Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Flashback kelahiran putri Arska


__ADS_3

“Pura tidak pernah bersemedi membuat permintaan seperti itu, kami tidak ingin andil dan terbawa ke dalam perseteruan kerajaan” ucap kepala dayang mengerutkan dahi.


“Apakah malam ini harus ada pertumpahan darah agar engkau memenuhi permintaan ku?”


“Baiklah kalau begitu beri waktu kami untuk melakukan persemedian selama sepuluh hari.”


“Terlalu lama sampai aku mati di cekik oleh hantu gila itu, tiga hari lagi utusan ku akan datang kesini untuk mengambilnya atau pura muara hijau tidak akan nada ketenangan” ucap ibu suri melengos meninggalkan tempat.


“Tiga hari?” jawab cenayang Han mengerutkan dahi.


“Kita bahkan harus melawan ilmu hitam jika gangguan yang di dapat oleh ibu suri berasal dari suku hitam” ucap kepala dayang mengerutkan dahi.

__ADS_1


...----------------...


Di kamar kebesaran, raja membalut luka akibat bekas gigitan dari sang putri. Dia tidak marah sedikitpun, raja mengerti bagaimana perasaan sosok jin itu karena secara tiba-tiba dia bersikap terlalu manis di depannya. Seolah hati sang putri yang begitu dingin, raja merasakan ketika sang putri mengeluarkan amarahnya maka tubuhnya semakin dingin sedingin salju.


“Aku berpikir rasa dingin itu bukan hanya di karenakan udara malam, pasti ada sesuatu di balik itu semua” gumam sang raja penuh tanda tanya.


Flash back


“Bagaimana dengan bayinya sang atau?” ucap salah satu cenayang yang mendengar bahwa ratu jati jajar melahirkan.


Bayi itu adalah bayi yang memiliki kekuatan salju jika di malam yang sakral pergantian tahun ini kedua ilmu yang bertentangan salah satunya belum ada yang bisa menjadi pemenang. Kekuatan salju di dapan dari berkas sinar hitam di atas langit dan rembulan yang bersinar terang dari pergantian tahun di langit jin melewati waktu tengah malam.

__ADS_1


“Arghhh…” jeritan sang ratu kesakitan.


Sosok bayi jin perempuan yang memiliki bola mata besar berkulit putih dan rambut berwarna hitam. Tangisannya begitu keras terdengar sampai keluar istana. Para penghuni istana tertawa dan berbahagia mendengar kelahiran bayi itu sebagai simbol harapan pewaris kerajaan jati jajar selanjutnya.


“Bayi perempuan? Bagaimana ruh itu bisa turun ke dunia jin di sela pertikaian dua ilmu yang belum menemukan titik terang? Aku semula berpikir dia akan terbakar di dalam perut ibunya” ucap salah satu cenayang berbisik.


“Sang putri Mahkota, pewaris ku" ucap sang Raja mengecup dahi bayinya dengan tersenyum bahagia.


Setelah tahun berganti, rembulan bersinar begitu terang melelehkan gumpalan salju di dunia jin. Bunga mekar yang di bungkus es kini mekar kembali dan memamerkan corak warna indah. Tapi kelahiran sang pewaris kerajaan itu akan membawa peradaban yang baru bagi dunia jin. Sosok jiwa baru yang menjadi pelindung musuh terbesar kerajaan dan menjadi jalan perlahan sepanjang nafasnya untuk menghancurkan ilmu hitam.


“Bagaimana dengan ilmu hitam yang masuk ke tubuhnya” tanya salah satu cenayang kepada kepala cenayang.

__ADS_1


“Walau dia adalah sebuah jalan untuk membuka terangnya sang rembulan tapi jalan itu tidak boleh seutuhnya di hancurkan seperti malam yang harus hadir setelah matahari bersinar. Jika seutuhnya kegelapan lenyap maka sang putri akan ikut lenyap bersama musim salju yang membekukan tubuhnya” ucap kepala cenayang.


__ADS_2