CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
84 KAMU CEMBURU??


__ADS_3

84 KAMU CEMBURU??


Namun aku sedikit ragu, karena seingatku Steve pernah cerita Anto sudah di jodohkan. Mungkin kali ini aku harus mundur. Namun aku bertekad bila sekali lagi Anto menyatakan cintanya, aku akan menerimanya, apapun rintangannya akan aku hadapi. Walau aku belum akan segera membina rumah tangga kembali, aku ingin menyelesaikan dulu studyku


“Maz, cukup dulu ya, biar Amora makan dulu” aku menginterupsi obrolan sepasang kekasih yang sedang mencurahkan rasa rindunya itu


“Moya, sudah dulu ya sayang, sekarang Moya cuci tangan lalu maem terus bobo, besok daddy telpon lagi. Sekarang kasih HP nya ke mommy, ok?” kudengar dia meminta Amora mengakhiri obrolan mereka


“Hallo de” sapanya


“Kenapa maz?” tanyaku


“Maz juga kangen sama mommynya Moya lho,” bisiknya membuatku melambung tinggi


“Jangan serakah deh maz, masa semua-semua dikangenin” tukasku, aku ga ingin dia nge gombal, karena aku tau dia sudah punya calon dari mamanya


“Serius de, 2 hari maz kaya orang pertama kali jatuh cinta, tapi kemaren tu mau telpon Moya pas senggang udah malam, pasti dia udah tidur, kalau mau telpon mommy nya takut ganggu juga, ya wis maz tunggu hari libur aja” jelasnya tanpa rasa bersalah


“Nanti ada yang marah lho maz kalau kangen ama orang Jogja” kataku, aku ga ingin dicap sebagai pengganggu hubungan orang.


“Maksudmu apa de?” tanyanya


“Enggaklah” jawabku, aku ga enak menyampaikan fakta yang aku sudah tau


“De, please, maz ga becanda, maksudmu apa? Siapa yang marah kalau maz kangen sama kamu dan Amora? Harry?” desaknya, aku mendengar nada bicaranya sudah tinggi


“Engga maz, cuma becanda” jawabku, ga ingin melanjutkan pembahasan ini


“Kalau kamu ga jawab, sekarang juga maz cari tiket berangkat ke Jogja, kamu tunggu aja kita selesaikan disana. Assalamu’alaykum” jawabnya ketus langsung memutuskan sambungan telpon

__ADS_1


Iiih koq ditutup gitu aja sih, aduuuh mana dia bilang mau langsung cari tiket ke Jogja lagi. Wah ga bisa nih, aku harus segera menyelesaikan masalah ini. Aku harus segera telpon dia lagi, pikirku sambil langsung men dial nomornya


Telpon segera terhubung, dia langsung mengangkatnya, tanpa salam aku langsung berkata :  “Maz, jangan emosian gitu dong”


“Kamu yang aneh, maz tanya ga dijawab, daripada bingung kan mending langsung kesana”. jawabnya masih dengan nada kesal. “Sekarang jelasin apa maksud kamu tadi, dan jangan bilang kamu hanya becanda, karena nada bicaramu bukan nada becanda” lanjutnya


“Iya ade ngaku salah, maksud ade ga enak kalau calonmu tau maz kangen ama Amora nanti dia cemburu” jawabku takut


“Calon yang mana de? Siapa maksudmu? Serius maz ga ngerti, karena maz ga punya pacar apalagi calon” jawabnya tegas


“Ade tau, maz udah di jodohin kan ama mama? Udah ada pertemuan keluarga kan?” cecarku


“Kamu tu dapat info dari mana? Mama sudah kapok lihat maz sedih, dia ga akan nyuruh maz nikah lagi kalau bukan dari pilihan maz sendiri, dan kamu tau kan kedekatan maz ama mama, maz udah cerita ke mama, yang maz mau cuma kamu, itu makanya mama sedih kamu pindah Jogja kamu ga pamit mama, apalagi kalau mama dengar kamu kemaren datang ke Jakarta ga main ke rumah” cerocosnya tanpa jeda


“Yang sudah ngobrol dengan orang tua perempuan itu di rumah makan siapa dong?” tanyaku bingung


Hening sejenak, dia ga bicara, entah apa yang sedang dia pikirkan. Akhirnya dia berkata : ”Astagfirullaaaaaah, maz ingat sekarang, kamu dengar dari Steve ya de?.


