CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
169 AKU SUDAH MELUPAKAN HAL ITU KOQ


__ADS_3

Hai hai para kesayangan yanktie, sehat semua kan?  Bagaimana puasa kalian sampai hari ini?


Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Kenapa yanktie selalu menyampaikan terima kasih untuk yang selalu setia membaca dan memberi like saat kalian selesai membaca bab cerita ini? Karena ada notif siapa aja yang kasih like.


Wah, itu tho masalah yang bikin Robby kepikiran terus. Padahal Dini nya sudah melupakan lho. Sekarang kita ikutin terus keseruan bab ini. Selamat membaca!


Yanktie mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….


Maturnuwun.


--------


‘Udah, enggak usah banyak b4cot deh lo, dasar aja lo keg4t3lan. Lo enggak laku ‘kan mangkanya ngelarang-larang Robby seperti itu,’ cetus perempuan yang satunya, entah siapa namanya. Tadi dia tak memperkenalkan diri.


‘Kalau kalian bilang saya melarang Robby dan Robby mematuhi larangan saya, pertanyaannya, yang enggak laku siapa? Kalau Robby enggak mematuhi saya, baru saya yang enggak laku. Lha anda berdua kalau mau Robby ambil aja. Kenapa harus ndamprat saya? Seribu cowoq model Robby bisa saya dapetin kalau saya mau.’ Dini langsung meninggalkan tamunya ke dalam. Bukan levelnya ngerebutin cowoq.


Dini sangat kesal lalu sudah tak memikirkan adat sopan santun langsung masuk. Dari pada dia ikutan berkata kasar.


“Jadi, tolong ubah pikiran lo. Kalau gue enggak pegang komitmen kita. Saat itu Loly bertindak tanpa sepengetahuan gue.” Robby meminta Dini mengerti kesalah pahaman kala itu.

__ADS_1


“Haduuuuuuuuuuuu By, aku malah udah ngelupain masalah itu lho. Tapi biar kamu tenang, oke aku maafin deh. Udah enggak usah dipikirin lagi.kita berteman baik seperti dulu aja. Jangankan kamu yang enggak pernah melukai aku. Ama Harry aja aku enggak ada dendam koq. Anto juga baik ke Harry. Lebih-lebih antara aku dan Harry serta Anto ada Amora anak kami. Secara biologis Amora itu anaknya Harry, tapi secara de facto dia 100% anak Anto. Dia lebih deket ke Anto dari pada ke aku yang ibunya. Dan cinta Anto ke anak Harry itu juga tulus. Sekali lagi, aku minta kita lupain semua ganjelan antara kita ya? Kita tatap masa depan kita aja.” Dini meminta Robby tidak memikirkan hal itu lagi. Terlihat ada rona kebahagiaan di wajah Robby. Dia merasa plong karena beban yang sudah lama dia pendam sudah terangkat karena dia berhasil bicara dengan Dini.


‘Gue kemaren denger Anto bilang anaknya Harry adalah anaknya, setelah dengar pengakuaan elo gue baru percaaya. Gue pikir Anto ngebual, ternyata kenyataannya emang seperti itu,’ batin Robby. Dia ikut bahagia Dini tela menemukan tambatan hatinya.


“Kamu kapan pulang ke Jakarta? Sudah dapat undangan Leo ‘kan? Kita ketemuan di nikahannya ya?” Dini kembali ke sifat normalnya, bertanya tanpa jeda. Robby yang pernah menjadi pacarnya tentu tak aneh mendapat pertanyaan seperti itu.


“Tiketku penerbangan pukul 19.05. Aku sudah dapat undangan Leo, tapi sepertinya aku enggak akan bisa hadir di pernikaahan Leo. Aku pamitnya, salam buat Anto. Terima kasih sudah pernah jadi bagian indah hidupku.” Entah mengapa Robby menggunakan aku sebagai pengganti gue. Dia berdiri untuk pamit. “Sebagai permintaan terakhir, boleh aku peluk kamu sebagai perpisahan antar sahabat?”


