Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Menghujani waktu


__ADS_3

Sebelum ibu suri mengetahui Lim.


Di suatu siang yang berselimut udara dingin, dayang Lim berlari meninggalkan istana Yaksa dengan keringat dingin dan nafas terburu-buru. Dia meninggalkan semua bekal dan harta benda miliknya begitu saja. Setelah berhasil keluar dari kolam pemandian susu ibu suri. Semua prajurit mencarinya, ibu suri memerintahkan untuk membawa kepala dayang Lim ke hadapannya.


Para prajurit juga menggeledah kamar dayang Lim. Dia menemukan sobekan kain bersulam emas bersimbol kerajaan. Saat ibu suri melihat benda yang di tunjukkan oleh salah satu sosok prajurit tersebut. Langsung saja dia mengepalkan tangan melotot menatap tanpa henti benda yang ada di tangannya.


"Tidak salah lagi, ini ulah Raja Permadi atau kedua pamannya" ucap ibu suri.


Pengamanan para pengawal di kerajaan Yaksa membuat dayang Lim kesulitan untuk berlari dan bersembunyi lebih jauh. Tanpa sengaja dia tergelincir dan terjatuh dari tebing curam dengan suara jeritan terakhir menggema bersahut-sahutan.


"Arghhh..!"


Utusan raja Permadi itu tidak lagi bisa selamat setelah terjun dari ketinggian dataran tinggi negeri jin. Tapi suara jeritan nya memberi sinyal keinginan terakhir pada alam untuk menyampaikan pesan untuk sang Raja. Serbuk bunga Alysum biru berterbangan sampai menampar wajah raja yang masih menatap putri Arska.


...💙💙💙...


Kan aku sudah pernah bilang

__ADS_1


diri ini tetap milikmu


sekalipun jiwa asli berusaha mengambil tempat nya untuk kembali pada mu


tunggulah sejenak


aku sedang berusaha terbangun dan mengenali mu lebih dalam


Siang bercampur pasir angin hampir merusak pandangan ku untuk menatapmu dari tempat kelam


sedang berjalan mencari mu bagai di suasana gelapnya malam


...Raja kedua Yaksa...


...----------------...


Perkataan lancar sosok jin bersayap tersebut membingungkan dirinya sendiri. Arska kembali menuju Gangga dan lagi-lagi raja kedua Yaksa itu menarik pergelangan tangannya dengan sangat hati-hati. Genangan di pelupuk mata menetes tidak bisa terbendung lagi. Dua jiwa yang berbeda dan saling mencintai sosok di hadapan masa kini dan lalu. Dia wanita yang pernah dan masih di cinta.

__ADS_1


Putri bertanya-tanya ada apa gerangan dengan semua isyarat yang do berikan oleh Raja Permadi. Dia sedang berpaut mesra saat sosok jik bersayap itu melingkar kan pinggang nya.


"Kamu, apakah kita harus mengulang hari dimana sedang mengkhawatirkan nasib dua kerajaan ini?" ucap Putri Arska menepis genggaman eratnya.


Dia memalingkan wajah sedang keruntuhan terbesar pada harga diri lelaki adalah memperlihatkan kelemahannya di depan sesuatu yang paling berharga dan di cinta.


"Raja!"


"Putri!" jeritan para tentara dan prajurit jin berkuda hitam mencari mereka.


"Tidak ada Waktu lagi, aku akan ikut berperang menyelamatkan kerajaan ku" ucap Putri menuju Gangga.


Sementara Cenayang Han hanya terdiam mengamati keduanya. Sosok tubuh yang bersimbol bulan dan matahari. Hal lembaran ghaib yang di katakan oleh cenayang karang telah terjadi di hadapannya.


Musibah untuk salah satu dari kedua sinar terik sedu sedan itu. Han bergetar dan turut bersedih iba melihat sepasang ikatan biru muda yang mereka langit kan terpisah membentang angkasa. Cenayang Han mengucap mantra, tubuhnya sangat terasa panas saat memberikan pagar ghaib sementara agar mereka tidak terikut oleh nasib dan takdir.


"Apapun yang terjadi, sekuat apapun kalian bersama dan mencari, rantai renkarnasi akan terbuka dan berusaha mengubah kepedihan yang di sebut perpisahan" batin cenayang Han memperhatikan.

__ADS_1


__ADS_2