Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Terombang-ambing mencari mu


__ADS_3

“Apa yang terjadi? Kedua tubuh itu menghilang di bawa kabut tebal. Aku harus meminta pada langit untuk membawanya kembali di dunia jin. Dengan segenap kekuatan ku dan warisan dari cenayang Karang. Tapi aku harus mencari tubuh putri Arska di putaran waktu lalu” gumam cenayang Han.


Melakukan puasa selama 200 hari, berada di bawah pohon harapan dekat kolam keabadian. Tubuh cenayang Han menggigil kedinginan menahan lapar dan haus demi mengeluarkan tenaga dalamnya. Hari ini sudah waktunya untuk melakukan perjalanan panjang ke waktu yang lampau.


“Han, Han apa yang akan engkau lakukan dengan kekuatan itu? Tenaga mu bisa terkuras habis dan engkau akan mati! Hentikan!” teriak kepala cenayang.


Dia hanya berhasil memutuskan tali aliran energi tenaga dalam sehingga cenayang Han dapat bertahan dengan sisa kekuatannya agar bisa pulang dari lorong waktu lalu. Dinding cahaya melingkar sebagai tembok penjagaan tubuh cenayang Han agar tidak bisa tersentuh oleh apapun.


Melihat gerakan serangan brutal dari putri Helena. Bulan darah menyala menggerakkan tubuh setiap jin dengan mantra hitam. Jin-jin pengikut putri Helena berubah menjadi drakula penghisap dan pemakan darah. Putri Helena menyerang raj Permadi, melumpuhkan raja bersayap dan ingin mengambil hati putri Arska. Selang waktu sebelum kehilangan kedua jin dari dua kerajaan musuh. Cenayang Karang mengenakan jubah hijau menuju lokasi melihat mereka bertiga.


Kalung hijau bersinar dari leher sang putri menyilaukan mata sang cenayang. “Ternyata benda itu yang mengakibatkan putri menghilang bersama raja Permadi. Pemandangan yang menyedihkan jika pada akhirnya Raja menusukkan pedang ke tubuhnya sendiri menembus tubuh putri Arska.


“Raja Yaksa itu mengira setelah saling membunuh akan merubah takdir mereka menjadi bersama? Nyatanya sekarang mereka akan terpisah lagi dan membentuk ikatan bersama dalam waktu yang berbeda” gumam cenayang Han.

__ADS_1


Raja menusuk tubuhnya sendiri, sesaat kabut putih mengepung lembah sungai jin. Cenayang Han menyemburkan mantra kehidupan kembali kepada kedua kekasih tersebut.


Mantra cenayang Han


Berputar lah waktu, hiduplah lebih lama lagi


Berderak wahai pemberi kekuasaan atas hari yang telah lewat


Serbuk jiwa yang hilang


“Raja, dada ku terasa sakit sekali. Argghh.” Wajah Maharani pucat, keringatnya menetes menahan rasa perih seakan tubuhnya di tusuk belati tajam.


“Putri, aku akan membawa mu ke rumah sakit” ucap Raja Permadi menggendongnya.

__ADS_1


Tapi, tiba-tiba Raja kehilangan sebagian tangan Maharani. Satu persatu perlahan anggota tubuh Maharani menghilang bagai anai-anai yang berterbangan. “Putri! Jangan tinggalkan aku!” jerit raja bersujud meneteskan air mata.


“Raja, kau juga harus kembali ke dunia jin setelah menebus kesalahan mu” ucap cenayang Han.


“Ya, kesalahan ku membunuh wanita yang sangat aku cinta. Aku pastikan akan kembali bersama putri Arska” kata sang Raja.


Dia telah kehilangan sayap kekar raksasanya yang kuat. Lantas bagaimana cara Raja Permadi menebus semua dosanya?


Maharani tertidur selamanya di alam dunia dan sosok putri Arska kembali terhempas jatuh ke dalam lembah sungai jin. Dia membuka mata di dalam air, berusaha bangkit berenang naik ke permukaan. Pakaian yang di kenakan masih sama ketika sedang melakukan peperangan dengan musuh.


“Dimana Raja Permadi?” gumam sang putri.


Luka di dadanya semakin terbuka lebar, darah bercucuran segera dia tekan dengan baju basah miliknya.

__ADS_1


__ADS_2