Dini tentu ragu, namun peluk dan cipika cipiki di adat Ambon bukan hal yang aneh. Masalahnya saat ini tak ada Anto. Kalau ada Anto, Dini lebih berani melakukannya. Namun entah mengapa, Dini mengangguk dan dia lebih dulu memeluk Robby. Robby sangat bahagia dapat kembali memeluk satu-satunya perempuan yang dia hormati dan cintai. Walau pernah berkali-kali pacaran setelaah Dini beralih ke Harry, cinta pada Dini berbeda dengan cinta pada pacar berikutnya. Diciumnya puncak kepala Dini. Lalu dia keluar tanpa berani menengok kembali. Dia tak ingin Dini melihat tetes air mataanya.


***


“Ade juga udah lupain Maz. Jadi dulu kami ‘tu berkomitmen, nanti sehabis kami berpisah, kalau salah satu dari kami punya pacar lain, kami harus ngasih tau secara langsung sebelum kami tahu dari orang lain. Susah ya ngejelasinnya.  Jadi gini, kalau Ade punya pacar duluan, Ade harus kasih tau langsung ke Robby. Jangan sampai Robby tau dari orang lain. Begitu sebaliknya. Kalau Robby punya pacar, Robby harus kasih tau Ade duluan sebelum Ade tahu dari orang lain. Nah akhirnya Robby punya pacr duluan karena Ade waktu itu masih ngurusin Harry. Tapi Ade tahu bukan dari Robby, Ade tahu karena pacarnya ngelabrak Ade, nanya kenapa Ade ngelarang Robby pacaran. Tadi Robby bilang, saat itu masih pedekate dan belum jadian. Habis itu sebulan kemudian Robby putusin cewek itu karena enggak suka ama tingkah lakunya. Robby kepikiran Ade benci dia karena salah paham itu. Saat di labarak, tentu Ade kesel. Tapi habis itu ya udah, apalagi trus ribet ama masalah kehamilan Amora. Jadi langsung lupa ama masalah Robby.” Dini menjelaskan apa yang menjadi beban pikiran Robby selama ini.


“Kenapa ya Robby seperti ingin menghapus kesan buruk dirinya ke kamu?” tanya Anto sambil membereskan sisa makanan yang ada. “Maz yakin, cintanya ke kamu sangat kuat!.”


“Maz sendiri yang bilang, kita enggak bisa mencegah seseorang benci atau cinta ama kita. Kalau dia cinta ama Ade, ya alhamdulillah. Artinya Ade enggak buruk di mata orang. Yang penting ‘kan Ade enggak ngebalas cintanya dia sejak jadian ama daddy nya Moya.” balas Dini yakin. Anto hanya tersenyum manis mendengar jawaban istri tercintanya.


“Gimana meeting tadi?” tanya Dini saat mereka sedang duduk di sofa depan televisi.

__ADS_1


“Like usual, dan masih berlanjut besok. Mommy besok ngasih kuliah?” jawab Anto sambil mengecupi puncak kepala istrinya yang sedang bersandar di dadanya.


“Enggak, Mommy izin seminggu.kebetulan habis ujian ‘kan juga sudah enggak ngasih materi di kelas.” jawab Dini sambil matanya tetap ke televisi namun tangannya mengusap pipi suaminya yang berada dibelakangnya.


***


Pukul 04.01 ponsel Anto berbunyi berkali-kali. Anto yang sedang menggantikan diapers Abbhie tersentak, siapa yang menghubunginya dini hari? Ada berita apa? Terlihat caller id Leo.


“Nto … Robby ….”


-----------------


Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.


Salam manis dari Jogja


Sambil nunggu yanktie update bab baru esok hari, coba deh mampir ke karya teman yanktie yang super keren ini, ga bakal nyesel baca ceritanya, judulnya  UMPAN MERIAM YANG DICINTAAI   karya   MOMMYNYA JUDY


__ADS_1


__ADS_2