CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
43 KALAU DITANYA TENTANG KESERIUSAN, SAYA SANGAT SERIUS


__ADS_3

“Hallo opa, oma” sapa Cindy saat dia dan mami papinya tiba disana. Cindy sangat cantik, darah Menado murninya dominan sekali, kulit mulus putih dengan tinggi diatas rata-rata gadis Indonesia, kaki jenjang, hidung mancung bibir tipis dengan lipstik yang sayangnya menurut Steve sangat menor, rambut panjangnya yang diwarnai pirang sangat menggoda kaum lelaki yang normal. Saat ini Cindy memakai atasan dari brokat berlengan pendek yang pas ditubuhnya dengan paduan mini skirt senada dengan warna brokatnya. Sangat cantik, namun sayang Steve sudah tidak tertarik lagi setelah tau bila Cindy ternyata simpanan seorang boss.


“Cindy ga telat kan?” tanyanya sambil mencium oma dan opa calon tunangannya. Steve dan Cindy sudah 3 tahun kenal, yaitu tahun terakhir di kampus. Dan setahun terakhir mereka pacaran.


“Engga sayang, Steve juga baru datang walau kami lebih dulu tiba disini” jawab oma Angeline. “Apa khabar kalian?” sapa oma pada orang tua Cindy.


“Kami sehat oma” jawab maminya Cindy yang juga sangat cantik, rupanya kecantikan Cindy menurun dari wanita elegan ini.


“Maaf kami meminta bertemu disini karena besok kami harus kembali ke Malaysia” papinya Cindy mengucap kata-kata awalnya sambil bersalaman dan mencium pipi oma dan opa Steve. Papinya Cindy bekerja sebagai staff di konsulat Indonesia di Kuala Lumpur, kedatangannya kali ini ke Jakarta karena ada saudara sepupunya yang menikahkan anaknya, untuk itulah dia sekalian ingin meminta ketegasan dari Steve terhadap hubungan anaknya.


“No problem, sekarang kita pesan makan dulu saja” jawab opa Stefano. Dulu maminya memberi nama Steve diambil dari nama Stefano, sedang nama almarhum adiknya Angel diambil dari nama omanya yaitu Angeline.


Steve tetap manis terhadap Cindy dan mami papinya, dia masih bercanda dengan akrabnya disela makan siang mereka. Ga ada yang tau apa yang akan dia berikan sebagai titik penutup pembahasan pertunangan ini.


Sehabis makan papi Cindy ga membuang waktu : “Jadi bagaimana keseriusan kamu terhadap anak saya Stev?”


Semua melihat Steve yang terlihat bahagia tanpa tekanan, “Kalau ditanya serius, Steve sangat-sangat serius om, bisa tanya ke Cindy apa selama ini Steve pernah menodai hubungan kami dengan bermain-main dengan orang lain atau tidak serius selama menjalani hubungan kami.”


Pancingan Steve ditangkap oleh semua yang hadir dan meminta Cindy untuk menjawabnya karena saat ini pandangan semua orang tertuju pada Cindy.


“Steve ga pernah berbohong mi, pi, dia ga pernah main-main, selalu serius bila Deedee ( baca DIDI ya ) menanyakan kelanjutan hubungan kami. Dia juga sudah membahas konsep petunangan serta pernikahan yang akan kami lakukan nanti” tegas Cindy menjawab keraguan papinya.


Steve terlihat lega dan mengangkat bahunya mendengar pernyataan Cindy, dia memberikan senyum manisnya. Senyum yang membuat Cindy klepek-klepek. Pandangan Steve menuju sudut ruangan, disana terdapat 2 orang perempuan yang sedang makan dengan santai. 2 wanita cukup umur, sekitar 35 tahun, bukan sebaya dengannya. Melihat keduanya disana Steve menarik nafas lega.

__ADS_1


“Great, kalau gitu bagaimana kelanjutannya?” opa Steve tentu sangat senang atas info terbaru yang baru saja dia dengar.


“Bagaimana bila kita tentukan tanggal lamaran resmi dari pihak opa Stefano ke keluarga besar kita, opa mau diadakan di Jakarta atau di KL?” tanya mami Cindy antusias.


“Di Jakarta saja, agar keluarga besar kita semua bisa hadir, sangat jarang kan kita bikin pertemuan dua keluarga besar?” sahut opa antusias.


“Maaf, saya tadi bilang saya selalu serius menjalani hubungan dengan Cindy, namun disini perlu diperjelas bagaimana keseriusan Cindy terhadap hubungan kami” sela Steve memotong kebahagiaan, dan antusias dari dua pasang orang tua didepannya.


