
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Mbak Dini tu menantu idaman banget ya, sayang mama nya Harry ga pernah mau buka mata. Gimana keseruan cerita ini selanjutnya? Lanjut baca deh
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
Inget juga pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.
-----------------------
“Mulai sakit maz, sakit banget,” rengek Dini.
“Iya Mom, daddy tau sakitnya, tapi daddy yakin Mommy kuat, Mommy pasti berhasil. Tarik napas seperti saat latihan senam hamil ya, sebentar lagi pasti di pandu buat ngejan ama dokter nya,” Anto menciumi pipi dan dahi Dini, kadang sekilas di kecup nya bibir istrinya, menyalurkan kehangatan agar Dini berkurang stress nya. “I love you mom. I always love you” bisiknya, dia erat memeluk Dini yang sedang kesakitan.
“Ayo bu, kita mulai ya perjuangannya. Ibu tarik napas panjang lalu mulai mengejan ketika saya hitung di angka 3 ya, ibu push kencang di angka tiga, selain saat itu jangan dorong, jangan ngepush karena hanya akan menimbulkan sakit dan ibu lemah. Ibu sudah pernah dua kali melahirkan jadi saya yakin ibu tau ya, jangan panik. Semua akan baik-baik saja. Kita mulai dengan Bismillah ya,” pandu dokter yang akan membantu persalinan Dini.
Anto memegang wajah Dini dalam dekapannya, dia memberi spirit istrinya “Bismillah mom, insya Allah lancar. Mommy focus di panduan dokter ya,” bisiknya sambil sesekali mencium pipi Dini.
Tidak pakai drama berkepanjangan, GPL ( ga pake lama ) bayi mungil terdengar menjerit ketika keluar dari rahim Dini. “Alhamdulillah jagoannya sudah lahir bu, lengkap. Kami bersihkan dulu ya sambil merapikan jalan lahir ibu,” ucap dokter memberitahu kondisi bayi yang di lahirkan Dini.
“Alhamdulillah mom, makasih ya udah kembali berjuang, sehat terus ya cintaku. Bayi kita jagoan lagi sweet heart,” bisik Anto sambil tak lepas menciumi wajah istrinya. Di ciumi pipi,mata, hidung kening dan bibir Dini mengungkapkan betapa bahagianya dia.
Anto keluar ruang bersalin karena dokter akan menjahit bekas sobekan di jalan lahir Dini. Dia menghampiri mamanya yang belum tidur, masih jam 10 malam. “Alhamdulillah laki-laki ma, sehat dan Dini juga sehat,” cerita Anto pada mamanya. Dia meraih tangan mamanya dan menciumnya berkali-kali tanpa mampu mengucap kata-kata. Dia semakin sadar perjuangan mamanya memperjuangkannya sejak dia di kandungan sampai saat ini, tak pernah putus doa mama untuk semua anak dan menantunya dan pasti juga untuk cucu-cucunya.
Anto langsung menghubungi mami, mbak Sashi, mbak Kiran, mbak Rina serta Steve, mengabarkan kelahiran jagoan kecilnya.
__ADS_1
***
Jam 8 pagi, saat Anto sedang menyuapi Dini sarapan, mami dan papi masuk ke ruang rawat Dini. “Assalamu’alaykum,” sapa mereka penuh bahagia.
“Wa alaykum salam, mami koq udah sampai sini aja,” Dini menjawab salam maminya dengan bahagia. “Mama baru aja pulang di antar Steve, semalam mama nginep sini. Papi sehat kan?” cerocosnya.
“Mami bingung njawab e de, semalam pas kamu telepon papi langsung pesan tiket penerbangan pertama, jadi saat semalam kamu sudah lahiran kami sudah ga sabar banget, tapi emang penerbangan semalam sudah penuh semua,” balas mami nya.
“Alhamdulillah papi sehat,” balas pak Iman, papinya Dini. “Selamat ya de,” ucapnya sambil mencium kening putri bungsunya.
“Siapa nama jagoan kalian?” tanya papi lagi.
“Abbhie Devandra Soekarso pi, artinya pemimpin besar yang pemberani,” jelas Dini
Flash back on
Steve datang saat Dini dan Anto diskusi nama jagoan mereka. Karena tidak ingin tahu jenis kelamin bayinya melalui USG maka mereka mempersiapkan 4 nama, Anto dan Dini masing-masing mempersiapkan nama bayi perempuan dan bayi laki-laki. Akhirnya di pilihlah nama abbhie yang artinya pemberani dan devandra yang artinya pemimpin besar.
Flash back off
***
Baby Abbhie menyusu dengan sangat kuat, Dini kewalahan dengan sedotan Abbhie yang langsung membuatnya kelaparan sehabis menyusui. “Dadd, Abbhie rakusnya kayak daddy, liat kalau dia nyedot, bikin mommy langsung lapar bawaannya,” lapor Dini saat Anto memasuki kamar mereka malam ini.
