
Hai hai para kesayangan yanktie, sehat semua kan? Bagaimana persiapan lebaran kalian lusa ( bagi yang merayakannya ) sudah masak ketupat dan opor?
Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Kenapa yanktie selalu menyampaikan terima kasih untuk yang selalu setia membaca dan memberi like saat kalian selesai membaca bab cerita ini? Karena ada notif siapa aja yang kasih like.
Kasihan ya pak Hendro dan bu Gita selalu mendapat getah dari perbuatan para keponakannya. Semoga tidak bosan menunggu cerita selanjutnya ya. Sekarang kita ikutin terus keseruan bab ini. Selamat membaca!
Yanktie mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
--------
“Oke Pak Pras, saya terima berkasnya. Karena Bapak minta ini di proses segera, maka besok team saya akan langsung membuat laporannya. Ini tetap di bawah tanggung jawab saya, hanya karena saya ada keperluan untuk 2 minggu ke depan, sementara saya belum kembali, semua di bawah kendali pak Gandung, wakil saya di kantor pengacara. Dia juga mampu bekerja cepat dan cekatan. Kemampuannya tak perlu diragukan. Lalu bagian investigasi akan ditangani kembarannya yaitu Gembong. Mereka ini seperti detektif di serial Tin Tin yaitu Thompson dan Thomson,” Nurhidayat, pengacara yang biasa menangani hukum di kantor memang sengaja Anto minta menangani kasus pribadinya kali ini.
“Jadi intinya, saya yang akan mengadukan kasus pencemaran nama baik ini. Bukan atas nama istri saya, bisa tidak Pak? Karena ‘kan itu juga menyangkut nama saya. Menyebutkan saya punya istri simpanan!” suara Anto agak meninggi saat dia berdiskusi dengan team pak Nurhidayat siang ini di cafe dekat kantornya. Anto yakin, bila menggunakan nama Dini sebagai pelapor, ujung-ujungnya Dini akan kasihan terhadap para mahasiswinya itu. Dan lagi Dini akan tertekan dengan kecaman orang tua para mahasiswi. Sementara Anto berniat tak akan pernah member keringanan pada semua pelaku penyebaran berita tak benar di kampus itu. ‘NEVER,’ batin Anto tegas. Tak akan pernah ada keringanan dari dirinya.
“Bisa saja Pak Pras, karena kasus ini bukan hanya melibatkan Ibu Rahdini sebagai dosen, tapi juga melibatkan Bapak sebagai suaminya. Otomatis Bapak bisa menjadi pelapor,” jelas pak Gandung yang terlihat agak lebih pendek dari pak Gembong. Tapi kalau sedang duduk, sangat sulit membedakan keduanya.
Lama diskusi yang mereka lakukan. Anto bertekad membantai semua anggota genks itu. Tapi titik fokusnya pada sosok yang tertulis namanya princess indria. Karena sosok itu yang pertama kali menuliskan Dini adalah istri simpanan. Setelah di selidiki oleh pak Gembong, terbukti dia adalah keponakan pak Hendro suami bu Gita. Keduanya mantan mertua Anto dulu.
***
‘Bu Dini, diminta ke ruangan pak Rektor pukul 14.00 nanti,” telepon dari sekretaris pak Rektor baru saja Dini terima pagi ini pukul 08.10. Dini segera memberi tugas pada sekretaris Pudek, agar menghandle mahasiswa yang harus dia beri kuliah. Dan menghubungi Sanusi mahasiwa akhir yang menjadi asistennya di mata kuliah pukul 14.00 nanti. Dini sendiri tidak tahu,ada hal apa yang ingin Rektor bahas dengannya. Karena tugasnya sebagai pembantu dekan semua sudah dia lakukan dengan baik.
“Selamat siang Pak,” sapa Dini saat masuk ke ruang pak Rektor siang ini.
__ADS_1
“Siang Bu Dini, silakan duduk, sebentar saya rampungkan ini.” Pak Rektor menanda tangani beberapa map yang ada di mejanya lalu menekan intercom memanggil sekretarisnya. Sang sekretaris masuk sambil membawa minuman untuk Dini dan pak Rektor. Setelah selesai mengintruksikan perintah pada sekretarisnya, pak Rektor menghampiri Dini yang duduk di sofa ruang itu. Beliau menyalami Dini sebagai salam selamat datang.
“Ibu tahu, apa alasan saya memanggil Ibu ke ruangan saya?” tanya pak Rektor to the poin. Waktu baginya sangat berharga, tak perlu basa basi.
