
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Wow Daddy Anto suka ga ya dapat kejuatan kado ultah dari mommy? Ikutin keseruan berikutnya ya
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
Inget juga pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.
-----------------------
Sehabis makan Anto bergegas ke ruang keluarga, dia ingin mengetahui kado apa yang Dini berikan, namun dia sengaja membuka kado mamanya terlebih dahulu, lalu kado Sari dan Steve, selanjutnya kado besar dari Amora dan Arya yang di persiapkan Dini. Isi kado anak-anaknya adalah sepatu olah raga kembaran Dini dan Amora dan Anto dan Arya.
“Steve, main piano dong buat gue, nanti gue main gitar deh,” pinta Anto sambil dia ke ruang buku mengambil gitarnya di sana.
Steve pun menuju piano, membuka tutupnya dan mencoba beberapa nada. “Aku ga tau apa isi amplop ini, apapun isinya aku ucapkan terimakasih pada pujaan hatiku!” kata Anto memegang amplop biru dan membuka pita gold yang melingkari amplop tersebut. “Aku makin cintanyaVina, Steve,” pinta Anto pada Steve.
Steve mulai memainkan piano dan Anto memetik gitarnya, Arya yang suka musik memperhatikan daddy dan papanya dengan serius. Steve pun mulai bernyanyi dengan merdu. Sari sangat suka bila Steve mulai menyanyi. Dia berdiri di samping suaminya, memegang bahu Steve dengan tatapan penuh cinta.
Sekian lama kita bersama
Diantara banyak peristiwa
Sering aku tak mengerti
Perasaanku padamu
Mungkinkah ini tandanya cinta
Ataukah perasaanku saja
Kini baru kusadari
Yang sesungguhnya terjadi
Ternyata aku makin cinta
Cinta sama kamu
Hanya kamu seorang kasih
__ADS_1
Ku tak mau yang lain
Hanya sama kamu
Kamu yang terakhir
Yang kucinta
Anto membuka amplop saat lagu sampai pada reff, Steve terus memainkan piano mengiringi Anto membuka amplop tersebut. Mata Anto berkaca-kaca melihat kado Dini, dia berdiri dan menghampiri Dini lalu mencium keningnya berkali-kali. “Makasih cintaku, makasih,” peluknya tergugu. Dia tidak bisa berkata-kata lagi. Dia sangat berbahagia. Dia pun langsung menghampiri mamanya. “Minta doanya Dini dan anak kami sehat ya Ma, Dini hamil lagi,” pintanya pada mamanya sambil memberikan amplop berisi tiga test pack pada mamanya.
Bu Rahma langsung menghampiri Dini dan memeluknya erat. “Doa terbaik dari mama buatmu nduk,” dia sangat menyayangi Dini sejak anak ini SMP. Dia tak pernah merasa Dini adalah menantunya, melainkan anak kandungnya sendiri.
“Maturnuwun Ma atas doanya,” Dini membalas pelukan mamanya.
“Selamat bro, sekali lagi selamat,” Steve kembali mengucap selamat pada kakak iparnya.
“Wah mbak, deketan kita,” sela Dini, jarak kehamilan mereka selisih 3 atau 3,5 bulan
“Iya de, tapi mbak belum periksa, baru tahu hamil 2 hari lalu, besok Senin baru akan periksa jawab Dini bahagia.
“Mulai sekarang Arya di biasakan di panggil mas ya” tegas Anto pada semua.
“Kenapa dad?” tanya Amora.
“Yeeeeaay, Moya mau punya ade lagi,” Amora lompat-lompat tanda dia senang karena akan tambah ade lagi.
“Makasih ya cintaku,” Anto kembali mendekap Dini. Dia makin bingung untuk berkata-kata menggambarkan kebahagiaannya. Dia menghubungi mami untuk mengabarkan kehamilan Dini.
“Assalamu’alaykum Mi, Mami dan Papi sehat kan?” tanya Anto pada mami mertuanya.
“Wa’alaykum salam, iya kami sehat. ‘ni baru selesai main tenis,” jawab mami terengah-engah, dia masih di lapangan tenis, sedang suaminya masih di tengah lapangan menyelesaikan permainan double dengan teman-temannya. “Kamu dan anak-anak sehat kan?” tanya mami.
“Sehat Mi, Anto mau kasih tau aja, Dini mbobot mi, baru telat dan baru tau 2 hari lalu,” kata Anto memberi tahu mertuanya tentang kehamilan Dini (mbobot = hamil).
“Lho sudah tau 2 hari lalu koq mami baru di kabari?” tanya mami.
“Dini sengaja kasih surprise tumpengan ulang tahun Mi, dia juga baru kasih tau Anto barusan, kado ulang tahunnya test pack Mi,” Anto berkilah karena tidak ingin di salahkan mertuanya.
