Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Kematian raja gurun pasir


__ADS_3

Selalu saja tidak pernah memenangkan hati dan pikiran.


Tapi di hadapannya sudah ada putri Helena menyorot mata marah memainkan sihir menghantam tubuh sang Ratu. Muntah darah keluar akibat dia tidak memakai kalung permata hijau pelindung dari segala sihir. Putri mengangkat tubuh sang ratu lalu membanting ke lantai.


“Ada apa dengan mu? Dari ketiga selir raja hanya engkau yang dahulu sangat sulit aku kendalikan dan tidak bisa terkena mantra ku” ucap putri melotot.


Suara runtuhan dari dalam ruangan bawah tanah berlapis besi runtuh tertelan bumi. “Apa yang sudah kau lakukan!” teriak putri.


Dia menancapkan giginya ke leher sang ratu menghabisi darahnya hingga tidak tersisa. Tanpa disadari raja Gurun melihat adegan yang tidak pernah dia bayangkan seumur hidupnya. Anak satu-satunya berubah menjadi monster mengerikan.


“Putri Helena, kenapa engkau telah berubah” ucap raja berjalan kaku menahan rasa sakit di bagian tangan.


“Raja, apakah engkau sudah terkena gigitan pengikut ku. Lihat lah engkau tidak berdaya. Andai saja engkau tidak mengurung ku di menara dan membela selir Sesa!” ucap sang putri.

__ADS_1


“Putri, sadarlah.”


“Sebentar lagi engkau akan berubah menjadi zombi. Terimalah nasib mu. Hahaha..”


“Bunuh saja aku, bunuh saja aku sebagai tanda bakti mu pernah menjadi putri Gurun.”


Mendengar perkataan dari raja gurun. Wajah sang putri berubah sedikit memerah.Ada ingatan indah terhapus tidak susah untuk dia ingat lagi.


Putri membakar raja hidup-hidup, suara teriakan raja merasakan tubuhnya yang terbakar hingga menjadi debu. Putri Helena berjalan keluar istana mengucapkan mantra hitam menusuk jantung para pasukan gurun hingga mati seketika. Darah membanjiri tanah gurun, seribu pasukan berubah menjadi zombi terkena gigitan para pengikut putri Helena.Kini kerajaan gurun di penuhi dengan kegelapan. Putri membangun benteng akar racun berduri dan mengutus penjaga di depan benteng. Istana gurun kini di pimpin oleh putri Helena, dia merencanakan perang di hari esok untuk menyerang kerajaan jati jajar.


“Putri Arska tunggulah kematian mu akan segera tiba” gumamnya menyeringai.


Telah lama kerajaan itu berdiri. Segala kepahitan duka di era ini hanyalah tinggal kenangan.

__ADS_1


Kerajaan itu sudah benar-benar hancur tidak tersisa. Ruangan bawah tanah terguncang hebat menelan seluruh harta kerajaan gurun. Guncangan membanting membentur bangunan kerajaan. Puing-puing pondasi dan pilar istana rata seperti tanah.


Sebelum pergi berperang. Putri Helena mengangkat pedang memberi isyarat kepada seluruh pengikutnya.


Suara aneh mereka yang muncul ramai membalas mengangkat senjata ke atas langit. Kepala tengkorak hitam, simbol itu semakin kuat merampas jiwa. Tepat di hari ini, perjalanan mereka menuju istana jati jajar.


...----------------...


Sosok jin yang pernah melarikan diri dari pengejaran pengikut putri Helena menuju ke wilayah Yaksa. Mereka mengabarkan hal tersebut membuat sebagian jin percaya dan sebagian lagi tidak percaya. Sampailah kabar itu di telinga Kasim Jou.


Raja Permadi sore ini tampak sibuk memperhatikan keadaan panglima pendampingnya. Dia berusaha untuk kesembuhan sang panglima. Sosok jin panglima terkuat selalu di samping raja ketika berperang kini sekarat akibat ibu suri. Di dalam ruangan, raja bersama tabib istana membalut menunggu sang panglima yang sampai hari ini belum sadarkan diri. Sementara itu Kasim Jou berlari ke arah raja lalu berlutut.


"Menghadap raja, hamba mengabarkan mengenai kabar istana gurun pasir" ucap Kasim Jou.

__ADS_1


__ADS_2