CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
104 CINTAAAAAAAAAA, JANGAN MARAH GITU DONG!


__ADS_3

Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini, 3 hari sebelum pernikahan, calon penganten tambah debat panas nih, ikutin keseruannya yok.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


Inget juga pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  ya.


-------------


“Kalau konsen penuh ke matkul pasti lancar koq, kalau konsennya ke maz ya ga lancar lah ujianmu,” goda Anto.


“Gimana ga ke Maz, kalau aku sedang palang merah? Kasian yuniormu yang mengharap terlalu lama,” goda Dini


“Seriusan de?” pekik Anto.


“Masa aku bohong? Maz ngajarin Moya ga boleh bohong, apa istrimu berani bohong ke daddynya Moya?” lanjut Dini, sebenarnya dia sudah 3 hari mendapat tamu bulanan, lusa sudah bersih. Dia hanya menggoda Anto saja. “Apa kita undur aja pernikahan kita?” godanya lagi.


“Ngawur kamu ah, mana ada pernikahan di tunda karena pengantin sedang berhalangan?” desah Anto.


“Maz di kantor gimana? Trus ada perkembangan apa lagi?” tanya Dini. Mereka membiasakan diri menceritakan semua kegiatan, agar tidak salah persepsi bila mendengar tentang pasangannya dari orang lain, karena yang di lihat orang lain belum tentu sama dengan kejadian sebenarnya.


“Di kantor masih sama de, kegiatan mau tutup tahun dan pesta akhir tahun, tapi kan kita sudah bahas ga akan ikut pesta akhir tahun di Jakarta. Tadi ada info terbaru de’, pengacara Ita mau nyogok polisi hilangkan barang bukti. Polisinya pura-pura nerima, tapi direkam,” jelas Anto menjawab pertanyaan Dini.


“Edan yo Maz, sampai segitunya. Ga kebayang keluarga licik itu pernah jadi keluargamu ya,” sampai heran Dini mendengar pernyataan Anto. “Sekarang hukuman akan bertambah, dan si pengacara juga akan mendapat hukuman karena kasus suap kan? Nama baik hancur kalau gitu, bodoh banget dia ga mikir kesana.”


“Jangan di hubungkan jadi keluargaku lah” pinta Anto “Maz tu paling males kalau disamain ama orang lain, atau di hubungin ke hal yang ga ada hubungan ma maz, coba aja apa pernah maz panggil kamu dengan panggilan sayangku? Maz ga mau panggil kamu sayang karena akan sama dengan panggilan Steve ke kamu. Hehe, please ya, maz ga suka banget pernah jadi bagian keluarga itu.

__ADS_1


“Nah bener kan, Maz tu pernah jadi bagian dari keluarga itu, walau Maz ga sama dengan mereka, maksud ade tu cuma itu, Maz pernah, bukan Maz juga seperti mereka. Trus kenapa ga mau panggil aku sayang?” tanya Dini.


“Karena sama dengan panggilannya Steve ke kamu hehe, masa level maz ama Steve di depanmu sama?” jelas Anto. “Sekarang bobo ya, kita ketemu lusa di bandara,” perintah Anto.


“Maz, kita lama lho LDR an, masa buat nahan 3 hari sampai di depan penghulu Maz ga sanggup? Maz bukan anak kecil kan? Kalau Maz ga mau perduli adat, Maz turutin permintaan ade aja ya? Nurut ya cinta, kita langsung ketemu di Cilandak saat akan ijab,” rengek Dini, dia mencegah keributan.


“Cintaaaa, my hubby … ,” panggil Dini saat Anto ga menjawab apapun. “Ya wis, assalamu”alaykum.” Dini langsung memutus sambungan telpon. Dia letakan HP-nya dan dia ke toilet untuk buang air kecil.


Prasetyanto pov


“Sekarang bobo ya, kita ketemu lusa di bandara” pintaku pada calon istriku, ga nyangka 3 hari lagi dia akan menjadi milikku sepenuhnya secara halal, sah di mata hukum dan agama.


“Maz, kita lama lho LDR an, masa buat nahan 3 hari sampai di depan penghulu maz ga sanggup? Maz bukan anak kecil kan? Kalau maz ga mau perduli adat, maz turutin permintaan ade aja ya? Nurut ya cinta, kita langsung ketemu di Cilandak saat akan ijab” rengek nya.