“Owalaah, kowe ulang taun tho, selamat yo Nto, bilang Dini jaga kesehatannya. Mami mau ganti baju dulu yo, papi sudah selesai main, nanti malam mami telepon untuk bicara dengan Dini,” jelas mami mengakhiri pembicaraan mereka.
__ADS_1
“Pak, wonten telepon saking bude Rina,” lapor mbak Siti ketika Anto baru saja menutup teleponnya dengan mami mertuanya. Simbok bilang ada telepon dari mbak Rina.
“Assalamu’alaykum mbak,” salam Anto.
“Wa alaykum salam de, sorry mbak telepon kesini karena HP mu sibuk terus. Selamat ulang tahun yo, semoga selalu bisa menjadi imam yang baik di keluarga kecilmu,” mbak Rina menjawab salam Anto dan mengucapkan selamat ulang tahun pada adiknya.
“Maturnuwun mbak, iya barusan telepon mami, ngasih tau Dini bakal punya bayi lagi,” sahut Anto bahagia “Dia kasih kejutan kado ulang tahunnya test pack mbak.”
“Alhamdulillaaah, selamat yo de, semoga selalu sehat dan ga rewel seperti kehamilan Arya yang 2 kali di rawat di rumah sakit.”
“Aamiiin, iya semoga ga rewel mbak, sepertinya yang ini engga, karena Dini juga santai aja,” jawab Anto, mengingat kehamilan Arya yang sangat menakutkan untuknya karena Dini pernah 2 kali bed rest di rumah sakit dan melahirkan di usia kehamilan 7 bulan.
***
PRASETYANTO POV
Aku inget doaku saat memegang tangan Dini ketika dia sedang kesakitan di ruang bersalin menjelang kelahiran Arya. Aku mohon agar aku saja yang merasakan ngidam dan sakit ketika melahirkan. Ternyata keinginanku itu saat ini mulai ku rasakan. Aku mulai muntah setiap pagi ketika usia kehamilan Dini menginjak 2 bulan. Awalnya Dini memijat dan membalur punggung dan perutku dengan minyak kayu putih, kami berdua mengira aku masuk angin. Namun karena mualnya terjadi tiap pagi maka Dini memaksaku untuk periksa ke dokter, dia was-was bila aku sakit.
Dokter bilang tak ada kelainan apapun, aku hanya di beri vitamin dan obat anti mual saja. Akhirnya tanpa sengaja aku mengeluh pada mas Imron ketika mbak Rina sedang telepon mama. Mas Imron mengatakan aku mengalami SINDROM COUVADE atau kehamilan simpatik, syndrome yang di alami oleh para suami, harusnya hanya rasa mual dan pusing saja yang di rasa oleh si suami, kenapa aku koq juga ngerasain ngidamnya ya?
Banyak hal dan makanan yang aku inginkan dan harus kudapat saat itu juga. Sekarang aku lebih suka bawa mobil Dini dari pada mobilku sendiri, entah mengapa aku langsung mual bila bawa mobilku. Dan setiap siang aku selalu minta mas Bowo, OB di kantorku membeli makanan yang aku inginkan. Kadang makanan itu makanan yan sebelumnya tidak aku suka seperti bakso pedas dan rendang di rumah makan padang.
Hari ini aku minta mas Bowo membelikan salak Pondoh yang masih dompolan, aku tak pengen yang sudah lepas dari tangkainya. Dan untuk makan siang aku minta di belikan nasi padang dengan lauk tunjang dan sambel ijo. Aku yang awalnya tidak suka makanan Padang karena tidak kuat pedas, sekarang tidak akan makan bila lauknya tidak pedas.
Dan sepanjang malam aku selalu ingin tidur dalam dekapan Dini, sedihnya gairahku untuk berhubungan sangat menurun. Aku tidak pernah punya keinginan terlebih dahulu.
-------------
Yuhuuuuuuuuuuuuuuuu, ga kerasa lho cinta kecilnya maz Anto akan berakhir, tapi biar ga penasaran ikuti ceritanya di bab berikutnya yaa, udah mau tamat koq.
Untuk menggantikan novel ini nantinya, yanktie SUDAH rilis cerita baru berjudul IMPOSSIBLE LOVE
Ceritanya tetap sederhana, membumi karena bukan tentang CEO tajir melintir bertemu dengan gadis sederhana!
Ceritanya tentang seorang pemuda cukup mapan yang baru lulus kuliah di London lalu jatuh cinta pada mantan gurunya.
Mantan guru pasti lebih tua kan? Dan hebohnya lagi si mantan guru adalah janda anak 3 lho!
Bisa ga pemuda lajang itu ngedapetin kepercayaan mantan ibu guru yang sudah sangat terluka karena berkali-kali di selingkuhi mantan suaminya dulu?
__ADS_1
ini covernya cerita berikutnya