CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
52 MOYA MAU DIGENDONG DADDY?


__ADS_3

“Ama mereka gue cari kepuasan, kemaren pagi aja gue masih maen ama Tulus, kalau Anto gue ga tau dia bisa muasin gue ga, yang penting gue punya status jadi bininya. Itu aja sih target gue, kalau buat kepuasan gue bisa dapet dari mana aja” jawab Shinta santai.


Mereka ga tau, calon pengantin pria mendengar semua percakapan rahasia mereka.


***


3 minggu sejak pertemuan awal panitia reuni, maka team inti mencoba membuat jadwal pertemuan kedua. Team inti yaitu Steve, Anto dan Leo berupaya lebih banyak yang hadir dipertemuan berikutnya, sehingga akan lebih banyak suara yang akan mereka tampung sebagai bahan pemikiran reuni mereka nantinya. Untuk itu undangan meeting telpon dilakukan seminggu sebelum pertemuan, tidak mendadak seperti pertemuan pertama.


Leo dan Steve datang hampir berbarengan, menjadi peserta pertama yang hadir, memang team inti sepakat mereka datang 1 jam lebih awal dari teman-teman lainnya agar mereka bisa lebih dulu ngobrol intern mereka.


Anto datang dengan wajah duka, dia terlihat enggan bicara. Kedua sobatnya sadar ada sesuatu yang menjadi persoalan berat dari ketua panitia reuni ini. “Kenapa lo? Muka kaya baju belum disetrika gitu” sapa Leo yang menjadi sekretaris panitia reuni sambil salaman ala anak genk, yaitu saling menempelkan kepalan tangan.


“Bukan belum disetrika, tapi malah belum dicuci” timpal Steve si bendahara panitia reuni. “Hahahaha” Steve dan Leo ketawa berbarengan. Namun yang di goda hanya diam saja.


“Udah ga usah ngurusin gue, sekarang progres kita gimana, sudah dapat banyak nama dan nomor kontak teman-teman belum?” tanya Anto pada Leo.


“Lo sadar ga, nanti Dini datang? Lo mau dia liat muka busuk lo gitu? ( dalam dialek Ambon, muka busuk artinya muka jelek atau muka kusut ). Mending lo cerita dulu dikit kekita, biar lo plong” jawab Leo memberi pencerahan pada Anto.


Anto baru inget Dini berjanji datang kali ini. “Busyeeet, saking betenya gue sampe lupa nanti Dini bakal dateng ya” jawab Anto terperangah. Dia sungguh ga inget tentang Dini, dia hanya sedih karena membuat mamanya terluka begitu tau tentang pernikahannya.


“Gue sedih, nyokap gue terluka” cerita Anto. Lalu diceritakan jebakan Shinta padanya. Steve yang mendengar sepak terjang Shinta ga kaget, karena beberapa temannya pernah melihat Shinta gonta ganti pasangan. Sedang Leo hanya diam terpaku.


“Mending sekarang lo cuci muka, sisiran dikit, lalu atur tu senyum lo biar Dini ga pingsan liat muka lo. Baru kita mulai bahas data yang udah masuk ke gue” saran Leo.


Anto menuruti saran Leo, dia bergegas ke toilet, merapikan sedikit penampilannya. Saat dia kembali ke mejanya, saat yang berbarengan Dini datang dari arah berlawanan. Mereka sampai di meja berbarengan. Ternyata secara diam-diam Leo meminta Dini datang 30 menit sebelum jadwal yang sesungguhnya. Dini yang tidak tau jadwal pertemuan ya datang sesuai undangan yang diberikan Leo.


“Hallo sayangku” sapa Steve sambil memeluk Dini dan cipika cipiki pada sahabatnya itu.


“Kangeeeeeeeeeeeeeen” balas Dini sambil memeluk erat Steve.

__ADS_1


“Woiiii ada gue disini ga dianggep nih” goda Leo.


“Ama kamu mah biasa ketemu, ga kangen lah” jawab Dini sambil cipika cipiki pada adik iparnya itu.


“Assalamu’alaykum de, pa khabar” tanya Anto yang dapat giliran terakhir.


Dini memeluk Anto erat, dia membenamkan kepalanya di dada Anto, terisak tanpa kata dan tak membalas salam yang Anto berikan.


Anto mengangkat wajah Dini dari dadanya dengan tangannya. Dihapusnya air mata diwajah kekasih hatinya itu dengan kedua ibu jarinya. “Jangan nangis, ini tempat umum de. Dan kalau dapat salam itu dibalas” lanjut Anto.


Dini kembali menaruh wajahnya didada Anto, kembali memeluk erat pria yang pernah mengisi hatinya. “Wa’alaykum salam maz” bisiknya.


