CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
157 MELEPASMU KE PERISTIRAHATAN TERAKHIR


__ADS_3

Hai hai para kesayangan yanktie, sehat semua kan? Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Kenapa yanktie selalu menyampaikan terima kasih untuk yang selalu setia membaca dan memberi like saat kalian selesai membaca bab cerita ini? Karena ada notif siapa aja yang kasih like.


Sediiiiiiih. Cinta Anto dan Dini harus berakhir sampai sini. Sekarang kita ikutin terus keseruan bab ini. Selamat membaca!


Yanktie mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….


Maturnuwun.


--------


Pukul 01.43 jenasah Dini dan rombongan tiba di rumah duka. Anto yang baru saja tersadar sejak tadi memegangi dan menciumi tangan dingin istrinya. Matanya sudah bengkak. Begitu sampai di rumah, papi memaksa Anto makan bubur dan minum wedang jahe. Tadi sebelum mereka meluncur pulang memang bu Rahma memerintah simbok masak bubur untuk Anto yang sejak siang belum makan apa pun.


Walau berat Anto menelan bubur yang disiapkan untuknya. Dia harus kuat karena ada tiga anak yang akan bergantung padanya. Dia belum bisa membayangkan apa yang akan dia katakan pada Amora dan Arya nanti ketika mereka bangun?


Dipandanginya wajah tenang istrinya.* ‘Kamu tega Mom ninggalin aku.’*


***


Satu persatu kerabat yang hadir di pemakaman segera meninggalkan pusara Dini yang baru saja di tutup. Anto dan Amora dalam dekapannya enggan beranjak untuk meninggalkan rumah abadi kekasih hati mereka. Buat Anto dunia seakan berhenti berputar. “Kamu enggak boleh terlalu lama disini. Kasihan Dini kalau kamu tidak segera beranjak,” bu Dyah menasehati menantunya. “Semua kehilangan dia, tapi masih ada anak-anak yang butuh perhatian dan cintamu. Kamu harus kuat.”


‘Kamu pusat gravitasi hidupku, bagaimana aku akan melangkah tanpa hela napasmu lagi?’ Anto menanyakan hal itu pada Dini yang sudah terbaring di dalam makamnya.


“Daddy, apa daddy akan cari mommy pengganti? Aku tidak mau kalau itu terjadi. Aku akan tinggal dengan eyang saja di Jakarta.” Celetuk Amora menyadarkan Anto dari lamunannya. Bagaimana mungkin dia bisa mencari sosok lain, selain istrinya? Bahkan saat dulu belum ada anak dan masih lajang, dia menikah hanya karena kasihan dengan mama, bukan karena dia ingin mencari perempuan pengganti Dini yang saat itu terpaksa menikah dengan Harry. Padahal saat itu Dini belum jadi miliknya seutuhnya. Baru taraf dia mencintai. Bagaimana dia dapat mencari pengganti saat mereka sudah bersatu seutuhnya. Andai tak ingat kewajibannya sebagai ayah dari tiga anak, mau rasanya dia ikut menemani Dini dalam selimut dingin tanah merah.

__ADS_1


“Tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan Mommy untuk Daddy dan dirimu sayang. Mommy tak mungkin tergantikan oleh siapapun dan sampai kapan pun.” Anto mendekap Amora dan tanpa malu dia kembali menangis tergugu, sambil memeluk erat kepala anak perempuannya.


Di mobil Anto bersandar, karena sudah dua malam sejak Abbhie demam dia tak dapat tidur, tanpa bisa dicegah dia terbawa arus dan tertidur. Tak berapa lama dia merasakan getar ponselnya berkali-kali. Diambilnya ponselnya sambil terkantuk dan dilihatnya nama pemanggil adalah my lovely wife.  Siapa yang memegang ponsel Dini?


***


Robby sedang bersiap untuk berangkat ke Jogja, sudah sangat lama dia tidak pernah bertemu dengan Anto dan Steve. Namun jujur, tujuannya bertemu kedua sahabatnya adalah ingin melihat sosok Dini yang pernah membuatnya jatuh bangun saat mereka SMA dulu. Andai dulu dia bisa lebih tegas menghadapi Harry, tentu dia bisa mencegah Harry melakukan pemerkosaan akibat diputus cintanya oleh Dini. Andai dulu dia tak memenuhi permintaan Harry menyerahkan pacarnya, tentu dia masih bersama Dini dan mungkin mereka sudah punya beberapa anak. Andai dulu dia tak menyerahkan Dini, tentu dia tidak akan merasa sakit dikhianati Melly tunangannya menjelang pernikahan mereka. Dan masih banyak andai lainnya .…


*‘Harusnya dulu aku tegas menolak dan membiarkan Harry  bunuh diri. Toh saat dia diputusin Dini dia juga bunuh diri, walau enggak sampai mati, aku harus berubah, dari enggak tegaan menjadi tegas. Ke siapa pun!’ *batin Robby.


Memang sejak Robby dan Dini sepakat untuk membantu Harry. Dini selalu bilang, dia hanya akan membantu Harry lepas dari narkoba, bukan untuk menjadi kekasih Harry. Dan saat itu Robby pernah membocorkan hal ini kepada Leo, saat ia menengok Harry di rumah sakit. Saat Harry mencoba bunuh diri.