Sejak kemarin memang dia melarangku menjemputnya di bandara. Dia memegang teguh adat, calon pengantin ga boleh ketemu 7 hari sebelum pernikahan. Sedang aku sudah kangen berat, sebelum lamaran kami biasa bertemu sebulan sekali, namun sejak lamaran koq pengennya tiap hari ketemu. Bahkan sering hanya mendengar tawa manjanya saja yuniorku bangun menggeliat. Aku masih diam mendengar permintaannya, iya sih dia memang benar, masa nunggu 3 hari lagi aja aku ga kuat?


Aku segera men dial nomor HP nya, sekali, sampai nada sambung terputus dia ga angkat. Oh my God, dia marah. padahal awalnya aku sudah mau menuruti permintaannya. Ku dial lagi nomor HP nya, please cinta, angkat dong? Sambungan ke 2 dan ke 3 masih tidak diangkatnya. Ga mungkin kan aku malah nyusul ke Jogja, wong ngejemput di bandara aja ga boleh?


Padahal kemaren dia sudah janji ga bikin aku panik, nyatanya? Hanya janji palsu, sekarang dia kembali membuatku panik karena dia ngambeg. Aku baru teringat dia sedang berhalangan, pasti dia PMS. Ayo dong cinta angkat teleponku.


***


Dini baru selesai mengganti pembalut dan cuci muka sebelum tidur, dia keluar dari toilet, didengarnya HP nya berdering. Terlihat nama my man di sana. Di angkatnya namun dia tak bersuara.


“Cintaaaaaa, jangan marah gitu dong,” suara di ujung sana membujuknya.

__ADS_1


“Udah malam, ga usah di bahas ya Maz, kita tidur aja,” jawab Dini.


“Kamu yakin kita berdua bisa tidur? Inget kita pernah ga menyelesaikan persoalan lalu kita berdua tersiksa dan jam 2 malam akhirnya kita saling menekan nomor telpon untuk bicara!” Yakin hmm?” tanya Anto.


“Ya sudah, aku terserah kamu. Aku ga mau berdebat denganmu. Terserah,” kata Dini ketus.


“Kamu ga bisa bilang gitu dong, itu bukan kamu banget, kamu ga pernah bilang terserah tiap kita cari solusi,” desak Anto.


“Apapun yang mau Maz lakukan, ya lakukan aja, toh suaraku sudah ga Maz perlukan, aku larangpun Maz tetap keukeuh mau bertindak sesuai keinginan Maz, ya lakukan aja. Aku ga mau berpendapat bila memang ga di butuhkan. Udah jelas kan?, sekarang kita tutup ya telponnya.”


“Sweet heart, sebelum kamu tutup telpon tadi maz lagi mikir, dan maz berpendapat kamu tu benar, masa hanya 3 hari aja kita, maksudku maz ga bisa nahan diri untuk ga ketemu. Maka maz udah putusin ga akan jemput kamu di bandara. Tapi kamu keburu ngambeg dan tutup telpon lalu berkali-kali maz telpon kamu ga mau angkat,” jelas Anto.


“Ade tadi bukan ngambeg. Habis tutup telpon ade ke toilet, pipis sekalian ganti pembalut lalu cuci muka, jadi bukan ga mau angkat telpon Maz. Ga usah mikir yang enggak-enggak dulu deh, sukanya nuduh ade yang jelek-jelek sih? Sekarang sudah clear kan, kita bobo ya?” sahut Dini.


“Iya cintaku, met bobo ya, maaf kalau maz salah duga, maz panik kirain kamu ngambeg. Assalamu’alaykum.”


***


Sore ini Steve datang ke Bumijo, besok mereka akan berangkat bareng. Dini meminta simbok dan mbak Inah meletakan semua koper mereka di ruang tamu agar tidak ada yang tertinggal. Kali ini simbok pun ikut berangkat ke Jakarta. Dini menitipkan rumah pada pak Narto. Untuk menyiram tanaman, memberi makan burung dan ayam kate serta menyala dan matikan lampu teras.


------------------------


Wah ternyata mereka bnayak salah duga yaaa…


Biar ga penasaran ikutin ceritanya di bab berikutnya yaa, udah mau habis koq.

__ADS_1


Ini cover cerita  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  yang mengisahkan perjalanan cinta Sari dan bang Steve ya.



__ADS_2