Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Segala yang menyergah


__ADS_3

Kita sedang berjuang mempertahankan kerajaan


Lantas bagaimana bisa kau berkata semua akan baik-baik saja


Hari ini ku sedang memperhatikan mu dari atas awan


Menurut mu apakah kau yang layak ku harapkan


Silih musim berganti tapi ku masih saja meragu

__ADS_1


Hijau rumput di lapisan bumi jin nampak tenang bagi yang memandang. Tapi di balik helai daunnya terdapat berjuta keanehan yang mencengangkan dengan berbagai kekuatan ghaib. Hanya ada putri Arska yang memantau gerakan pangeran Permadi dari suatu tempat yang tidak dia ketahui. Hari berganti seakan mempunyai tabir pembuka hal mistis yang ada di dalam diri putri Arska. Perlahan dia dapat melihat bangsa jin lain yang bersembunyi atau bermukim tanpa sepengetahuan jin normal biasanya.


Tidak hanya itu putri Arska juga mengetahui niat buruk pangeran Tranggala. Putra mahkota pewaris sah pengganti Raja Telaga hitam itu mengendap-endap memasuki ruang rahasia istana setelah berhasil mengelabui para pengawal kerajaan. Di atas menara istana, putri melompat dari tubuh gagah Gangga. Dia memperhatikan gerakan pangeran Tranggala sambil mengerutkan keningnya. Putri menarik busur dan membidik anak panah tepat di atas kepala pangeran. Seketika pangeran gelagapan mendapat serangan saat sedang membuka buku rahasia lalu dengan cepat memasukkan buku itu ke dalam bajunya. Dia berlari keluar istana dan di kejar kembali oleh Putri Arska.


"Hei pangeran Tranggala, kembalikan buku kerjaan sekarang juga atau aku tidak segan-segan menghabisi mu!" ucap Putri kembali mengarahkan busurnya.


...----------------...


"Argghh .."

__ADS_1


Sebelum terjatuh ke tanah dia melemparkan belati beracun ke perut Badar. Hal itu membuat pangeran marah dan semakin melanjutkan serangan beruntun ke tubuh Huson. Darah Huson sudah mengalir deras namun pangeran Permadi berlanjut membantingnya ke arah pohon berduri.


Racun yang menyebar pada tubuh Badar membuat dia membiru. Badar di bawa terbang menuju pinggiran perkampungan jin. Dia mendarat di depan kawasan hutan rimbun dan menidurkannya di atas dedaunan. Salah satu dahan pohon bergerak mengangkat Badar ke atas timbunan kayu raksasa.


"Taraya...!" sorak para makhluk yang keluar dari balik semak-semak dan memamerkan mata merah menyala.


Mereka sudah kenal siapa yang datang di hadapan. Seorang putra jin bersayap yang akan menjadi pewaris kerajaan. Taraya adalah nama suku jin yang mempunyai ikatan ghaib dengan keluarga raja Yaksa. Mereka mengangkat serulit dan obor yang menyala. Salah satu sosok jin yang berjanggut putih panjang menyeret lantai hadir di tengah-tengah mereka. Dia menaburkan serbuk bunga Peony hitam ke sekujur tubuh Badar yang sudah di lapisi oleh kain putih.


"Taraya!" sorak mereka kembali menghentakkan kayu panjang bersama kaki-kaki raksasa mereka.

__ADS_1


Berbagai bentuk yang aneh dan menyeramkan. Sebuah suku di perkampungan jin yang terkenal dengan mistiknya namun mempunyai syarat yang harus di lakukan saat meminta bantuan kepada mereka.


"Cepat katakan kau menyetujui permintaan kami!" kata kepala suku jin tersenyum menyeringai menatap pangeran Permadi.


__ADS_2