CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
53 SA’ANG MOYA UNYA DADDY….


__ADS_3

“Sama daddy mau?” sapa Anto lembut. Dini sedikit bergeser agar Amora bisa melihat Anto. Anto membelai puncak kepala Amora, gadis kecil yang keberadaannya diperut Dini membuat dirinya terhempas jauh. Namun dia tau gadis kecil ini sangat kekurangan figur ayahnya karena sejak usia 10 bulan sudah tidak bertemu dengan ayahnya. Anto mendekati kearah Dini, sehingga dia bisa mengecup kening Amora.”Moya mau digendong daddy?” tanyanya lagi.


“Ndong daddy” jawab Amora pasti. Dia suka laki-laki ini, laki-laki yang membelai kepalanya, laki-laki yang mengecup keningnya dan laki-laki yang memanggilnya MOYA. Eyang kakung, opa, om serta pakdenya selalu memanggilnya Amora, sama seperti bundanya.


Steve dan Leo takjub melihat Amora mau pindah kepelukan Anto. Dini melihatnya sambil meneteskan air mata yang segera dihapusnya.


Satu persatu rekan-rekan lain datang. Dini tidak ikut full dirapat selanjutnya, terlalu bising untuk Amora. Dia pamit lebih dulu. Sebenarnya Anto ingin mengantarkannya ke parkiran, hanya dia menahan diri karena teman-temannya tau status Anto dan Dini yang masih terikat pernikahan dengan orang lain. Lebih-lebih pernikahan Anto baru berlangsung satu setengah bulan. Dan rekan-rekannya juga ga tau gonjang ganjing pernikahan Dini dan Anto. Akhirnya Steve lah mengantar Dini ke parkiran, karena Leo adalah sekretaris panitia, dia ga bisa meninggalkan meeting, karena dia nanti harus membuat rangkuman semua pembicaraan mereka.


“Din, gue tau soal lo ama Harry, bukan dari Leo, tapi dari Virza sepupu gue di Sentiong, kalau lo butuh teman curhat, kalau lo butuh sandaran, gue masih bersedia, gue masih yayang lo seperti dulu” peluk Steve saat Dini akan masuk ke mobilnya.


“Lo emang ter the best. Hahaha apa coba artinya ter the best ya Steve. Pokoknya dari dulu emang lo ga pernah berubah. Gue sayang ama elo Steve, selalu jadi yang terbaik buat gue ya” sahut Dini sambil membalas pelukan sahabatnya itu.


Rasa sayang kedua nya memang sayang sebagai sahabat, jadi ga ada maksud apapun.


***.


Dini melajukan mobilnya menuju rumah mbak Sashi, dia ingin menengok kakak tertuanya yang akhirnya bisa hamil. Sekarang usia kehamilan mbaknya sudah 4 bulan. Ternyata tanpa terduga disana ada mbak Kiran dengan 4 jagoannya, anak mbak Kiran memang 3 laki-laki semua, ditambah suaminya maka jadi 4 lah jagoan mbak Kiran.


Sampai saat ini di keluarga maminya, Amora masih satu-satunya bidadari kecil. Jenis kelamin calon anak mbak Sashi belum ketahuan.


“Mommyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy” teriak Amora saat melihat ada mbak Kiran di rumah bude Sashi. Awalnya Dini mengajarkan Amora memanggil bude untuk mbak Kiran, namun karena mengikuti kakak-kakak sepupunya maka Amora terbiasa memanggil mommy.


“Anak cantiknya mommy datang ya. Dari mana sayang?” tanya mbak Kiran pada Amora.

__ADS_1


“Main ma om Yo. Sa’ang Moya unya daddy uga” ceritanya tanpa bisa disaring. Maksud kata sa'ang dari Amora adalah sekarang.


“Amora punya daddy? Barusan main sama daddy?” cecar mbak Kiran sambil menatap Dini minta penjelasan.


“Hehe, barusan ada meeting panitia reuni mbak, lalu teman-teman godain Amora, ada yang minta dipanggil papa, papi, bapak, uncle dan daddy. Ga ada yang istimewa, Leo juga ada koq, kan Amora bilang ada Leo” jelas Dini beralasan. Rasanya ga pantas dia memikirkan laki-laki lain, sedang surat gugatannya saja belum dia masukan ke pengadilan. Lagi pula dia ga tau apakah Anto sudah punya pacar atau malah sudah beristri sejak mereka berpisah 4 tahun lalu. Kalaupun masih sendiri, apa Anto mau menerima seorang janda?


