Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Selalu melindungi mu


__ADS_3

Kepakan yang membentang menarik badan Gangga yang mencari-cari putri di dalam ruangan yang sudah penuh kobaran api.


“Gangga ini aku Raja Permadi, aku akan menemukan putri Arska. Keluarlah daris ana atau tubuhmu akan hangus terbakar” kata Raja Permadi mengusap paruhnya.


Gangga mendengar dan menuruti perkataan sang Raja. Sementara di dalam sana puing-puing istana bagian selatan sudah berjatuhan.


“Putri!” panggil Raja Permadi.


Dia di temukan tidak sadarkan diri, Raja langsung mengangkat membawa keluar istana.


“Putri!” teriak para para penghuni istana.

__ADS_1


Ratu Jati Jajar mengucapkan terimakasih kepada sosok jin bersayap yang belum dia ketahui itu merupakan penguasa Yaksa.


“Terimakasih wahai jin penolong, aku tidak akan melupakan kebaikan mu” ucap sang Ratu.


Raja Permadi mengangguk lalu memberi hormat, dia membungkuk lalu terbang meninggalkan tempat tersebut.


“Bukankah itu Raja Yaksa?” bisik-bisik para punggawa istana memperhatikan.


“Lapor panglima, ada keributan di istana bagian selatan” ucap prajurit dengan tergesa-gesa.


Mereka berllari masuk ke kamar melihat banyak jasad jin. Tiga jasad prajurit Jati jajar dan dua jasad jin asing. Mendengar hal itu, putri yang belum sadar di pindahkan ke istana inti dekat ruangan kebesaran Raja dan Ratu. Raja sudah kembali ke istana, setelah mendengar semua kejadian yang terjadi dari putri Helena dia langsung mengadakan pertemuan terbuka di halaman istana.

__ADS_1


“Ini adalah wilayah Jati jajar, tanah kelahiran dan rumah yang harus kita jaga. Siapapun yang berani merusak atau menghancurkan akan di bunuh tanpa harus di adili” ucap sang Raja Jati Jajar.


“Setuju! Hidup Jati Jajar"


“Hidup Raja Jati Jajar!”


Sorak ramai seluruh penghuni istana.


Mengusut para penyusup yang menyerang sang putri tanpa henti, kini mereka menemukan dua jasad jin pelaku yang mati. Raja memerintahkan para pengawal membantu membangun tembok lebih tinggi sampai melewati istana. Di atasnya di pasang bunga mawar berduri dan di setiap tembok berjarak lima meter berdiri pengawal yang berjaga. Hal ini pernah Raja permadi ingat tepat di waktu lalu dia terkena anak panah para prajurit Jati Jajar saat melewati tembok yang menjuntai duri. Raja yang semula ingin melihat sang putri kini kepakannya terhenti di balik tembok raksasa. Dia berpikir sejenak, jika dia memaksakan kehendak masuk ke dalam istana setelah peperangan dan serangan para musuh, pasti dia akan di curigai.


“Aku berharap engkau baik-baik saja wahai putri” gumam Raja Permadi pergi.

__ADS_1


Sementara sang Ratu Harun sudah sampai di depan gerbang istana, dia menunjukkan tanda kerajaan Jati Jajar. Memasuki halaman istana, dia melihat asap hitam yang mengepul di atas langit bagian istana inti. Ratu Harun yang berpakaian dayang itu meminta kepala kasim agar dia bisa bertemu dengan sang Ratu.


__ADS_2