CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
69 WIS PEGATAN?


__ADS_3

69 WIS PEGATAN?


“Gue ketemu terakhir pas dia kerumah gue, barengan ama elo itu, pas ulang tahun gue, abis itu ga pernah. Karena seminggu sebelum itu gue ribut ma dia, dia minta gue menjauh dari Amora, padahal Amora sampai sesak nafas minta ketemu gue” jelas Anto. “Itu dia datang karena mama nyuruh Sari telpon ke dia” lanjutnya


Steve ga tau rupanya Anto dan Dini sedang sedikit ribut. “Kalo gitu coba gue cari info deh, nanti gue telpon elo lagi” kata Steve lalu langsung menutup telponnya


“Assalamu’alaykum de” sapa Steve saat telpon nya terhubung dengan Dini


“Wa alaykum salam, tumben nih pakai salam” sahut Dini ceria. Sehat kan?” lanjut Dini lagi


“Alhamdulillah aku sehat, kita maksi yok siang ini, kangen udah lama ga ketemuan” ajak Steve


“Ayok, siapa takut” jawab Dini.” Tapi kamu kesini harus naik pesawat kalau mau maksi ama aku” jawab Dini santai


“Lho koq gitu?” tanya Steve bingung


“Aku sudah pindah Jogja seminggu lalu” jelas Dini


“What? Kamu ga becanda kan sayangku?” tanya Steve ga percaya


“Engga lah, terakhir kita ketemu Selasa 28 juni kan, 30 juni keputusan sidang ceraiku dan tanggal 2 juli aku pindah ke Jogja” lanjut Dini


“Kamu koq bisa sih ga kasih tau aku, Anto tau kan? Leo? Sari?” cecar Steve lagi


“Semua ga ada yang aku kasih tau, Leo tau pas hari aku berangkat dari Harry, hanya Harry yang tau, namun dia ga tega antar aku ke bandara” kata Dini


“Itu sebabnya kamu jual mobilmu?” desak Steve


“Salah satunya, karena aku pindah, tapi alasan lainnya karena aku sudah resmi cerai, itu masih milik aku dan Harry, aku ga mau pakai, walau Harry ga mempermasalahkan, tapi aku yang tau diri” jelas Dini


“Kamu tu ya, Harry ga akan lah minta mobil itu” kata Steve


“Iya Harry ga minta, akunya aja yang ga enak. Udahlah jadi maksi ga kita,” goda Dini

__ADS_1


“Agustus aku resmi pindah Jogja, kita ketemuan ya?” pinta Steve


“Serius kamu jadinya milih Jogja? Engga Denpasar?” tanya Dini antusias


“Iya, baru Jum’at kemaren turun SK nya, mulai 1 Agustus  resmi pindah sana, mungkin sekitar tanggal 25 Juli ini lah aku meluncur, paling bawa mobil dari sini”


“Ok, kabarin ya kalau sudah disini, gue putus dulu, tu mas Teguh udah siap anter muter-muter beli mobil buat aku pakai disini. Daaaag..” kata Dini mengakhiri pembicaraan mereka.


***


“Lo ada acara bro?” tanya Steve pada Anto


“Engga, gue free” jawab Anto ogah-ogahan


“Gue tunggu di café pelangi sekarang juga lo OTW” perintah Steve


“Kenapa?” tanya Anto penasaran


Anto yang penasaran segera mengganti bajunya, karena tadi dia hanya menggunakan T shirt belel dan celana pendek. Tak lupa diambilnya HP serta rokoknya. Setelah pamit kepada mamanya Anto meluncur ke café yang diminta oleh Steve. Diparkiran Anto melihat mobil Steve sudah lebih dulu berada disana, karena jarak rumah Steve memang lebih dekat ke café ini


“Hai bro” sapa Steve sambil salaman ala mereka. “Ngopi atau es?” tanya Steve


“Siang-siang gini kayaknya coca cola susu aja deh, belum pas kalau buat ngopi” jawab Anto


“Mbak, coca cola susu 2 ya,” pinta Steve pada pramusaji di café itu


“Kenapa lo sawan minta gue kesini, beneran mobil Dini di jual, lalu kalau dijual emang kenapa? Kali aja dia mau ganti yang lebih muda’an tahunnya” cerocos Anto yang ga tau alasan Steve mengundangnya mendadak. Pria Menado itu memang grasa grusu, kalau ada yang penting maunya langsung dibahas.


