
Masih lebaran 2022 hari kedua, bagaimana jadwal halal bihalal kalian? have fun ya
Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Kenapa yanktie selalu menyampaikan terima kasih untuk yang selalu setia membaca dan memberi like saat kalian selesai membaca bab cerita ini? Karena ada notif siapa aja yang kasih like.
Sekarang kita ikutin terus keseruan bab ini. Selamat membaca!
Yanktie ( eyang putri ) mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
--------
“Ke mana kalian saat berita itu baru beredar? Kalian tidak berupaya menyetop dan mengklarifikasi, karena kalian tidak tahu kebenaran berita fiktif itu ‘kan? Ke mana kalian saat saya di bully dengan sinis oleh para mahasiswa, karyawan bahkan teman sejawat? Saat kalian sudah menerima panggilan dari polisi baru kalian mencari saya untuk minta maaf? Kalau saat ini secara lisan saya maafkan, apa kalian yakin kasus akan berhenti?” Dini berkata tegas dan sedikit meninggi walau tidak keras.
“Kalian salah mencari musuh. Saya Rahdini Mustika menanti kalian semua di ruang pengadilan!” balas Dini lugas. Itu artinya jelas. Tak akan ada kompromi atau jalan damai. Dini berpaling pada sekretarisnya. “Rekaman sudah mbak? Simpan itu agar saya tidak disepelekan oleh mereka lagi. Jangan sampai di luar ruangan ini mereka kembali membuat berita palsu.”
Team 7 kaget, pembicaraan mereka kali ini pun masuk ke dalam file rekaman. Mereka sadar, mereka sudah menggali lubang kuburan mereka sendiri. Mereka pamit undur diri dengan penyesalan teramat dalam.
Esoknya pukul 09.00 para terlapor sudah siap di ruang interogasi polisi. Mereka diberi istirahat guna makan siang lalu di lanjut lagi dengan pemeriksaan selanjutnya. Awalnya hanya Indria dan Murni yang di dampingi orang tuanya. Murni adalah orang pertama yang melanjutkan berita itu ke group chat lainnya di luar group genks imoet. Yang lain belum memberi tahu orang tuanya. Ada seorang mahasiswi asal Lampung yang kost di Jogja sehingga sulit kalau orang tuanya harus datang ke Jogja. Tapi saat sebelum makan siang polisi menyatakan mereka adalah tersangka dan wajib langsung ditahan, maka yang belum didampingi orang tua segera lapor pada orang tuanya. Orang tua Indria juga langsung meminta putrinya didampingi pengacara, karena Indria adalah tersangka utama.
Para orang tua tersangka tentu sangat menyesalkan kelakuan putri mereka. Para orang tua meminta dipertemukan dengan pelapor, tapi polisi hanya memberikan nomor pengacara pelapor. Karena memang itu ketentuan yang benar. Bertemu dengan team Nurhidayat, S.H.,M.H., tentu saja akan menemui jalan buntu bila minta keringanan apalagi negosiasi di luar hukum.
__ADS_1
Tak ada ampun dari pelapor dan team pengacaranya. Saat di sidang kedua, Anto yang datang dengan team pengacaranya bahkan tak mau bersalaman dengan pak Husni ayah Indria. Padahal dia kenal baik paman Shinta itu. Dia sangat benci dengan keturunan yang mempunyai hobby merusak dirinya dan keluarganya itu. Anto akan membidik sangsi terberat bagi Indria. Beberapa kali pak Hendro dan bu Gita menghubunginya, dia tetap tak mengubah keputusannya. Dia sudah tak peduli lagi.
Saat di sidang ke empat, sebelum ada keputusan dari pengadilan, kampus sudah menjatuhkan hukuman terlebih dahulu kepada ketujuh terdakwa dengan memberi hukuman dikeluarkan dengan tidak hormat dan tidak diperkenankan mendapat salinan nilai mata kuliah. Skripsi yang sudah ditulis dan tinggal mengikuti ujian otomatis tidak bisa mereka pertahankan. Dari sangsi akademis seperti ini saja para terdakwa sudah down mentalnya. Perjuangan mereka mendapat nilai terbaik selama hampir 4 tahun langsung hangus karena kelincahan jemari mereka menulis chat di group. Belum nanti mendapat hukuman dari pengadilan.
Di kampus, banyak mahasiswa yang malu karena pernah melecehkan status Dini. Walau karena rumors itu, terkuak status pernikahan Dini yang sudah pernah nikah dan bercerai, sebelum pernikahan yang sekarang. Di persidangan pihak pengacara pelapor memberu bukti copy surat cerai Dini dengan Harry dan copy surat nikah dengan Anto. Suatu hal yang tadinya tak diketahui umum. Fakta itu memang harus dibuka saat persidangan untuk mematahkan rumors yang tersebar. Para karyawan dan dosen yang juga pernah melecehkan Dini pun juga malu. Lebih malu lagi karena Dini tak membalas sindiran mereka kala itu. Dan sekarang saat mereka mendengar fakta, mereka merasa rendah diri di depan Dini.