“Jangan suka gitu mom, kalau ga seperti daddy masa dia mirip tetangga, tapi ya ga gitu juga ah, daddy lembut koq kalau nyedot,” balas Anto menggoda Dini.
__ADS_1
“Maksud mommy tu kalau daddy maem, bukan nyedot,” jawab Dini jengah.
“Hahaha, dede Abbhie kan baru bisa nyedot, masa dia rakus seperti daddy saat maem, kan aneh,” goda Anto. “Mommy ngatain kamu rakus ya de?” Anto menjawil pipi Abbhie yang makin chubby saja di usianya yang baru 2 minggu. “Tapi emang beda dengan saat mas Arya ya mom, mas Arya lebih kalem mimiknya,” Anto membenarkan pendapat Dini saat memperhatikan kegiatan Abbhie yang sudah mau merem tapi masih aja kuat nyedot ASI nya.
“Dad”... Dini menggantung ucapannya, menunggu reaksi Anto.
“Kenapa cinta, ada yang mau kamu bilang?” tatap Anto memastikan, dia tahu bila Dini hanya memanggilnya seperti itu lalu terdiam, artinya Dini ingin ngomong serius tapi ragu, kadang Dini takut dia menyinggung Anto.
“Cukup 3 ya, jangan nambah lagi boleh?” tanya Dini ragu.
Anto sebenarnya juga sependapat dengan Dini, bahkan ketika harus berhenti di Arya pun dia sudah tidak menuntut lebih, kehamilan Abbhie kan kebobolan, bukan mereka rencanakan. Walau mereka tak akan menampik rizky yang mereka dapatkan. Namun Anto ingin tahu apa alasan Dini ingin menyudahi punya bayi lagi, maka dia bertanya “Kenapa mom, cape hamil dan melahirkan?”
“Engga, ga cape, tapi kalau boleh cukuplah, daddy ga pengen nambah sampai punya anak perempuan kan?” sahut Dini.
“Astagfirullah mom, kita sudah punya anak perempuan lho, ngapain daddy mengharuskan mommy punya anak perempuan lagi, semua anak daddy, daddy terluka bila mommy berpendapat begitu, seakan mommy masih ga percaya cinta daddy tulus buat Amora,” Anto serius sedih mendengar alasan Dini. Dia keluar kamar dan duduk di ruang keluarga.
Dini menidurkan Abbhie yang sudah tertidur kekenyangan. Dia keluar mencari suaminya. “Dad,” sapanya sambil memeluk kepala Anto yang duduk di karpet sedang dia duduk di kursi atasnya. Di ciumnya pipi Anto dan membisikan : “Maaf ya kalau mommy salah.”
“Mommy jelas salah, sangat salah karena beranggapan seperti itu, daddy sakit mom. Kalau mommy ingin berhenti karena merasa jumlahnya sudah cukup dan ga ingin daddy minta nambah lagi, daddy akan terima, tapi kalau alasannya meminta daddy berhenti ingin tambahan anak, karena takut di kejar daddy minta anak perempuan itu salah besar. Buat daddy selesai di Arya aja sudah cukup. Daddy ga minta nambah kan, kita dapat Abbhie karena rizky tak terduga, kita sama-sama lupa untuk segera menjadwalkan pasang IUD lagi. Kamu tu ke..”
-----------------
Yuhuuuuuuuuuuuuuuuu, ga kerasa lho cinta kecilnya maz Anto akan berakhir, tapi biar ga penasaran ikuti ceritanya di bab berikutnya yaa, udah mau tamat koq.
Sambil nunggu yanktie update episode-episode akhir baca cerita milik teman yanktie yang ceritanya super keren. Judul buku RANJANG SANG MAFIA tulisan Yayuk Triatmaja, gambaran singkatnya seperti ini
__ADS_1
Maya Larasati seorang sekretaris yang sangat cantik dan mempunyai seorang kekasih. Kekasihnya ingin menikahinya agar tidak ada orang yang yang memilikinya dan menyuruhnya untuk berhenti bekerja. Maya sebenarnya sayang kalau berhenti bekerja tapi karena sangat mencintai kekasihnya membuatnya berhenti bekerja dan mereka pun menikah. Uang pesangon Maya sangat besar membuat suaminya menyuruh untuk membeli rumah yang besar dan Maya pun setuju. Cobaan datang ketika keluarga suaminya ikut menumpang di rumahnya dan memperlakukan Maya seperti pelayan ditambah suaminya selingkuh membuat Maya mengajukan berpisah. Di tengah keterpurukan Maya bertemu dengan sang mafia. Apakah sang mafia bisa meluluhkan hati Maya yang sudah membeku.