Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Membelalak penuh murka


__ADS_3

“Argghhhh…” jeritnya sangat terkejut.


Hampir saja dia di pijak oleh Gangga. Sang kasim terselamatkan saat Raja Permadi muncul dan mengangkat tubuhnya.


“Arghhh..” dia masih sangat histeris.


Raja terbang dengan sang kasim dan berhenti di atas bukit. Disana sudah terpasang api unggun dan sebuah daging panggang yang berasap. Raja memberikan daging tersebut dan air yang berada di dalam bambu.


“Engkau beristirahat dan makanlah dengan tenang” kata Raja mendekati Gangga yang mengikutinya.


Namun sang kasim kembali ketakutan, Raja menepuk pundaknya dan sekali lagi mendudukkan kasim penakut itu.


“Sudah jangan takut, dia hewan yang baik.”


...----------------...


Sementara ibu suri masih menunggu berita tentang Raja Permadi. Di ruang peristirahatan dia menatap dapan gerbang istana dari jendela.

__ADS_1


Tok, tok, tok


Suara ketukan membuyarkan lamunannya.


“Ibu Suri, utusan telah datang ingin mengabarkan berita” ucap penjaga kamar.


“Masuk dan cukup kami berdua saja yang ada disini” ucap ibu suri membalikan tubuh tidak sabar mendapatkan berita.


“Maafkan kami wahai yang mulia, kasim itu melarikan diri saat mengetahui kami mengikutinya”


“Ceroboh sekali, mengikuti dan menangkap jin kecil saja tidak becus!”


Dia sangat murka, dan melemparkan sebuah pedang kepada sang prajurit.


“Jika kalian menemukannya, langsung saja bunuh tanpa jejak sedikitpun” ucap ibu suri dengan mata memerah mengepalkan tangan.


Sosok peran nenek bagi Raja semakin hari berubah menjadi musuh baginya. Dia tidak sabar lagi ingin membuat Raja tunduk dan patuh agar dia dengan mudah dapat menguasai Yaksa. Sang ibu suri bersiap-siap mengemasi barang menuju pura muara hijau. Dia juga memerintahkan dua algojo jin raksasa untuk ikut dengannya.

__ADS_1


“Tunggu sebentar wahai ibu suri, kami ingin menyampaikan berita bahwa putri Helena sedang dalam perjalanan menuju kerajaan Yaksa” ucap salah satu dayang istana.


“Apa? Tidak biasanya dia tidak memberitahuku jika ingin ke istana.


"Putri yang pantang menyerah itu, seolah dia lebih licik dari yang aku kira. Bukankah Raja gurun sudah marah kepada kerajaan Yaksa akibat pembatalan pernikahan ini?” gumam ibu suri membelalak mencari jawaban atas segala peristiwa yang terjadi.


Ini adalah kedatangan membawa kabar peperangan untuk kerajaan Yaksa dan kerajaan Gurun pasir. Rasa malu dan kabar kegagalan karena penolakan dari Raja Permadi membuat Raja Gurun menjadi dendam dan ingin meruntuhkan wilayah Yaksa. Sang ibu suri mengurungkan niat pergi ke muara hijau. Dia meminta para pengikutnya menyiapkan peralatan perang agar secepatnya selesai sebelum sang putri tiba di istana esok hari.


Begitu pula pengikut Raja yang mengetahui kabar putri Helena dan persiapan ibu suri untuk menghadapi perang melawan kerajaan gurun pasir. Pengawal pribadi Raja keluar istana menemui sang Raja dan langsung mengatakannya.


“Cepat sekali engkau sampai kesini? Apakah engkau mempunyai jurus menghilang? Lalu bagaimana engkau tau keberadaan Raja?” banyak pertanyaan yang terlontar dari sang kasim dengan bentuk wajah melongo.


“Dia adalah pengikut yang paling bisa aku andalkan!” seru Raja Permadi.


“Saya berharap raja segera kembali ke istana” kata sang pengawal memohon sambil berlutut di hadapannya.


“Wahai raja, hamba juga ingin mengabarkan bahwa ibu suri__” kasim menghentikan perkataan melihat Raja berjalan jauh meninggalkannya.

__ADS_1


Hati sang Raja Permadi kini berlawanan dengan kenyataan yang dia hadapi. Dia masih tidak percaya atas perbuatan ibu suri. Di sisi lain hati nya masih tertinggal di hutan dekat lembah sungai jin, ada kekasih yang menghilang dan belum di temukan.


..._The Next episode_...


__ADS_2