Kembali ke rutinitas, Dini dan Tiara masih asyik mengajar, tak peduli kalau teman-teman dosen yang pernah menyindir Dini sebagai istri simpanan sedang kalang kabut akibat malu begitu mendengar Dini bukan perempuan seperti yang mereka duga selama ini. Tiara merasa bersyukur, dia percaya pada Dini dan tak pernah menilainya dengan tidak baik. Persahabatan mereka memang tanpa menghitung untung rugi. Tiara sama seperti Dini mahasiswa perantauan di Jogja, dia asal Bandung, mengambil S2 di Jogja, lalu lebih betah tinggal di Jogja. Mungkin karena merasa sama-sama perantauan jadi mereka dekat.
“Din, bagaimana hasil sidang pagi tadi?” tanya Tiara sore ini sehabis mereka menunaikan tugas sebagai dosen. Mereka sedang di kantin fakultas untuk makan siang yang terlambat.
“Aku tadi tanya Maz Anto, sepertinya pengacara team tujuh sedang ngotot mereka bisa mendapat keringanan untuk bisa mendapat surat ijin pindah kampus, artinya nilai mata kuliah yang sudah lulus bisa diperhitungkan nanti di kampus baru. Hanya pengadilan bilang itu bukan wewenang mereka, karena tidak ada relevansi dengan kasus yang disidangkan. Itu berkaitan dengan kampus. Pengadilan meminta pengacara team 7 mengurus langsung ke kampus.” Dini menjelaskan apa yang tadi dia terima dari suaminya. Anto juga tak datang ke persidangan tadi pagi, dia percaya penuh pada pengacaranya.
“Iya bener lah enggak ada relevansi dengan persidangan. Wong itu urusan dengan kampus. Masa sekelas pengacara enggak ngerti hal itu. ‘Kan aneh. Apa mereka hanya mengulur waktu biar dianggap persoalan sangat pelik lalu minta bayaran lebih dari kliennya?” Tiara malah bikin asumsi sendiri.
“Mom, tadi bu Gita kembali menghubungi Maz di kantor. Minta agar Maz membantu bicara ke pihak kampus. Untuk mengurangi sangsi akademis dari kampus. Maz bilang enggak bisa nembus kebijakan kampus. Itu ranah yang beda dengan yang kita ajukan,” Anto bercerita keseharian yang terjadi hari ini seperti kebiasaan mereka.
“Kampus memberi sangsi karena status terdakwa yang para mahasiswi itu sandang Maz. Kampus tentu enggak mau namanya cemar membela terdakwa. Saat ini media online sangat dominan. Apa jadinya bila pihak kampus disebut melindungi orang bersalah. Kalau mereka punya kasus terdakwa, tapi terlihat bahwa kasus bisa dimenangkan terdakwa, mungkin sangsi bisa lebih ringan. Ini ‘kan jelas, status terdakwa mereka dipastikan akan terbukti bersalah.” Itu asumsi Dini.
“Iya, Maz ngerti. Lagi pula apa gunanya Maz ngebela mereka yang jelas-jelas enggak punya otak? Mahasiswi tapi bertindak tidak mikir. Mereka enggak mikir dampaknya ke nama baikmu. Yang penting ego ngerumpi mereka terpuaskan,” Anto selalu kesal bila mengingat istrinya menjadi bintang utama gosip murahan di kampus.
“Itu juga buat pembelajaran mahasiswa lain agar tidak sembarangan menyebar info yang belum tentu akurasinya. Apa lagi para dosen dan karyawan yang juga termakan dengan issue itu,” jelas Dini.
__ADS_1
“Mommy juga harus maju terus, jangan kendor untuk mengejar gelar profesor ya?” Anto berkata sambil menciumi kening istrinya. Dini yang mendapat sentuhan manis suaminya langsung mengangkat wajahnya. Dikecupnya dagu suaminya lembut.
“Kamu mancing Mom,” desah Anto. Dia menurunkan posisi badannya dari duduk bersandar menjadi berbaring sejajar. Pertempuran panas malam itu tentu tak bisa dihindari oleh pasangan yang mencinta sejak SMP itu.
------------------------------
Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.
Salam manis dari Jogja
Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.
TELL LAURA I LOVE HER berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.
Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.
Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix 95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan mobil yang diikutinya. Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita.
Saat August sedang melakukan santunan di panti asuhan, August berkenalan dengan Laura yang menjadi tenaga pembimbing di sana. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.
Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?
__ADS_1