“Maaf Pak, saya tidak bisa meraba apa alasan Bapak. Karena menurut saya, semua tugas sebagai Pudek dua sudah saya lakukan dengan baik,” jawab Dini tanpa ragu. Dia memang tegas bila soal pekerjaan.
“Kemarin sore, ada email kepada bagian kemahasiswaan mengenai laporan seseorang tentang pencemaran nama baik. Dia mengirim tembusan, agar kampus mengetahui. Sebenarnya itu saja. Namun karena ini menyangkut nama baik dosen dan juga almamater, maka terpaksa saya cari info akar masalah tersebut. Dan saya baru mengetahui ternyata beberapa waktu lalu nama Ibu menjadi topik di kampus ini sebagai istri simpanan. Apa itu benar?” tanya pak Rektor tegas.
Dini kaget, ada pelaporan pencemaran nama baik, sedang dia tidak melakukannya. “Maaf Pak. Memang dua minggu ini ada rumors seperti itu. Namun saya tidak melakukan bantahan apa pun ke siapa pun. Saya hanya diam saja. Siapa yang melakukan pelaporan itu?” tanya Dini bingung.
“Suami anda!”
‘What? Maz Anto melakukan pelaporan?’ Dini terkejut, suaminya bahkan tak pernah bercerita tentang tindakannya ini. Dini yakin suaminya sangat marah sehingga bertindak tanpa sepengetahuannya. Dia yakin Anto tak akan memaafkan pelaku. Apa pun alasannya, Dini tak akan bisa mencegah. Karena Anto orang yang sangat jarang terpancing emosinya. Bila dia sudah marah dan mengambil tindakan, artinya tinggal menunggu bom meledak. “Saya malah tidak tahu suami saya melakukannya Pak. Tapi bila dia sudah melaporkan seperti itu, apa pun alasannya, sebagai istri, sebagai makmumnya, saya sangat setuju dan mendukung penuh langkah yang suami saya tempuh.”
“Begitu ya Bu,” tegas pak Rektor.
“Kalau kami, pihak kampus meminta keringanan, apa Ibu akan memberikannya?” tanya pak Rektor.
“Bahkan, kalau saya harus dipecat dari kampus karena kasus ini, kami tak akan mundur Pak. Saya yakin, sampai ke mana pun kami menang. Karena kenyataannya bukan seperti rumors yang beredar.” Dini menjawab dengan percaya diri.
“Bisa anda beritahu bagaimana yang sebenarnya?” kembali pak Rektor bertanya pada Dini.
“Maaf Pak, karena suami saya sudah menempuh jalur hukum, maka kebenarannya akan saya beritahu langsung di persidangan saja. Sungguh saya tidak tahu langkah suami saya. Tapi saya sangat bangga dengan pemikirannya dan saya mendukung dia 100%.” Jawab Dini berapi-api.
“Baik Bu, terima kasih atas waktunya. Dan jangan takut, pihak kampus juga tidak membenarkan pelaku rumors. Tadi saya hanya memancing saja. Saya juga setuju langkah yang suami Ibu ambil. Ibu benar, Ibu sudah membangun nama baik sejak awal, kalau sampai banyak dosen dan karyawan yang ikut mencibir, biar mereka besok malu bila mengetahui kebenarannya. Saya salut terhadap sikap Ibu barusan,” pak Rektor langsung berdiri sambil mengulurkan tangan untuk berjabat. Artinya waktu bicara sudah selesai. Dini menerima uluran tangan pak Rektor dan dia pun pamit.
__ADS_1
***
‘Kenapa lagi Mom?’ Anto mengirim chat pada istrinya. Membalas emoticon love yang Dini kirim. Namun tetap saja tak ada balasan dari pujaan hatinya itu.
“Aku dengar kamu tadi dipanggil pak Rektor?” tanya Tiara yang berpapasan dengan Dini saat pergantian jam mata kuliah. Tiara malah berbalik arah mengikuti Dini ke ruangannya, tidak jadi ke ruang dosen seperti tujuan awalnya.
“Iya,” balas Dini. Dia haus setelah jalan agak jauh dari rektorat ke fakultasnya. Tadi dia memang malas membawa mobil. Dini mengambil air mineral kemasan gelas yang dingin di kulkas kecil ruangannya. Dia juga memberikan segelas pada Tiara.
----------------------
Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.
Salam manis dari Jogja
Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.
TELL LAURA I LOVE HER berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.
Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.
**Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix 95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan liar yang diikutinya. Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita. **
Saat sedang melakukan santunan dan di panti asuhan August dan Laura berkenalan. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.
Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?
__ADS_1