
Hai hai para kesayangan yanktie, sehat semua kan? Bagaimana puasa kalian sampai hari ini?
Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Kenapa yanktie selalu menyampaikan terima kasih untuk yang selalu setia membaca dan memberi like saat kalian selesai membaca bab cerita ini? Karena ada notif siapa aja yang kasih like.
Berbaur dengan teman lama, tanpa sengaja Dini bertemu dengan kakaknya Robby. Walau masih berduka, dia memaksakan datang di resepsi pernikahan Leo. Dari sang kakak, Dini mendengar bila Robby sudah tenang karena ganjelan hatinya bertahun-tahun sejak mereka berpisah sudah clear. Dini tak menyangka hal itu benar-benar menjadi momok yang menakutkan bagi Robby. Robby tak mau diingat oleh Dini sebagi pria yang tak memenuhi komitmen. Robby memang gentleman sejati. Sekarang kita ikutin terus keseruan bab ini. Selamat membaca!
Yanktie mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
--------
Dini juga bertemu beberapa teman yang mengira sejak awal dia langsung menikah dengan Anto, ada juga yang mengira dia masih dengan Harry. Banyak hal terjadi, Dini dan Anto hanya menjawab selintas. Tak semua perlu diceritakan. Mereka hanya bercerita punya 3 anak. Dan sekarang mereka tinggal di Jogja.
Dini dan Anto bertemu dengan kedua orang tuanya serta kedua kakak mereka. Leo dan keluarga yang mengerti bagaimana hubungan sebenarnya antara Dini dan Harry sangat salut terhadap kebesaran jiwa keluarga itu. Tak bisa dipungkiri, kebesaran jiwa Dini memang karena pola asuh kedua orang tuanya.
Sejak tadi Abbhie dan pengasuhnya sudah kembali ke kamar hotel. Terlalu lelah bila mereka masih di pesta ini. Itu sebabnya Anto memilih menginap di hotel dekat gedung resepsi.
“Maz, papi dan mami minta izin bawa pulang Moya dan Arya, boleh enggak?” bisik Dini, saat itu Anto sedang berbincang dengan kenalannya saat berkantor di Jakarta.
__ADS_1
“Moya dan Aryanya mau enggak, kuncinya kan di mereka,” balas Anto. Percuma kedua mertuanya mengajak, bila anak-anaknya tidak mau.
“Malah tadi Arya duluan yang minta ikut ke eyang kakungnya, terus Moya juga ikutan,” balas Dini.
“Kalau mereka yang minta ya enggak masalah, Maz izinkan!” Anto memberi keputusan.
Karena kedua anaknya sudah ikut papi dan maminya Dini, Dini dan Anto tak perlu terburu-buru pamit dari gedung resepsi. Mereka bisa bercengkerama dengan kenalan yang jarang bertemu.
***
“Mana calonmu?” tanya Dini saat bertemu Harry ketika mengambil puding.
“Calon apa? Aku ‘kan sudah pernah bilang. Tidak akan pernah ada rumah tangga berikutnya saat kamu ajukan cerai dulu.” Jawab Harry datar. “Aku sadar diri, dan tidak mau salah langkah lagi.”
“Hallo Vionne, sehat ‘kan?” tanya Dini sambil mencium pipi adik bungsunya Harry.
“Sehat kok,” balas Vionne sambil tersenyum, dia melambai pada sesorang lelaki yang langsung menghampirinya. “Kenalkan, ini Ferry, tunanganku,” dengan bangga Vionne memperkenalkan lelaki di sebelahnya. Ferry ternyata sudah bebas dari penjara, banyak jalan ditempuh Leo dan Harry untuk membebaskan teman komunitas mereka itu. Hanya Ferry yang bisa membuat Vionne hidup lagi.
“Datang dengan siapa Din?” tanya Vionne dengan polosnya.
__ADS_1
“Dengan Anto, dia di sana, bertemu dengan rekanannya,” balas Dini sambil menunjuk ke arah tadi dia meninggalkan Anto, tapi tak dilihat sosok suaminya itu.
“Hallo Harr,” sapa Anto dari belakang Dini.
“Hai,” balas Harry.
“Lho Maz, aku kira masih di sana,” tunjuk Dini tanpa rasa bersalah.
“Daddy dari tadi nyariin kamu Mom, jadi Daddy keliling, baru aja liat kamu dan habis ketemu ama teman STM dulu,” balas Anto sambil mengambil gelas sprite yang ada ditangan istrinya.
“Hai Vionne, enggak dikenalin nih?” goda Anto. Dia pernah tahu sosolk Ferry, tapi memang tidak kenal, karena dia bukan peminum apalagi pemakai narkoba seperti Harry.
Vionne yang masih memendam rasa jadi tersipu, dia melihat Anto tetap saja pria yang dulu dia suka. Pria yang tak pernah memandangnya dengan rasa suka, membuat Vionne malah penasaran. Anto berbeda dengan semua teman Leo dan Harry yang selalu memandangnya penuh damba dan kagum. Itu alasan utma Vionne tergila-gila pada pria dingin itu. Bagaimana Anto mau naksir perempuan lain sedang sejak SMP cinta dan perhatiannya hanya untuk Rahdini seorang? “Eh, Yank, kenalin ini Anto suami Dini,” Vionne berupaya menutup kegugupannya dengan bergayut manja pada Ferry.
“Ferry,”
“Anto.”
----------------------
__ADS_1
Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.
Salam manis dari Jogja