
Dia tidak mau melawan Futon karena dia berpikir jika pertempurannya mendapatkan kekalahan itu akan membuat konflik dan kesalahpahaman. Raja tetap menahan serangan Futon sampai di benteng kerajaan Yaksa. Panglima perang yang melihat keributan itu langsung turun dari atas benteng dan membantu Raja.
“Jangan mendekat, biarkan kami beradu kekuatan” ucap sang Raja.
Seluruh pasukan, panglima dan pengawal melihat perkelahian yang sengit itu. Disisi lain, kasim Jou di ikat dan di sekap di salah satu ruangan oleh Huson dan ibu suri untuk di interogasi.
“Katakan rahasia apa yang di miliki Raja mengenai putri Jati Jajar?” tanya Huson.
Dia memanaskan besi panas untuk di tempelkan ke tubuh kasim itu jika tidak mau membuka suara. Kasim yang tetap setia kepada sang raja memutuskan mengorbankan diri untuk di siksa.
“Aghhh..” teriakan rasa sakit besi panas mengenai kulit. Punggung sang kasim melempuh mengelupas mengeluarkan darah.
“Sebaiknya kau tusuk saja kaki dia agar tidak bisa berjalan” kata ibu suri melengos kesal.
__ADS_1
“Bunuh saja aku!” kata sang kasim.
Dia sudah pasrah, kasim Jou mengenal persis sifat asli ibu suri dan para paman Permadi, dia tetap pada pendirian melindungi putri Arska dan sang raja demi keselamatan mereka.
Salah satu pengawal masuk ke ruangan dan memberitahu perkelahian antara Raja dan Futon. Ibu suri dan Huson berlari keluar istana melihat mereka.
“Raja sudah hentikan, jika terjadi perang antar saudara dan menumpahkan darah darah akan menjadi bencana besar untuk kerajaan Yaksa!” perkataan ibu suri yang tidak di dengar keduanya.
“Sudah cukup!” ucap Raja berhenti melawan.
“Apakah sang penguasa Yaksa sedang mengaku kalah di depan rakyatnya. Kalau begitu serahkan tahta mu kepadaku dan juga biarkan aku menghabisi putri jati jajar” kata Futon menyerang kembali.
Futon yang sudah keterlaluan membuat amarah sang Raja memuncak, apalagi dia sudah menyebut nama putri Arska dan berniat menghabisinya. Raja mengangkat pedang dan mengepakkan sayap raksasa menyerang Futon. Satu serangan yang membuat dia terjatuh. Raja menahan keinginannya untuk menebas kepala Futon namun dia masih menahan dan melihat pasukannya masih menunjukkan tanda tanya atas perkelahian mereka.
__ADS_1
“Wahai paman Futon, aku memberikan mu pengampunan untuk meminta maaf agar aku tidak menganggap mu sebagai pemberontak” kata Raja Permadi menjatuhkan pedang di atas tanah.
Huson mendekati Futon namun sosok paman yang sudah seperti kerasukan iblis itu mengarahkan tombak menuju perut raja permadi. Ujung tombak sedikit mengenai perut sang raja sampai mengeluarkan darah.
“Tidak!” jerit ibu suri histeris.
Melihat Raja terluka, seluruh pasukan, panglima dan pengawal mengejar Futon. Dia bisa lolos dari para pasukan tapi tidak dengan pengawal dan panglima perang. Beradu kekuatan memuntahkan darah, panglima perang tidak henti membalas serangan dari Futon. Sayatan pada punggung Futon di sambung serangan dari panglima. Futon yang terlihat lemas, mendatangi Raja kembali ingin mengulang menusuk perut sang Raja.
Raja yang terpaksa menebas kepalanya dan membunuhnya. Dia tidak mengerti kenapa sang paman begitu benci kepada dirinya.
“Futon!” teriak Huson menahan tubuh Futon yang sudah menghembuskan nafas terakhir.
Semua jin yang menyaksikan mengetahui bahwa Futon tiada henti menyerang Raja walau sudah di beri kesempatan pengampunan. Darah yang di hasilkan dari peperangan antar saudara tumpah. Ini awal bencana untuk kerajaan Yaksa.
__ADS_1