CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
DIUSIR


__ADS_3

HAPPY READING


“Enggak usah. Uangnya buat beli suusu Amora aja,” jawab Dini cepat. Walau beberapa kali sussu formula Amora disediakan oleh mama mertuanya. Tapi Dini tetap memilih berhemat karena kebutuhan mereka semakin lama akan semakin besar.


“Jatah sussu Amora enggak akan Ayah kurangi koq, ini memang jatah buat Bunda,” jelas Harry penuh pengertian.


Akhirnya Dini mengalah karena bujukan Harry dia anggap tulus. Dia hanya membeli dua buah novel saja. Padahal sebelum menikah satu bulan dia bisa beli empat sampai enam novel. Dia memang sangat berubah sejak hamil. Focus hidupnya hanya untuk Amora.


***


Hari ini jadwal Amora imunisasi. Dini sengaja ambil hari Rabu sore karena jadwal kuliah Harry dan dia masing- masing hanya satu mata kuliah  di hari Kamis, hanya jamnya berbeda, sehingga kalau Amora rewel mereka bisa mbolos tanpa banyak tertinggal mata kuliah.


Jam lima sore Amora sudah dapat panggilan suster untuk timbang badan sebelum nanti diperiksa dokter dan diberi imunisasi.


Jam delapan malam suhu tubuh Amora mulai hangat, walau sejak sampai rumah tadi Dini telah memberinya obat sirop penurun panas untuk antisipasi, dan sejak siang Dini sendiri sengaja minum panadol agar ASInya juga mengandung obat penurun panas.


Jeleknya Amora kalau sakit itu merengek, persis ayahnya, dia rewel dan nangis terus. Di kamar Harry dan Dini gantian menggendongnya untuk menenangkan bidadari kecil mereka. Tadi Dini sudah membuatkan susuu formula karena sejak tadi Amora menolak minum ASI, namun Amora juga menolak botol sussu yang diberikan mereka.


“Harr … Harry ….” teriakan mama mertuanya dari luar kamar mengganggu konsentrasi Dini yang sedang membujuk Amora agar sedikit tenang.


“Keluar dulu Yah, nanti mama malah marah kalau Ayah enggak cepat datang. Biar Amora Bunda gendong,” kata Dini lesu. Dia cukup lelah badan juga pikiran.


“Kenapa Ma?” tanya Harry saat telah tiba didepan mamanya.


“Kalian enggak bisa ya bikin Amora enggak menangis? Bikinkan sussu atau kasih bubur mungkin dia lapar,” sahut mamanya, dia ingin masuk ke kamar Harry tapi tak enak ke menantunya


“Amora biasa begitu Ma kalau sakit. Kalau tumbuh gigi atau habis imunisasi seperti sekarang,” jawab Harry menjelaskan kebiasaan Amora.

__ADS_1


“Ya sudah, sekarang bikinkan dia sussu dulu biar enggak rewel,” perintah mamanya tanpa mau mendengar kalau Amora sudah dibikinkan susuu.


Harry segera ke dapur dan membuatkan susuu untuk Amora serta membawanya ke kamarnya. Ini kelemahan Harry. Apa pun perintah mamanya akan dia kerjakan taanpa berpikir lagi.


“Ayah linglung atau pikun?” tanya Dini begitu Harry masuk kamar membawa sebotol sussu formula ditangannya.


“Ayah inget koq, tapi mama nyuruh bikin. Ya enggak enak ngebantahnya. Jadi Ayah bikin aja,” jawab Harry memelas.


Sejak remaja Harry memang tak pernah berani melawan perintah mamanya, itulah sebabnya dia mencari pelarian dengan mabuk-mabukan dan narkoba untuk pelampiasan tekanan batin yang dia hadapi. Sebenarnya dia sangat tertekan oleh perilaku mamanya.


“Ayah itu kepala keluarga, dimana pun ayah berada ayah harus tegas. Ayah enggak boleh nerima semua penindasan. Bukan ngelawan orang tua, tapi kasih tau kebenaran. Harusnya Ayah bilang dikamar masih ada suusu yang belum diminum dan belum lebih dari dua jam kita bikin, sussu tadi masih layak minum, hanya Amora emang enggak mau. Di kasih ASI juga enggak mau, di kasih Farley ( merk kue khusus bayi ) juga enggak mau. Bikin sussu baru kan mubazir, kita buang-buang rejeki padahal banyak orang yang butuh sussu tapi sulit kebeli,” lanjut Dini geram terhadap sikap lemah suaminya.


Harry hanya diam menunduk, sejak dulu memang dia tak pernah bisa tegas pada mamanya, baru sejak dengan Dini dia bisa menyampaikan pendapatnya. Dan hal itu tambah membuat mamanya sangat membenci Dini karena merasa Dini memberi pengaruh buruk pada Harry. Apalagi karena menikah dengan Dini Harry juga pindah agama, semakin bencilah sang mama pada menantunya itu.


