Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Dua sosok jin bersimpangan


__ADS_3

Ku teringat hati yang bertabur mimpi


Ke mana kau pergi, cinta?


Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri


Kuatkan lah hati, cinta


Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja?


Yang menemanimu sebelum cahaya


Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra?


Yang 'kan membelai mu, cinta


Kekuatan hati yang berpegang janji


Genggam lah tanganku, cinta


'Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri


Temani hatimu, cinta


...💙💙💙...


Biru melambangkan kesetiaan dan kedamaian sejuk membasuh hati sosok jin bersayap. Pangeran Permadi masih setia menuju putri Arska yang tampak penuh murka kepadanya. Kini dia sedang menemukan titik temu manik netra putri yang sedang berpaling. Putri yang sedang menjawab pertanyaan dari ibu Suri tampak canggung sesekali menundukkan pandangan.

__ADS_1


“Maafkan saya ibu Suri, di dalam menu masakan ini terkandung beberapa makna di dalamnya” ucap putri sedikit menekan pelan nada bicara.


“Oh ya, katakan padaku segala yang tidak aku mengerti”


Mendengar pertanyaan ibu Suri kembali. Putri jin itu menyatukan kedua tangan di depan dada dan memberi hormat.


“Di dalam tanaman sayuran yang ini terdapat sejuta kegunaan baik dari batang, daun dan umbinya. Daun tujuh jari ini sebuah makna dari kerjaan Yaksa yang hijau nan subur. Cerminan pola makan sehat bagi pangeran di tengah perubahan cuaca dan iklim yang berganti.”


“Ahahahh, aku tertarik akan perkataan mu..” ucap ibu Suri bertepuk tangan di sambut oleh seisi ruangan.


Ya benar sekali dia adalah putri jati jajar yang berhati dingin, tapi mungkinkah? Gumam pangeran seolah ingin melepaskan biji bola matanya tanpa berkedip melihat putri.


Satu persatu para putri yang lain memberikan masakan mereka. Tiba pada putri Herin yang meletakkan sebuah hidangan yang tidak lain adalah makanan kesukaan pangeran. Dia mendapat bocoran rahasia ujian dari istana. Ayahnya mempersiapkan agar putri Herin menjadi pendamping putra mahkota. Menu ikan panggang kesukaan pangeran, namun bagaimana dengan rasanya?


Pangeran dan ibu Suri mengerutkan dahi, perlombaan ini tunggal di masak sendiri oleh para putri.


“Lumayan juga, aku sangat suka” kata ibu Suri melirik putri Herin.


Jadi setelah aku pulang nanti kau akan menuju toilet selama lima belas kali berturut-turut. Gumam putri Arska masih menunggu hitungan waktu.


Oh putri Arska, kau masih tampak sombong dan angkuh, gumam pangeran mengamati putri.


Langit mulai gelap, sebelum para putri pulang ke rumah masing-masing mereka di beri sebuah gulungan kertas agar di bawa kembali besok.


“Putri tunggu, ada titipan untuk mu” ucap kasim memberikan gulungan berwarna merah.


“Terimakasih..”

__ADS_1


Terimakasih tapi aku tidak akan datang lagi kesini, tambah putri bergumam dalam hati.


Putri Arska berjalan memasuki tandu. Sambil menuju perjalanan putri membuka gulungan pertama dari kerajaan. Sebuah kalimat teka-teki tertulis tumbuhan yang indah menaiki batas cakrawala.


“Ckckck" putri berdecak menggelengkan kepala.


“Baiklah aku akan mengutus Nanjam untuk memberikan jawaban atas pertanyaan ini besok.”


Kemudian dia membuka gulungan berwarna merah. Tulisan yang tidak asing baginya, dia meremas kertas dan membuka kembali.


Kepada: Tuan putri Arska


Jin cantik yang sangat misteri dan penuh amarah.


Apa yang membuat mu yakin bahwa aku benar-benar menginginkan mu? Gangga menjadi saksi bisu bila mana dia melihat dirinya sendiri di lembah sungai jin. Katakan pada ku bahwa kau benar-benar membenci ku.


Putri membuang surat keluar tandu saat memasuki gerbang istana. Hal yang mustahil dan sulit dia cerna. Di pikirannya pangeran dari kerajaan Yaksa mencari segala strategi untuk mengalahkan kerjaan jati jajar.


Putri berjalan menuju ruang permadani, dia mencari-cari Raja dan Ratu yang tidak terlihat dimana pun.


“Nanjam, kemana kah perginya Raja dan Ratu?”


“Raja dan Ratu baru saja pergi untuk berperang bersama para pengawal, sepertinya kerajaan Yaksa memanfaatkan situasi di tengah acara kandidat putri” Ucap Nanjam mengikuti langkah putri.


“Awas kau pangeran permadi!”


Arska memanggil Gangga menuju menara istana.

__ADS_1


...----------------...


Pojok misteri cinta biru: Kacau sekali jalan pikiran Arska atas segala perjuangan pangeran permadi. Loh, loh seharusnya pangeran lebih serius dong, apalah arti serpihan kata yang tidak berujung? Arska tetap semangat ikut memberantas serangan mendadak kerajaan Yaksa ya..


__ADS_2