Banyak hal yang ingin diperbaiki oleh Robby. Terutama masalah salah paham saat terakhir dia bertemu Dini ketika mereka sudah berpisah. Saat itu Dini merasa Robby lebih dulu punya pacar sebelum dia mengatakan pada Dini. Padahal konsensus mereka, Robby boleh punya pacar, namun harus memberitahu Dini lebih dulu. Bukan Dini tahu dari orang lain. Dan saat Dini tahu dari orang lain. Dini sama sekali tak pernah mau dihubungi Robby lagi. Robby sangat menyesalkan hal itu. Dan ternyata, pacar yang tak dilaporkan sebelumnya pada Dini malah menikam luka teramat dalam pada mama dan keluarga besarnya. Semua malu karena persiapan menikah sudah mencapai 80% dan semua kerabat sudah tahu Robby akan menikah. Dan sejak itu sang mama jadi sering sakit karena menanggung malu.


***


Semua berkas yang dibutuhkan untuk berangkat tugas sudah siap. Dan barusan sekretaris boss sudah memberi tiket keberangkatannya ke Jogja, tiket kepulangan belum, karena tergantung lama negosiasi di Jogja. Kamar hotel pun sudah di booking oleh kantor. Dia tak akan bisa tidur di rumah Anto. Kecuali saat sudah selesai kerjaan. Robby memasukan berkas ke ransel laptopnya. Dia pun bersiap makan siang sekalian pulang untuk segera packin pakaiannya.


“By.” Terdengar sapa seseorang saat baru saja Robby duduk sehabis memesan makan siangnya di rumah makan Padang dekat kantornya. Dia menoleh ke arah suara.


“Astagaaaaa, Bro. Apa khabar?” tanya Robby senang melihat seorang sahabat dari masa lalunya ada di depannya. “Lo udah pesan? Sini makan bareng gue.”


“Baru selesai. Pas lagi nunggu kembalian gue lihat lo masuk. Lo makan aja, gue temenin buat ceritaan.” Harry, sosok yang menyapa Robby duduk di kursi depan Robby.

__ADS_1


“Kemana aja lo?” tanya Robby ringan. Walau bagaimana pun dia tak pernah dendam pada temannya ini.


“Enggak kemana-mana. Lo ‘kan tahu gue ngandang. Habis keluar ya gue mengais-ngais, ngelamar sana sini. Tapi enggak ada yang mau nerima saat tahu gue pernah di penjara. Akhirnya mantan kakak ipar gue ngasih kerjaan. Gue bener-bener enggak bisa ngomong ama kebaikan keluarga mantan bini gue. Mereka tetap baik. Padahal gue enggak pernah kasih nafkah buat anak kandung gue ama Dini. Mantan mertua gue juga masih baik. Kalau inget kelakuan nyokap gue ke Dini. Gue merasa enggak punya muka.” Harry menyampaikan curhatan isi hatinya pada Robby.


“Gue cuma tahu masalah lo sampai elo masih di dalam aja. Waktu itu kan Anto, Leo ama Steve bikin reuni an. Habis itu gue enggak tahu khabar lo lagi. Padahal beberapa kali gue ketemu Leo atau Steve. Tapi engga pernah update tentang elo. Terakhir gue tahu akhirnya Anto bisa dapetin Dini. Gue tahu aja udah dua bulan setelah mereka menikah. Gue denger gimana Dini nolak Anto berkali-kali,” jawab Robby.


“Gue datang pas acara akad, karena pas acara resepsi papa yang datang. Saat itu mama masih belum bisa ditinggal hanya dengan perawat.” Harry memberitahu Robby kalau dia datang saat mantan istrinya menikah.


“Gila lo Bro, bisa ya lo datang? Kuat juga nyali lo!” Robby takjub akan sikap Harry.


--------


Hiks hiks, yanktie aja sebagai author nangis nulis berita duka ini. Enggak kebayang maz Anto hidup tanpa kekasih kecilnya itu. Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.


Salam manis dari Jogja


Sambil nunggu yanktie update bab baru esok hari, coba deh mampir ke karya teman yanktie yang super keren ini, ga bakal nyesel baca ceritanya, judulnya  IBU IZINKAN AKU BAHAGIA    karya   SUTIHAT BASTI WIBOWO


Ditinggalkan oleh sang Ayah dengan dalih mencari pekerjaan di usianya yang baru 2 tahun, membuat Ananda Shaka yang kini telah berusia 6 tahun memendam kerinduan yang mendalam pada sang Ayah. Setiap hari dalam angan Shaka adalah serba Ayahnya. Keinginan Shaka untuk bertemu sang Ayah menorehkan pilu dalam dada sang Ibu.


Di tengah deruan rasa rindunya pada sang Ayah, tanpa sepengetahannya ternyata sang Ayah telah menceraikan Ibunya lewat sepucuk surat yang dikirimkan melalui sahabat Ayahnya. Kenyataan pahit itu membuat sang Ibu tak berdaya. Di sisi lain sang Ayah berpesan agar Shaka tidak mencari dan menemuinya lagi.


Akankah kerinduan Shaka pada sang Ayah berakhir dengan sebuah pertemuan atau mungkin tidak ???

__ADS_1



__ADS_2