
Coreta tinta yang ku tulis hanya untuk menyampaikan bahwa setiap hari berjuta kerinduan hanya tertuju pada dirimu. Tapi kata Ragu dan ingin meninggalkan mu, masih tetap aku sematkan disaat ranting kering yang masih terbakar tersapu kembali oleh gulungan angin kencang.
Peperangan kemarin menyisakan kembali pertumpahan darah dan kematian secara mengenaskan. Arwah para jin bergentayangan berterbangan di malam hari yang di kelilingi cahaya bulan purnama. Isak tangis dan jeritan di tengah malam yang memecahkan pendengaran para penghuni bangsa jin yang sedang terlelap. Sementara di atas lembah sungai jin, sepasang cinta biru itu masih saling berpelukan. Sayap raksasa jin itu membungkus sekujur tubuh putri.
Di dalam satu tubuh yang terdapat dua jiwa berbeda. Terlalu mencintai wujud nyata di masa lalu dan kini. Astro yang merasakan kerinduan pada Maharani sedang sosok Raja Permadi yang sangat menginginkan putri Arska. Berkali-kali Puti meronta ingin mencari cela nafas yang sesak akibat terhimpit tubuh besar Raja kedua Yaksa tersebut. Ocehan dan Omelan nya di hiraukan olehnya dan tetap memeluk erat. Sampai jurus terakhir yang di keluarkan oleh putri Arska dengan mengeluarkan dua gigi taringnya menggigit sayap Raja Permadi.
"Arghhh..!" suara kecil Astro menggerakkan sedikit sayapnya.
"Lepaskan aku!" bentak putri Arska.
Ada yang mengganjal saat mereka sudah di cari oleh pasukan tentara dan prajurit di wilayah lembah sungai jin. Tapi 3 sosok jin dan seekor burung raksasa gagah itu tidak terlihat sama sekali. Semua karena bungkusan waktu dan sihir yang di layangkan oleh cenayang karang melalui tubuh Han.
Waktu dua sinar yang sedang bertemu seakan di beri rongga bagai memutar Masehi di dalam satu hari. Terlebih lagi biasanya Gangga sangat sensitif dan pemarah jika sang majikan terlihat sedang terancam. Namun kini dia hanya menekuk kaki dan membentang sayap di dekat Han. Gangga dan cenayang Han masih menonton atraksi keduanya dengan penuh tatapan menyelidik. Sesekali sang cenayang menghela nafas panjang dan mengusap dahinya.
__ADS_1
"Gangga lihatlah, mereka berdua terlihat seperti baru terpisah ribuan tahun lamanya, dari siang sampai larut malam aku seperti cenayang bodoh saja" bisikan Han yang di balas tatapan tajam Gangga.
...๐๐๐...
"Putri kini kau harus tau, terkadang aku bukan lah diriku dan sebaliknya. Tapi apakah kau tetap mencintai ku?" bisik Raja Permadi.
"Aku belum menerima cinta mu, aku sedang menghawatirkan nasib kerajaan jati jajar."
"Tapi ku mohon lepaskanlah.."
"A, apa yang sudah aku katakan tadi? kenapa aku mengeluarkan kata-kata itu? apakah Raja yang mempunyai tubuh ini sudah hampir bersatu dengan jiwa ku?" gumam Astro cemas perlahan melepaskan dekapannya.
...----------------...
__ADS_1
"Cepat cari putri Arska! dasar pasukan tidak berguna! mencari satu wanita saja tidak becus!" umpatan dan bentakan pangeran Tranggala menyusuri hutan.
Tiba-tiba dia melihat kilatan cahaya hijau di atas lembah sungai jin. Dengan cepat dia berlari mendekati, sampai terlihat sosok jin bersayap terbang meninggalkan putri Arska.
"Putri, apakah kau baik-baik saja?" pangeran Tranggala meraih tangannya.
Sang putri menepis dan menaiki punggung Gangga. Bersama cenayang Han, mereka langsung meninggalkan pangeran Tranggala begitu saja.
"Sial!" ucap pangeran Tranggala mengejar mereka dengan menaiki kuda jin.
...To be continued...
Jangan lupa tekan favorit โค๏ธ rate bintang 5 like sebanyak-banyaknya dan komentar ya. Terimakasih sudah mampir semoga kebaikan dan keberkahan selalu mengiringi jejak langkah para pembaca yang Budiman๐
__ADS_1