***


Hari ini Dini berniat mengunjungi Harry, hampir 2 bulan dia ga berkunjung. Dibawakannya beberapa cemilan selain nasi padang dengan lauk rendang kesukaan Harry, tadi dia ga sempat memasak karena Amora rewel sejak semalam. Entah mengapa Amora mengingau memanggil daddy dalam tidurnya. Padahal saat ini sudah 2 minggu sejak pertemuan dengan Anto, dan laki-laki itu tidak pernah menghubunginya. Dia tidak mau menghubungi Anto lebih dulu karena dia masih menjadi seorang perempuan bersuami. Steve sudah 3 kali menelponnya sejak pertemuan itu.


“Assalamu’alaykum” sapa Dini saat Harry keluar menghampirinya. Dini mencium tangan Harry seperti biasa. Harry mencium kening dan puncak kepala Dini lalu memeluknya erat cukup lama. Mereka duduk berhadapan. Dini memberikan bawaannya kepada Harry.


“Aku kesini cuma mau kasih tau, besok aku mau masukin surat gugatan cerai” kata Dini setelah basa basi tanya kesehatan Harry dan menceritakan kemajuan Amora. Harry menunduk mendengar kata-kata Dini barusan. Akhirnya tiba juga saat yang paling dia takuti ini, yaitu saat Dini resmi mengajukan cerai padanya.


“Aku cuma mau kasih tau, mungkin agak ribet, karena kamu masih status tahanan, kalau ga bisa terlalu sering ijin keluar, maka aku mau minta maaf bila selama menjadi istrimu aku sering berbuat yang ga sepantasnya” kata Dini.


‘Yank, jangan bilang gitu, kamu tau selama ini ayah yang udah bikin bunda kecewa, ayah yang udah bikin bunda sakit hati, bahkan kesalahan ayah aja ga bunda maafin sampai bunda gugat cerai seperti in” jawab Harry sedih.


“Kamu salah, bunda sudah memaafkan semua yang terjadi. Perceraian ini ditempuh agar kamu tau, semua kesalahan itu ada akibatnya. Agar nanti kamu bisa berobah untuk lebih baik lagi. Agar kamu bisa bertanggung jawab pada anak istrimu kelak” jelas Dini.


“Ga akan ada lagi keluarga, ga akan ada lagi anak istri, cuma kamu satu-satunya istriku dan cuma Amora anakku, kamu sendiri kan yang kasih nama Amora Bernadheta yang artinya cintanya benhard. Memang aku salah melakukan pemerkosaan itu, tapi semua aku lakukan karena cintaku padamu bund.”


“Aku pamit ya, kamu harus selalu sehat, kamu bisa ketemu Amora kapanpun saat kamu keluar nanti. Kamu adalah ayahnya Amora” janji Dini.

__ADS_1


“Eh sebentar, aku coba minta ijin ke pengawas dulu” kata Dini ambil bangkit mendekati pengawas.


Setelah berbicara sebentar, Dini kembali ke bangkunya dengan HP ditangannya sudah tersambung dengan seseorang diujung sana. “Cantiknya bunda lagi apa? Oh gitu, bunda lagi sama ayah, Amora bicara sama ayah ya?” kata Dini pada lawan bicara nya di ujung sana. Harry yang mendengar sejak tadi sudah berkaca-kaca matanya, air matanya jatuh saat Dini memberikan HP untuk dia bicara dengan bidadari kecilnya.


“Assalamu’alaykum princess ayah” sapanya lembut.


“Yayaaaah, Moya anen” sahut Amora pada ayahnya.


“Jawab dulu salam ayah, kata bunda Amora bisa balas salamkan?” lanjut Harry.


“Itum sayam yayah.”


“Sudah mamam?” tanya Harry, dia speechless mendengar suara diujung sana, rasanya bingung mau tanya apa, 2 tahun sudah dia kehilangan kontak dengan anaknya, bahkan diulang tahun pertama dan kedua dan ketiga putrinya dia tidak dapat hadir.


“Dah, mamam” jawab Amora, “Tati moya atit, atuh” ceritanya. Harry agak sulit mencerna, karena ga pernah bicara dengan anaknya. “Kenapa sayang?” tanya Harry sambil minta Dini mendengar perkataan Amora agar bisa membantunya menerangkan apa maksud Amora.


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini,


Biar ga penasaran ikutin ceritanya di bab berikutnya yaa


Jangan lupa like dan vote serta komennya


Inget pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  ya

__ADS_1


__ADS_2