“Kalau dia orang yang diserahi membangun rumah itu, artinya kan kalian sering ketemu ngebahas detil rumah” kataku menyampaikan pikiranku


“Dia sudah 2x menghubungi maz, dia juga sudah 3x datang ke kantor tapi maz ga nemuin dia, maz minta datanya dikirim ke email kantor aja, ga ke email personal, malas de ngeladenin keluarga bu Gita, sejak awal maz ga suka aja ama dia” jelasnya


“Tunggu tunggu tunggu, ceritanya ada yang cemburu ya de” katanya


“Siapa juga cemburu? Engga tuh” jawabku, serius aku jadi gugup dia mengetahui apa yang kurasa


“Cie cie cie, malu ngaku, maz ngebayangin mukamu pasti merah deh de” godanya


Aku pasti akan kalah bila dia menggoda terus, lebih baik kusudahi saja pembicaraan ini : “Udah ah, aku mau mboboin Amora”

__ADS_1


“Jangan ngambeg lagi ya cintaku” katanya Anto. “I love you my future wife” lanjutnya


 Dia kembali menyatakan cintanya, seperti niatku tadi, aku akan membalas perasaaannya, aku ga akan perduli lagi omongan orang, aku akan memperjuangkan kebahagianku : “I love you too maz”


“De” panggilnya pelan, seakan dia ga percaya mendengar jawabanku


“Hm” jawabku


“Serius jawabanmu barusan” dia kembali bertanya memastikan


“Apa salah jawabanku?” balasku


“Makasih ya cintaku, kamu kasih maz kepastian. Ya wis kamu kelonin anakku dulu sana. Sekali lagi makasih cintaku. Assalamu’alaykum” jawabnya memutus sambungan pembicaraan kami. Enak aja dia bilang Amora adalah anaknya. Wah awas ya tu bapak


***


Sejak cintanya diterima, Anto rutin menghubungi Dini sehabis Isya, dia tau pada waktu itu Amora belum tidur dan bisa ngobrol sesaat sebelum bersiap tidur. Sedang komunikasi dengan Dini malah jarang bicara lama


Puspita kembali berjalan memasuki lobby bank of India tempat Anto bekerja, dia sudah sangat tertarik pada duda almarhum kakak sepupunya itu. Menurutnya wajah Anto sangat gagah, dan saat menghisap rokok terlihat macho, dia suka type Anto. walau terlihat jutek tapi tetap manis. Dia sudah jatuh cinta saat melihat Anto datang ke pertemuan pertama mereka. Awalnya dia ga mau di jodohkan dengan bekas kakak sepupunya walau budenya bilang bila dia berhasil menikah dengan Anto maka perusahaan budenya akan diwariskan ke Anto, sesuai niat awalnya ketika Anto menikah dengan Shinta. Kali ini dia ga mau mengirim rancangannya via email, dia ingin bisa langsung bertatap muka dengan pria yang sudah membuat dadanya berdebar-debar


“Siang mbak, saya mau ketemu pak Prasetyanto di ruang berapa ya?” tanyanya sopan kepada resepsionis di lobby


“Sudah buat janji bu?” tanya petugas disana


“Belum, hanya saya ingin menyerahkan langsung data ini” kata Puspita menunjukan gulungan kertas rancangannya


“Tinggalkan identitas anda bu” jawab petugas sambil menyiapkan kartu tanda pengunjung kepada Puspita. “Dilantai 4 ya bu, nanti disana tanya aja ruangan beliau”


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya ya


jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya


__ADS_2