Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Kekuatan bulan darah


__ADS_3

Di bawah sinar cahaya bulan darah , putri Helena berhasil mengambil kekuatan merah dari sang rembulan untuk menggerakkan para jin melalui aliran darah mereka. Para pengawal jin di luar menara terkena sihir sang putri. Tubuh mereka bergerak sendiri, salah satu sosok jin yang kini ketakutan dengan dirinya.


“Apa yang sedang terjadi kepada ku?” ucapnya ketakutan.


“Ada apa dengan engkau?” tanya salah satu pasukan yang berdiri di sampinya. Perlahan dia mengangkat pedang menyerang dengan brutal ke sosok pengawal yang kini sudah tewas di tangannya.


“Arghh…” teriaknya semakin ketakutan.

__ADS_1


Setelah membunuh pengawal itu dia berjalan sendiri memasuki menara tertinggo. Disana sudah ada sang putri yang sudah menunggunya.


“Bersiaplah, kini aku akan menjadikan mu pengikut ku” ucap putri Helena.


Tangan yang bergerak sendiri itu dia sayat sambil menahan rasa perih. Darahnya di tampung di dalam mangkuk logam. Kemudian di siram ke pergelangan tangan sang putri, symbol tengkorak Taraya yang kini hidup menjadi sebagian dari dirinya. Membaca mantra, memanfaatkan cahaya bulan darah dan merenggut jiwa sebagai pengikutnya. Putri Helena perlahan mengambil sosok-sosok pasukan hingga mencapai ratusan hanya dalam satu malam. Para pengikut sang putri bermata merah menyala dengan wajah lebih pucat dari biasanya. Sorot pandangan mengarah kedepan dengan gerakan tubuh begitu kaku. Masa hukuman sang putri masih lama tetapi dia sudah mempunyai banyak rencana mengutus para pengikut untuk menyerang kerajaan Jati jajar.


“Mengapa para musuh begitu antusias untuk merebut wilayah Jati Jajar?’ tanya pengawal pendamping sang putri.

__ADS_1


“Mereka pasti ingin merebut benda pusaka milik kerajaan” jawab sang panglima.


Sinyal sofhar, tabu gendang dan tanda ledakan api di udara. Seluruh pasukan Jati jajar telah bersiap untuk menahan dan mengusir serangan. Hentakan kaki musuh semakin dekat, di atas benteng istana sudah berjejer pasukan penjaga depan menarik anak panak dan ledakan api dari bubuk mesiu. Mereka masih menunggu aba-aba dari sang panglima. Namun ternyata, para musuh menyerang secara tiba-tiba dari balik tembok.


Kekuatan para pengikut putri Helena bertenaga tiga kali lipat dari biasanya. Mereka memanjat tembok membuat para pasukan terkejut sampai melepaskan anak panah tidak tentu arah. Dengan sekali serangan tanpa senjata, mereka mati tercekit dan terbanting oleh para pasukan musuh. Darah bercucuran di tembok, suara ketakuan dan ceritan tidak bisa di elakkan. Salah satu sosok jin utusan putri Helena berhasil masuk ke dalam istana. Dia menyelinap mencari-cari letak keberadaan kamar sang putri. Meskipun Raja Permadi meninggalkan sang putri hanya satu hari. Dia telah mempersiapkan segala kemungkinan atau jika hal buruk kembali terjadi. Raja meninggalkan para pengawal pengikut setianya untuk melindungi putri Arska.


...----------------...

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tetap tekan rate bintang lima🌟🌟🌟🌟🌟, favorit❤️, komentar, like sebanyak-banyaknya👍, vote, setangkai bunga mawar🌹 dan secangkir kopi hangat☕. Salam persahatan selalu


__ADS_2