Dini duduk dikasur bersandar didinding sambil memangku Amora. Memang begini cara Amora tidur bila sedang rewel. Dia tak mau turun dari gendongan. Sedang Dini tak mungkin duduk di kursi karena takut Amora terjatuh ketika dia tidur, maka Dini tidur sambil duduk di kasur. Itu pun akan gantian dengan Harry.


Harry langsung mencuci botol-botol susu tersebut dan langsung merebusnya, agar saat dibutuhkan botol telah siap digunakan.


***


Paginya Dini kesiangan, karena semalam kurang tidur, jam enam dia baru bangun. Harry masih terlelap, hari ini mereka tidak akan kuliah karena Amora masih rewel, walau barusan Dini berhasil meletakannya di kasur tapi dalam dekapan Harry sehingga dia tidak rewel.


Dini mempersiapkan bahan-bahan bubur Amora. Sejak awal belajar makan memang Dini tidak full memberikan Amora bubur bayi instan, dia lebih suka membuatnya sendiri, sedikit repot tapi dia lebih puas.


Saat memasak bubur dia mendengar mama mertuanya berteriak, “Harry kalau Amora enggak boleh di kasih sussu dan bubur bayi yang mama beli silakan kalian keluar dari rumah ini, asal kamu ingat ya, Amora itu Pelletimu, bukan Wonoyudo,” teriak mamanya Harry  sambil keluar rumah untuk berangkat kerja.


Dini bergegas mematikan kompor dan masuk ke kamar Harry. Dilihatnya Amora yang sudah bangun sedang digantikan celana oleh ayahnya. Dini menunggu Harry bicara. Harry masih diam, dia juga menggoda menggoda Amora, dia hanya duduk di kasurnya tanpa ekspresi apa pun.

__ADS_1


Akhirnya Dini mendekat dan duduk disebelahnya. Dipegangnya jemari Harry. Ditatapnya mata kuyu lelaki itu. “Kenapa?” tanya Dini pelan.


“Mama marah karena semalam lihat Ayah cuci botol dan Amora enggak minum susu yang Ayah bikin, lalu pagi ini dia lihat kamu bikin bubur Amora. Mama mengira kita sengaja tak memberikan susu yang dia beli pada Amora. Dan kamu bikin bubur karena tak mau memberi Amora makan bubur instan yang dia beli.”


“Tiap pagi kan aku bikin bubur Amora? Bukan baru hari ini aja? Mengapa baru sekarang mama marah? Toh makan sore Amora adalah bubur instan biar dia enggak bosan? Mengapa baru sekarang dipersoalkan?” tanya Dini bingung atas sikap mama mertuanya itu.


“Entahlah” jawab Harry yang juga bingung.


“Tadi aku dengar mama bilang Amora adalah Pelletimu, bukan Wonoyudo, maksudnya apa? Amora punya fam karena kamu kan? Aku tau dia anak Bernhard Leonard Pelletimu, tapi ingat, dia lahir dari rahimku. Jadi walau dia enggak bawa nama keturunan bapak, dia tetap Wonoyudo. Aku enggak habis pikir, dosen koq kelakuannya kayak gitu,” Dini jengkel karena bapaknya dihina seperti itu, buat Dini bapaknya adalah pahlawannya.


“Tadi juga aku dengar, Ayah sudah diusir dari sini, Ayah sudah disuruh keluar dari rumah ini, apa tindakan Ayah selanjutnya?” tanya Dini lagi. Sengaja dia pancing karena ingin tahu pendapat suaminya.


“Mama hanya emosi, jangan diambil hati ya?” kata Harry untuk meredam emosi Dini. Seperti biasa Harry tak bisa bersikap tegas. Dia tak bisa mengambil keputusan.


“Fine, bukan hanya dia yang bisa emosi. Aku juga bisa emosi! Aku merasa sudah diusir, jadi aku akan keluar dari rumah ini. Ingat Amora masih dibawah umur jadi dia ikut aku. Terserah Ayah mau bertahan disini, kita pisah mulai saat ini. Aku enggak mau jadi benalu disini.” Akhirnya Dini mengambil keputusan untuk dirinya dan Amora. Dia taak mau peduli jalan apa yang Harry akan ambil. Dia juga bisa terluka.


Dini bergegas membereskan semua barangnya dan Amora, dimasukan dalam dua koper yang dulu mereka bawa dan tak pernah dibawa kembali ke rumah sewa karena mereka rutin tiap minggu disini. Tapi saat ini dia akan meninggalkan rumah ini. Semua barangnya dia masukkan di koper. Dia juga mengambil semua peralatan Amora di dapur berikut baju kotor dan semua mainan Amora yang dia beli, yang dibelikan oma opanya dia tinggal.


Dini tak mau membawa apa pun yang dibelikan mertuanya. Baju, mainan, sepatu, suusu, bubur bayi. Semuaaaa!


==========================================================   


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2