
Aku sedang merajut hari indah bersamamu
Mengumpulkan segala isi buku yang tertulis di dalam kisah cinta biru
Aku hendak mengucap selamat tinggal dan berusaha berbalik arah di jalan ini
Sedang langit yang kelabu bukan berarti melukiskan segala di hati
Hanya dengan kata perpisahan adalah jalan terbaik
Tapi ketahuilah cuma kamu yang bertahta sebagai raja di dunia yang begitu terik
Wahai penyejuk hati di kala ku gundah gulana
Di keheningan aku masih mengusap gumpalan keringat mu di kala lelah
Di keramaian ku tetap mencari bayang mu di segala arah
__ADS_1
Walau ku tidak terlihat lagi oleh mu selamanya
...----------------...
Mesin waktu masih menghilang, manusia yang ingin kembali ke dunianya itu menjadi tidak terkendali. Pintu kamar raja masih tertutup rapat. Tidak ada satupun dayang yang berani masuk dan mengantarkan makanan untuk nya. Penghuni yang sedang menempati tubuh jin di dalam sana sedang frustasi dan terus mencari hal yang menjadi teka-teki. Saat melewati cermin raksasa, Astro sangat terkejut melihat dirinya, dia baru menyadari sepasang sayap yang dia miliki begitu besar. Langkahnya semakin dekat, dia menggelengkan kepalanya.
"Ini kah aku?" ucapnya pelan memegang sayapnya sendiri.
Sayap berwarna coklat dengan susunan rangka yang kokoh. Perlahan dia melebarkan sayap dan membentang nya. setengah dari sayap yang tidak terbuka sempurna. Ruangan yang sudah seluas itu terkesan menjadi begitu sempit.
Dubraggh.
"Dia, ayah pemilik tubuh ini. Gayanya terlihat tampak sangar dan sedikit lebih membahayakan!" batin Astro mengembalikan sayap seperti semula.
"Raja, apa yang sudah kau lakukan? mengapa kamar mu porak poranda dan kau berdiri seperti patung setelah memainkan sayap itu?"
"Aku hanya.." jawab Astro menekan tanda tanya, dia selalu saja memutuskan kata saat berbicara.
__ADS_1
Sang ibu yang menyusul begitu terkejut, dia Langsung mengusap wajah Raja Permadi dan mencari manik matanya.
"Sayang, engkau tampak berbeda. Ibu akan memanggil tabib istana, beristirahat lah" ucapnya menggiring Keluar kamar.
"Ratu ku, bala tentara musuh sudah menuju kesini. Apakah engkau melupakan tanggung jawab yang di pundaknya?"
...----------------...
Di sudut pandang kerajaan jati jajar bahwa kerajaan Yaksa yang memulai kembali pertumpahan darah. Sedang di dalam pemain peran pengobar api adalah ibu suri. Dia mengirim pasukan pemanah ke kerajaan Yaksa sendiri beratas namakan sekutu jati jajar.
"Ahahh, Ahahahh. Akhirnya semua rencana ku berjalan dengan mulus. Sebentar lagi mereka akan saling menikam satu sama lain. Ahahh.." tawa lepas ibu suri di dalam kolam pemandian susu.
Salah satu dayang disana telah menjadi mata-mata Astro. Setelah manusia itu memasuki dja terdampak di tubuh sosok jin. Dia mengatur berbagai rencana dan kegiatan untuk mengungkapkan segala tabir rahasia ghaib. perlahan dayang Lim keluar dari kolam pemandian dan mengendap-endap menuju jalan rahasia untuk keluar dari istana Yaksa.
"Lim, Lim.. ambilkan lagi madu untuk ku!" teriak ibu suri melingak linguk.
Para dayang lain hanya menunduk, beberapa yang lain begitu fokus memijat kaki dan tubuhnya. Sampai salah satu dayang jin memberanikan dirinya untuk membuka suaranya.
__ADS_1
"Maafkan kami wahai ibu suri, dayang Lim sudah tidak ada lagi di kolam pemandian"
"Cepat cari dia!" bentak ibu suri melotot.