Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Di balik sikap pangeran Tranggala


__ADS_3

Melihat sikap putri Arska kepada pangeran Tranggala, Raja Telaga hitam meminta keduanya untuk berjalan-jalan menghirup udara di halaman taman bunga kerajaan.


“Bagaimana menurut kalian menikmati bunga yang indah di halaman? Bawakanlah ayah satu keranjang bunga yang indah sebagai oleh-oleh pulang. Hahahahh” ucap Raja Telaga hitam.


Gelak tawa Raja itu membuat Raja Jati Jajar ikut tertawa dan meminta sang putri menemani pangeran Tranggala.


“Putri, hanya silahkan temani pangeran Tranggala.”


“Baiklah ayahanda..”


Wajah cuek sang putri melangkah berjauhan berjaga jarak dengan pangeran Tranggala, di samping ada dayang pendamping yang membawakan keranjang kosong untuk membantu memetik bunga.


“Putri tunggulah aku, biarkan aku menjaga mu agar gaun indah mu tidak kotor” ucap pangeran Tranggala menyeimbangkan langkah.

__ADS_1


Pangeran melirik ke arah sang dayang pendamping memberi isyarat lalu melotot untuk segera meninggalkan mereka. Keranjang kosong yang di tangan dayang itu dia ambil lalu mendekati sang putri.


“Putri, bagaimana pendapatmu tentang peperangan kemarin? Apakah Yaksa akan menyerah begitu saja?” tanya pangeran Tranggala.


“Aku tidak yakin akan mengalahkan mereka..” gerakan putri terhenti.


Dia mengusap wajahnya lalu melamun akan kehadiran Raja yang sudah mulai membuat waktunya tidak tenang.


Kibaran bunga-bunga indah di halaman taman kerajaan seakan tidak ada yang bisa menggugah menarik pandang sang putri. Bunga yang berjejer melambaikan berbagai corak indah hanya putri lewati tanpa memetiknya. Dia teringat lagi akan permintaan dari Raja Telaga hitam untuk membawakannya bunga dari halaman istana.


“Jika tidak di petik maka akan semakin lama dengan pangeran aneh ini” gumam putri arska membalikkan tubuh lalu memetik bunga-bunga dan meletakkan di keranjang yang di pegang oleh pangeran Tranggala.


Ujung gaun sang putri terinjak oleh pangeran Tranggala membuat dia terjatuh membuat sang pangeran mengambil kesempatan menarik tubuhnya lalu terjatuh bersama di atas bunga-bunga yang berhamburan. Mata pangeran Tranggala menatap sang putri sangat lama sedangkan putri Arska berusaha bangkit lalu berjalan meninggalkan pangeran Tranggala. Putri memerintahkan dayang pendamping untuk memetik kembali bunga-bunga di taman dan memberikannya kepada sang Raja.

__ADS_1


“Putri, hamba hanya rakyat kecil bagaimana bisa memberikan bunga ini kepada Raja Telaga hitam?” ucap dayang pendamping ketakutan.


Putri sangat kesal menghadapi pangeran Tranggala tapi dia tidak ingin dayangnya menjadi sasaran empuk pangeran atau sang Raja akibat tidak memenuhi keinginan menerka.


“Baiklah biar aku saja yang mengantarkannya kepada sang Raja” ucap putri Arska menuju paviliun.


Setelah berpisah dari sang putri di halaman istana, pangeran Tranggala mengendap-endap memasuki ruangan rahasia kerajaan Jati Jajar. Dia mengetahui letak ruangan itu dari salah satu sosok jin mata-mata yang dia utus sebagai salah satu dayang dan pengawal di istana kerajaan. Pintu terbuka dengan sandi dan yang dia ingat. Tapi ketika mendekati pintu kedua, pangeran Tranggala di kejutkan oleh penampakan hewan hitam besar berdiri tepat di hadapannya. Pangeran menyerang hewan tersebut lalu menusuk tubuhnya dengan pedang beracun. Setelah berhasil melewatinya dia mendekat ke sebuah rak yang terlihat sangat kuno dengan ukiran naga di pinggirannya. Mata naga menyala sekali mengejutkannya.


Pangeran meraih salah satu benda asing berwarna hijau lalu dia masukkan ke dalam sakunya. Ruangan rahasia bergetar, sinyal shofar terdengar bersahutan. Pangeran mencari jalan keluar namun ada dua sosok jin yang mengetahuinya. Dengan sekali tebasan dua sosok jin pengawal itu merenggang nyawa.


......................


Terimakasih sudah mampir semuanya, jangan lupa dukung terus author ya dengan serpihan jejak bunga 🌹, vote, favorit♥️, like sebanyak-banyaknya👍🏻, komen halu dan secangkir kopi hangat☕. Salam persahabatan selalu.

__ADS_1


__ADS_2