“Sayaaaaaaang, tentu saja aku serius menjalani hubungan denganmu” rajuk Cindy manja. Sedang oma Angeline mulai menangkap akan terjadi sesuatu diluar harapannya tatkala mendengar kata-kata Steve barusan.


“Nah dengar, Cindy juga serius koq menghadapi hubungan kalian” jelas mami Cindy kali ini.


“Ok, saya minta waktu sebentar” jawab Steve. Dia mengeluarkan 2 beberapa buah photo yang dicetak 10R agar agak jelas.


“Kamu kenal pria ini” tanya Steve pada Cindy meletakkan selembar photo dirinya dengan seorang pria mapan seumuran dengan papi Cindy. Dia taruh ditengah meja. Saat itu juga Steve melihat dua perempuan di ujung ruangan sudah selesai makan dan sedang berbincang santai ditemani juice.


“Rasanya opa pernah kenal, bukankan dia Fauzi, pengusaha kayu dari Kalimantan? Beberapa kali dulu pernah ketemu saat papimu masih ada karena dia teman SMP papimu” sahut opa Stefano.


“Wah, malah dia teman papi? Great besok meeting berikut akan Steve beritahu dia opa!” sahut Steve.


“Benar kata Deedee, apa hubungannya dia dengan pembahasan pertunangan kalian?” tanya mami Cindy yang juga ikut bingung ( padahal Cindy ga bingung karena dia tau apa hubungannya ).


“Hubungannya sangat erat tante, kelanjutan hubungan kami tergantung jawaban Cindy” jelas Steve pasti.

__ADS_1


“Bagaimana Cindy, bisa jelaskan pada oma?” tanya oma Angeline minta kejelasan Cindy.


“Cindy ga kenal pria itu dan ga tau apa hubungan orang tersebut dengan kelangsungan hubungan kami oma, mi” jawab Cindy lirih.


“Fine, maaf kalau saya terpaksa memperlihatkan photo yang lain bila jawaban kamu seperti itu” Steve menggantung kalimatnya dan melihat wajah Cindy yang mulai memucat. Dia masih memegang beberapa lembar photo yang sejak tadi sengaja dia balik agar tak terlihat oleh siapapun.


Dia mencoba melihat wajah oma dan opanya, dia ga ingin mereka sedih, namun bila cara ini tidak dia tempuh, dia takut info yang akan mereka dengar adalah info yang salah. Dia ga ingin wajahnya tercoreng dari berita yang dibuat oleh Cindy atau mami papinya Cindy.


Steve juga memperhatikan wajah kedua orang tua Cindy yang tidak tau apa-apa, namun dia yakin kedua orang tua Cindy akan membabi buta membela Cindy bila fakta ini tidak dia beberkan di muka oma opanya.


Menunggu beberapa saat tidak ada yang bereaksi maka Steve membuka 5 lembar photo di meja. Photo pertama terlihat Cindy memakai bikin dalam pelukan Fauzy yang mencium bibirnya, photo kedua memperlihatkan Cindy dan Fauzy berpelukan erat dilantai dansa, photo ketiga terlihat seorang perempuan dalam pelukan Fauzy, wajah wanita itu tidak terlihat namun dari postur tubuhnya terlihat jelas itu adalah Cindy. Keduanya akan memasuki kamar hotel. Photo keempat perempuan dengan pakaian yang sama, saat ini terlihat jelas wajahnya adalah Cindy dan Fauzy yang baru saja keluar dari kamar hotel dan photo kelima terlihat Cindy dalam pelukan  Fauzy diruang kerja Fauzy di kantor cabang Singapore karena dimeja terlihat bendera kecil Singapore, memang disana Fauzy memiliki kantor dagang.


Setelah meletakkan photo tersebut Steve menyandarkan punggungnya di kursi, dia mengamati wajah kelima orang yang mengelilingi meja selain dirinya. Dia mengambil gelas juice nya dan menyeruputnya pelan.


“Photo ini pasti editan mi, pi Deedee ga kenal dengan om itu” kilah Cindy sambil terus menggelengkan wajahnya..


“Kamu sangat kejam menuduh Cindy dengan photo editan seperti itu Steve, bila kamu ga ingin hubungan kalian diteruskan seharusnya kamu bicara baik-baik, bukan bikin tuduhan seperti ini, nama baik Cindy sebagai model akan tercemar bial media tau” papi Cindy mulai emosi. Namun Steve masih santai saja menanggapinya.


“Om yakin ini editan? Baik saya akan minta pemilik photo menjelaskan siap pembuat photo itu dan siapa dia sebenarnya” tantang Steve sambil mengangkat tangan kirinya memberi kode dengan telunjuknya.


 Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini,


Ikutin ceritanya di bab berikutnya yaa

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote serta komennya


Inget pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  ya


__ADS_2