“Bukan soal mobil, tapi emang soal Dini sih” kata Steve berteka teki


“Ya udah, cerita, jangan bikin gue penasaran” cecar Anto begitu tau yang akan Steve bahas adalah tentang Dini


“Dini udah pindah ke Jogja” jelas Steve, lalu dia sengaja diam, ingin tau reaksi sahabatnya ini

__ADS_1


Anto diam ga percaya, dia memandang wajah Steve, mencari tanda-tanda kebohongan di wajah ganteng nan putih. Steve memang putih karena dia pemuda Menado, beda dengan Harry yang dari Ambon dan dia yang asli Kuningan. Tapi tak dilihatnya bias kebohongan atau becanda dari wajah Steve, dia benar-benar serius menyampaikan info barusan


“Lo tau dari mana?” tanya Anto sendu


“Gue telpon lama tadi ma dia, dia bilang habis ultah lo itu, lusanya keputusan cerai dia keluar, dan Sabtu dia langsung terbang ke Jogja” jelas Steve


“Berarti dia udah lama urus pindahnya, karena minta mutasi dari yayasan tempat dia ngajar kan ga cepet. Pantes dia ngelarang Amora deket ama gue, dia ga mau Amora sakit kalau tiba-tiba jauh. Gue ga nyangka dia bisa bertindak sejauh ini. Menjauh dari semuanya” keluh Anto ga percaya


“Apa Harry tau?” tanya Anto


“Harry tau hari Kamis saat mereka habis cerai, lalu besoknya hari Jum’at Harry seharian main ama Amora, hari Sabtu Harry ga sanggup antar mereka ke bandara. Sabtu siang setelah pesawat sampai di Jogja Harry baru kasih tau ke Leo. Dia bisa ya nutupin hal ini dari kita waktu hari Selasa itu. Dini sengaja ga kasih tau Leo sebelumnya karena ga pengen bocor ke kita” ceracau Steve ga habis pikir


***


Malamnya Anto bengong di teras, mengapa harus seperti ini perjalanan cintanya. Dia berharap setelah Dini bebas dari pernikahannya mereka bisa bersatu, namun ternyata seperti ini yang terjadi. Dipetiknya gitar tanpa tau ingin memainkan lagu apa, otaknya blank. Dia kangen Amora, putri kecil yang sejak pertemuan pertama dengannya membuat dia jatuh hati dan merasa menjadi ayah anak itu. Dia ingat perdebatan panasnya siang itu di rumah Dini saat Dini minta dia menjauhi Amora, dia merasa sangat salah karena menuduh Dini egois melarang Amora dekat darinya. Ternyata ini alasan utamanya, agar Amora ga kehilangan dirinya saat mereka jauh


Anto sudah bertekad mengajukan cuti akhir bulan ini, dia akan menemani Steve pindah tugas ke Jogja. Selain kasihan Steve sendirian bawa mobil, dia juga ingin menemui Dini untuk meminta maaf. Biarlah saat ini dia tidak menghubungi Dini, karena tadi via Steve Dini menitipkan pesan ingin menepi, dia ingin menata hatinya


Bu Rahma melihat putranya sedang galau, sejak tadi dia memetik gitar tanpa nada, dia tidak memainkan satu lagupun. Dibuatkannya teh jahe panas, lalu dia mendekat ke teras untuk memberikan minuman itu pada anaknya


“Ada apa lagi, sehabis keluar rumah koq malah kelihatan kacau?” tanyanya lembut


“Tadi Steve cerita, Dini sudah pindah ke Jogja seminggu yang lalu” ceplos Anto “Ga ada yang diberi tahu kecuali mantan suaminya” lanjutnya


“Mantan? Opo wis pegatan?” tanya bu Rahma mengenai perceraian ( pegatan ) yang Anto sampaikan


“Sudah ma, sudah lama mereka ingin cerai, sebelum kami bertemu lagi, mereka bercerai karena masalah perbedaan sudut pandang, dan Dini sama sekali ga kasih toleransi atas kesalahan Harry yang sudah berulang. Selasa Dini kesini pas mas ulang tahun, Kamis sidang keputusan cerainya dan Sabtu dia pindah ke Jogja” cerita Anto “Jadi planning pindahnya sudah sangat lama, makanya dia melarang mas nemuin Amora sejak 3 minggu lalu


Makasih yang sudah setia di cerita ini, ramein ig yanktie ya, @yanktie_ino


 Jangan lupa kasih  like dan vote nya??


Maturnuwun

__ADS_1


__ADS_2