
Putri mengusap dengan rasa ragu, ada rasa yang aneh yang timbul membuat detak jantungnya semakin berdegup kencang. Dia menghentikan gerakannya dan berpaling membelakangi sang raja.
“Putri, tetaplah di sisi ku” bisik sang Raja.
Bola mata sang putri semakin membesar melotot mendengar rengekan dari penguasa yaksa tersebut.
...----------------...
Di alun-alun kerajaan gurun, putri Helena mondar-mandir sudah tidak sabar menanti kabar kematian putri Arska. Dia yakin bisa membunuh putri Arska karena sosok utusan adalah jin yang kuat terlatih dan ahli dalam ilmu silat. Namun ketika dia mendengar dari dayang Rea bahwa sosok jin utusan terbunuh, sang putri melemparkan tusuk konde emasnya sampai memecahkan guci besar di sudut alun kerajaan.
“Bodoh sekali, membunuh nyamuk kecil saja tidak bisa!” teriak sang putri kesal.
Putri memerintahkan pengawalnya untuk membunuh sang putri dengan berbekal senjata beracun dia meminta jantung putri Arska.
“Engkau harus kembali membawa jantung putri jati jajar!”
__ADS_1
Keadaan yang menyulitkan sang Raja dan putri kini di tambah dengan pengejaran dari musuh secara beruntun.
Di kerajaan Jati jajar
Setelah melihat Gangga kembali ke istana tanpa bersama sang putri, Raja memerintahkan panglima dan dua pengawal kerajaan untuk mencari putri Arska. Malam telah berganti rembulan, putri Arska yang sudah menggigil kedinginan akibat tanpa sadar mendekati sayap raksasa Raja Permadi yang sudah mengering seperti semula. Raja terkuat penguasa wilayah Yaksa berhasil melewati masa krisis walau dalam hitungan setengah hari. Dia membungkus tubuh mungil putri Arska dengan sayap raksasanya, kemudian membuat api unggun sebagai penambah penghangat.
“Maharani, bangun!”
Di dalam alam bawah sadar sang putri terdengar suara panggilan yang mirip dengan Raja Permadi. Saat sang putri membuka mata, di sampingnya ada Raja Yaksa yang selalu saja sesuka hati memeluk tubuhnya.
Menatap sosok penguasa itu lebih dekat, wajah yang hampir sama dengan mimpi-mimpinya di hari lalu dengan sosok lain tiada henti selalu memanggilnya. Putri bergeser dari posisi yang terlalu dekat pada sang Raja, tapi sayap kuat raksasa sang Raja tiba-tiba bergerak kembali membungkus tubuh putri Arska.
“Raja..!” panggil putri Arska.
Lemparan pisau belati mengenai ranting pohon dekat putri Arska dan sang Raja, seakan ada sosok lain yang menolong mereka. Lemparan kembali di tepis oleh putri Arska dengan pedangnya. Dia berdiri di depan sang Raja dengan posisi berjaga.
__ADS_1
“Raja…” panggil sang putri kembali.
Raja permadi membuka kedua mata lalu mengangkat tubuh sang putri mengudara. Dia mengepakkan sayap menjauhi serangan. Langit malam yang tenang dia manfaatkan untuk terbang lebih tinggi agar tidak ada yang bisa menjangkau mereka.
“Putri, setiap rembulan penuh bersinar di malam hari maka aku akan selalu menunggu mu di tepi lembah sungai jin dengan wujud seekor angsa” ucap Raja Permadi.
Mereka mendarat di halaman belakang dekat kandang Gangga yang hancur. Hanya ada pendamping dayang dan kepala kasim pendamping raja yang melihatnya.
“Hormat kami untuk Raja Yaksa” ucap dayang dan kasim serempak dengan tubuh membungkuk.
“Aku berharap kalian merahasiakan kedatangan ku demi kebaikan sang putri” ucap Raja Permadi terbang meninggalkan mereka.
......................
Jangan lupa tetap dukung author dengan jejak likes 👍🏻, komen, serpihan bunga 🌹, rate bintang lima⭐⭐⭐⭐⭐, vote, favorit♥️ dan secangkir kopi hangat☕. Terimakasih selalu sabar menghadapi kekurangan author. Salam persahabatan selalu~
__ADS_1