Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
jejak para putri di negeri seberang


__ADS_3

Kerusuhan di sebabkan putri Helena. Hati hitam merasuk jiwa mengendalikan pikiran jahat.


Di istana Jati Jajar


Pangeran Tranggala berlutut di depan gerbang istana. Tiada maaf untuk seorang penghianat, pintu hati raja sudah tertutup untuknya. Langkah kaki putri Arska melewati pangeran Tranggala, sang putri tidak menoleh sedikitpun kepadanya. Semua pemberian dan hadiah itu tidak sebanding dengan ulah pangeran Tranggala.


...----------------...


Pergelaran acara pencarian calon putri mahkota sebagai ratu Yaksa telah di mulai. Pagi yang cerah. Para dayang tampak sibuk menyusun dekorasi agar lebih terlihat sempurna sesuai keinginan ibu suri. Para koki istana kesana-kemari meminta kasim membeli bahan-bahan yang kurang. Permintaan ibu suri yang berubah-ubah secara mendadak banyak meminta berbagai macam menu makanan dan minuman untuk di hidangkan.


Dapur yang mengepul, asap yang berterbangan dari cerobong pembakaran. Harum aroma makanan yang mengunggah indera penciuman para tamu. Satu persatu kereta kuda hadir memenuhi depan gerbang istana. Para putri mahkota dari segala penjuru hadir memenuhi surat undangan. Gaun indah, hiasan rambut mewah dan tatanan rambut panjang para putri tergerai tertiup angin. Hanya satu dayang pendamping yang menemani mereka memasuki gerbang.

__ADS_1


Di tengah gerbang pintu masuk di letakkan sebuah batu berwarna putih berukuran sedang simbol perdamaian bagi siapa saya yang masuk. Di dekat gerbang di tegakkan tombak raksasa dan di setiap tempat terjaga oleh jin-jin algojo yang menyeramkan. Otot-otot besar mereka Nampak jelas, pakaian besi dan sepatu besar terhentak memberi hormat bagi yang masuk wilayah kerajaan.


Raja Permadi terbang melewati gerbang istana, beberapa para putri kerajaan yang melihatnya begitu terperangah mendongakkan kepala menatap langit. Kepakan sayap raksasa raja Permadi yang membentang di udara.


“Penguasa Yaksa yang terlihat kuat seperti penampilannya” gumam putri Kerin.


“Aku rasa dia akan memilih ku, kerajaan ku bertetanggaan dengan Yaksa. Raja sebelumnya juga begitu akrab dengan ayah ku” ucap putri Lita.


“Jangan terlalu berharap, disini ada banyak putri kerajaan sebagai calon Ratu Yaksa” kata putri Ming.


“Hormat kami kepada Raja Yaksa yang agung” ucap beberapa dari putri kerajaan.

__ADS_1


Raja Permadi meminta kepada para tamu berpamitan untuk bersiap-siap. Di sisi lain ibu suri berdiri memberi sambutan kepada para tamu lalu meminta mereka berbaris untuk memasuki Aula kerajaan. Di dalam Aula, Ibu suri sudah menyiapkan meja yang berisi peralatan menyulam, masih-masing para dayang meminta putri yang hadir untuk mengambil posisi masing-masing.


...----------------...


Menara tinggi Gurun pasir


Putri Helena membakar utusan yang tidak berhasil menangkap sosok jin wanita di perbatasan lembah sungai jin. Tubuh mereka di lemparkan begitu saja ke jurang oleh prajurit yang berjaga di sekitar menara.


“Setelah terlepas dari pengawal utusan ku bukan berarti kalian aku bebaskan sebagai korban yang aku kehendaki” gumam putri Helena.


Penduduk yang mendiami wilayah di perbatasan lembah sungai jin akan mendapat bencana yan begitu besar. Dari dalam menara, putri Helena meniup kan sihir menggunakan kepala tengkorak hitam yang berada di tangannya. Panas matahari terasa begitu menyengat, angin membawa api membakar rumah-rumah jin. Api membara membakar apa saja yang ada disana.

__ADS_1


“Kebakaran!” jeritan para jin di pinggiran lembah sungai.


Mereka berlari bergotong-royong menyiram api tapi tidak kunjung padam.


__ADS_2