu” ucap panglima dan penjaga pendamping putri.


“Katakan lah, apa yang terjadi sampai sinyal darurat shofar di bunyikan dan menggema berkali-kali di ruangan kebesaran ku?” tanya sang raja.


“Raja, kami menyalakan sinyal untuk para prajurit agar memperketat pertahanan dan bersiap jika musuh akan menyerang” ucap sang panglima.


Sang jin penjaga yang berada di sampingnya berlutut dan mengatakan hal lain kepada sang raja untuk memberikan keyakinannya.


“Raja, hamba mendengar kabar bahwa wilayah Yaksa sedang di serang oleh raja telaga hitam. Kami hanya berjaga-jaga demi keselamatan wilayah Jati jajar.”


“Raja Telaga hitam? Sepertinya pendapat panglima dan penjaga putri keliru, pangeran Tranggala sangat berteman baik dengan putri” ucap sang ratu.


“Mereka benar ratu ku, aku tau bagaimana taktik peperangan arwah jin hitam yang di miliki di dalam telaga itu. Kedatangan pangeran Tranggala pasti ada kaitannya dengan raja Yaksa. Kalau begitu cepat kerah kan pasukan untuk lebih banyak menjaga perbatasan” perintah sang raja.


“Perintah di laksanakan yang mulia!”

__ADS_1


...----------------...


Setelah terbunuhnya sang penguasa telaga hitam yang berisi arwah raja iblis hitam, seluruh arwah iblis yang bergentayangan di dalam tubuh para tentara itu keluar daru tubuh mereka menuju telaga kembali.


Para tentara yang menyadari kematian raja mereka itu langsung menjatuhkan senjata dan bersujud di hadapan sang putri yang membawa pedang bekas darah raja mereka.


“Hidup penguasa baru telaga hitam!”


“Hidup!”


Sisa prajurit yang berjumlah ratusan jin itu berkali-kali bersujud di hadapan sang putri. Raja Permadi yang mendampinginya itu pun ikut mengucapkan selamat dan membungkukkan tubuhnya. Tapi karena tubuh melemah dan kekuatan sang putri terkuras habis, dia pun tidak sadarkan diri.


“Putri!”


Raja permadi menangkap tubuhnya. Putri di bawa ke istana Jati jajar, sepanjang perjalanan dia di ikuti oleh para pasukan telaga hitam. Sesampainya di di depan tembok istana, panglima perang yang baru tiba disana pun langsung meminta sang raja untuk segera kembali.


“Raja, aku mohon dengarkan aku. Suasana hati raja Jati jajar sedang tidak ingin melihat engkau disini. Maafkan lah aku” ucap sang panglima.

__ADS_1


“Aku percayakan putri, tolong obati dan rawat dengan baik” ucap sang raja.


“Baik yang mulia."


Di depan tembok raksasa wilayah Jati jajar telah berdiri para prajurit telaga hitam sampai fajar menyingsing. Mereka seolah sedang menunggu perintah atau apapun yang di kehendaki oleh penguasa baru mereka.


Di aula istana


Para punggawa tampak mondar-mandir menunggu kedatangan sang raja. Mereka sedang membicarakan keadaan para pasukan telaga hitam dan kabar yang mengatakan sang putri berhasil mengambil kerajaan mereka.


“Apakah berita itu benar?” ucap kasim kepada salah satu punggawa istana.


“Ya, kalau engkau tidak percaya maka temuilah para tentara jin di depan tembok perbatasan” ucap punggawa pemerintahan.


“Raja sepertinya hari ini masih sibuk melihat keadaan putri, aku akan segera mendesaknya agar segera menuju aula” kata kasim pendamping raja.


🌿Ig @arsyalfaza

__ADS_1


__ADS_2