Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Kenyataan sebenarnya


__ADS_3

Di kerajaan Gurun Pasir


Ratu Harun berhias diri secantik mungkin untuk menemui raja Gurun yang akan pulang dari negeri seberang. Dia memikirkan cara untuk menyampaikan keanehan pada diri putri Helena beserta kehawatirannya jika sang putri semakin tidak terkendalikan. Penyerangan ke kerajaan Jati jajar di kala itu yang di pimpin oleh sang putri. Ratu Harun tidak mengingkan sang putri terus menyakiti putri Arska dengan berbagai cara. Utusan Ratu untuk mnecari tau segala informasi menara tinggi, kali ini mendapatkan kabar yang membuat di sangat terkejut.


“Menghadap Ratu, hamba melihat kira-kira seratus prajurit baru yang berjaga mengelilingi menara. Wajah mereka sangat pucat dan berperilaku aneh” ucap salah satu utusan sang Ratu.


“Awasi terus dan jangan sampai di ketahui oleh mereka.”


“Perintah di laksanakan wahai ratu” ucap sang utusan pergi.


“Aku berpikir bahwa putri Helena pasti sedang merencanakan sesuatu!” gumam Ratu Harun.


Setelah mendengar iring-iringan raja tiba dan memasuki istana. Ratu melanjutkan hiasannya lalu berjalan menemui sang raja di susul oleh para dayang dari belakang. Di halaman istana, raja melihat kehadiran ratu Harun dengan tersenyum mengamati kecantikannya. Langkah raja menuju ratu Harun lalu memeluknya.

__ADS_1


“Wahai ratu Harun, engkau kini seutuhnya menjadi Ratu di istana ku” ucap sang Raja.


“Memberi hormat kepada yang mulia, hamba hanyalah selir raja yang tidak berharap ada selir lainnya. Kecuali aku sudah tiada. Raja, apakah permintaan ku ini berlebihan?” ujarnya menjatuhkan tubuh ke pelukan Raja Gurun.


Raja yang keras dan bengis berubah tunduk mendengarkan ucarapan ratu Helena, dia juga mengabaikan para perangkat istana yang memeperhatikan kemesraannya dengan sang ratu. Raja mengangkat tubuh ratu Harun menuju kamar kebesaran, baju perang masih dia kenakan dan pedang yang bergantung du sisi kiri tercium aroma darah yang menyengat.


“Raja, sebaiknya para dayang membantu engkau melepaskan baju zirah dan meletakkan pedang itu” ucap Ratu Harun.


“Bagaimana jika engkau saja wahai Ratu ku."


“Ada apa? Apa yang sudah menyusahkan hati mu?”


“Perihal anak kita putri Helena, aku semakin khawatir mendengar dia sedang menganut ilmu hitam dan melakukan sesuatu di menara. Sekarang aku ingin menunjukkan sesuatu kepada engkau secara sembunyi-sembunyi ucap ratu Harun.

__ADS_1


“Whai ratu ku, kenapa harus secara sembunyi-sembunyi. Wilayah gurun pasir adalah milikku” ucap Raja mengerutkan dahi.


“Aku, aku tidak ingin putri marah kepada kita. Ku mohon..”


Mendengar permintaan Ratu Gurun, raja pun mendengarkan dan hanya pergi berdua dengan sang ratu menuju istana. Para pengawal dan panglima pendampinya mereka mengikuti dengan jarak lebih jauh.


Ratu menunjuk ke para jin banyak berdiri mengelili menara berpenampilan aneh. Terlihat pula dari cerobong menara, ada asap hitam mengepul tiada henti.


“Sepertinya Ratu tidak berdusta. Apa yang sudah putri lakukan?” gumam Raja.


Raja mengutus sesosok prajuritnya berjalan menuju menara. Tampak prajurit itu di sambut oleh para penjaga yang berlari ke arahnya mencabik dan mengisap darahnya sampai tidak tersisa.


“Arghh..” Ratu tidak sengaja mengeluarkan suara jeritan sehingga keberadaan mereka di ketahui. Raja menggendong Ratu untuk pergi di kejar oleh para pasukan pengikut Ratu Helena. Gerakan cepat setengah monster itu hampir mendapatkan sang ratu. Panglima dan pengawal raja membantu menyelamatkan mereka hingga keduanya tewas di makan.

__ADS_1


“Ratu pegang kuat tubuhku!” ucap raja berlari membawanya menuju kuda jin.


__ADS_2