“Duduk woi, malu diliatin orang” Leo mengingatkan kakak iparnya.


“Eh lupa, Yo pacarmu ikut lho” kata Dini sambil melepas pelukannya pada Anto. “Mbak” panggil Dini pada ART nya yang sedang menggendong Amora yang tertidur.


“Wah kekasih hati gue ikut” kata Leo melihat Amora di gendongan ART, dia mencolek-colek pipi gembil keponakannya, namun tangannya ditepis Dini. “Jangan ganggu ah, nanti dia kaget bangun malah rewel.” tegur Dini.


Sementara dimeja team inti Steve bertanya mengapa Dini datang sebelum pertemuan? Leo menerangkan dia sudah memprediksikan akan ada drama saat pertemuan Anto dan Dini, makanya dia meminta Dini datang awal. Selain itu juga dia butuh usulan Dini sebelum teman-temannya hadir.


Anto memukul kepala Leo saat mendengar prediksi Leo tentang dirinya. Dia juga ga nyangka Dini akan memeluknya seperti tadi apalagi sambil menangis seperti itu. Dia turut sedih akan nasib pujaan hatinya itu, walau nasibnya sendiri tidak lebih baik, namun dia merasa dia mampu melewatinya.


Team inti dan Dini melakukan diskusi awal. Steve sangat senang karena banyak ide dan usulan yang Dini sampaikan untuk kesuksesan acara reuni yang akan mereka adakan.


“Udahlah Din, lo ikutan jadi panitia aja ya, ide-ide lho tu bagus banget. Dari dulu sayangku ini emang paling joss.” bujuk Steve.


“Hehehe, ga lah Steve, sekarang focus gue ke bidadari kecil gue, dia lagi butuh perhatian gue” tolak Dini.


“Kalau gitu, maz boleh minta no HP mu ga? Biar kalau maz atau Steve mau tanya saran bisa langsung ke kamu, ga perlu via calo dulu” pinta Anto sambil memandang Leo.

__ADS_1


“Sialan lo, emang gue calo” balas Leo yang merasa disindir.


“Yo, lo ga kasih nomor gue ke mereka?” tanya Dini.


“Lo sendiri yang larang, bilang jangan kasih nomor lo kalau lo ga ijinin, ya ga gue kasih lah. Ntar gue dipecat jadi menantu, kasian pacar gue nanti” canda Leo.


“Ok, nomor ade 0816 ... ” jawab Dini.


“0816 ... eja Anto memastikan nomor yang akan dia save adalah benar, dia pura-pura baru mengetahui nomor Dini saat ini. “Maz misscall ya, kamu save nomor maz” kata Anto.


Steve pun melakukan misscall seperti yang Anto lakukan, agar nomornya disimpan oleh Dini.


“undaaaaa ... ” sosok mungil chubby berlari menuju meja Dini.


“Princess bunda sudah bangun ya” peluk Dini sambil membopong Amora dan menciuminya. “Coba liat ini siapa?” tanya Dini sambil menyodorkan wajah Amora ke wajah Leo.


“Ooooooooooom” teriak Amora bahagia, dia langsung menyodorkan kedua tangannya agar Leo menggendongnya. Leo menggodanya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Amora memperlihatkan muka kecewa, dia memonyongkan bibirnya dan mengangkatnya kehidung seakan-akan hendak menangis


“Hahahahaaaa pacar Om mau nangis ya” kata Leo sambil bangkit dari duduk untuk menggendong keponakannya tercinta.


“Sama papa aja sini” kata Steve sebelum Leo menggendong Amora. Amora terpaku melihat wajah asing didepannya yang berniat menggendongnya. Dia ragu lalu menggeleng-gelengkan wajahnya. “Papa sayang Amora lho” bujuk Steve lagi.


“Moya nda au” geleng Amora sambil menyembunyikan wajahnya dibahu Dini.


“Sama daddy mau?” sapa Anto lembut. Dini sedikit bergeser agar Amora bisa melihat Anto. Anto membelai puncak kepala Amora, gadis kecil yang keberadaannya diperut Dini membuat dirinya terhempas jauh. Namun dia tau gadis kecil ini sangat kekurangan figur ayahnya karena sejak usia 10 bulan sudah tidak bertemu dengan ayahnya. Anto mendekati kearah Dini, sehingga dia bisa mengecup kening Amora.”Moya mau digendong daddy?” tanyanya lagi.


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini, masuk ke perkenalan daddy dengan little princess nya nih.


Biar ga penasaran ikutin ceritanya di bab berikutnya yaa

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote serta komennya


Inget pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  ya


__ADS_2