
Hai hai para kesayangan yanktie, sehat semua kan?
Cerita ini besok tamat ya, kita bertemu di cerita baru berjudul TELL LAURA I LOVE HER
Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Kenapa yanktie selalu menyampaikan terima kasih untuk yang selalu setia membaca dan memberi like saat kalian selesai membaca bab cerita ini? Karena ada notif siapa aja yang kasih like.
Sekarang kita ikutin terus keseruan bab ini. Selamat membaca!
Yanktie mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
--------
“Mommy juga harus maju terus, jangan kendor untuk mengejar gelar profesor ya?” Anto berkata sambil menciumi kening istrinya. Dini yang mendapat sentuhan manis suaminya langsung mengangkat wajahnya. Dikecupnya dagu suaminya lembut.
“Kamu mancing Mom,” desah Anto. Dia menurunkan posisi badannya dari duduk bersandar menjadi berbaring sejajar. Pertempuran panas malam itu tentu tak bisa dihindari oleh pasangan yang mencinta sejak SMP itu.
***
“Mommy, pagi ini Mas maunya diantar Daddy,” pinta Arya. Biasanya Dini lah yang mengantarnya, karena Arya masuk kelas jam delapan pagi. Moya yang berangkat bersama Anto karena masuk jam tujuh.
“Kenapa mau berangkat bareng Daddy?” tanya Anto. Dia tidak keberatan harus memutar balik arah dan sampai kantor terlambat, asal anaknya tidak sedih.
“Aku cuma mau teman-temanku tahu, aku juga punya Daddy yang tinggi.” Jawab anak 4,5 tahun itu. Anto dan Dini hanya tersenyum.
“Oke, Mommy bersiap dulu. Hari ini Mommy dan Daddy akan antar kalian berdua.” Dini langsung memutuskan. Dia tak ingin anaknya hanya terlihat mempunyai ayah atau ibu saja. Dia ingin semua tahu anak-anaknya punya orang tua yang utuh.
“Yeeeeaaaay,” Arya langsung berteriak bahagia mendengar keputusan Dini.
__ADS_1
‘Kebahagian mereka sederhana, hanya dekap dan senyum tulus kami orang tuanya.’ Anto tersenyum melihat pekik bahagia Arya. Dia segera menghabiskan kopinya untuk bersiap mengantar para kesayangan menuju tempat kegiatan rutinnya.
***
Seperti biasa Anto bersiap memeriksa berkas yang akan dia tanda tangani. Walau sudah di periksa dua orang kepercayaannya, dia tidak langsung tanda tangan. Karena banyak kasus, yang menipu malah orang kepercayaan. Kalau dia asal tanda tangan bisa fatal.
“Pak, jadwal ke Kuala Lumpur minggu depan sudah fix. Berkas sudah ready sejak 4 hari lalu. Apa Bapak hendak menambahkan sesuatu?” Pujo melaporkan jadwal kegiatan Anto yang harus berangkat ke luar negeri.
“Kamu yang mendampingi saya ya, saya tidak bisa berangkat dengan staff wanita!” Anto langsung memutuskan yang mendampinginya harus laki-laki. Ini juga salah satu komitmennya sejak dia bujangan dulu. Kalau harus berangkat dengan staff perempuan, Anto minta beda penerbangan dan beda hotel. Dia lebih baik repot, daripada ada rumors tak sedap mengenai dirinya.
“Baik Pak,” Pujo kembali harus menerima perintah atasannya tanpa bisa menghindar. Kadang dia merasa tak enak perasaan. Karena sesungguhnya yang menjadi sekretaris direktur adalah Ndari. Dia adalah orang kedua setelah Ndari. Namun untuk bicara dan kegiatan Anto lebih memilih dengannya. Bukan apriori gender, tapi karena Anto selalu melihat sesuatu dari kenyamanan berinteraksi dengan lingkungan. Hari ini Anto, Pujo dan Ndari sibuk menyiapkan berkas presentarsi di KL nanti.
‘Makan siang sudah ade kirim, jangan telat makan ya,’ chat dari Dini baru saja masuk. Tak ada yang sadar sudah lewat jam istirahat dan mereka belum makan siang, bila tidak ada chat dari Dini yang menanyakan apakah Anto sudah menerima kiriman makan siang darinya.
“Silakan kalian istirahat dan makan siang dulu, maaf saya menyita waktu istirahat kalian. Kita bertemu satu jam lagi, tidak usah ikut jadwal baku istirahat kantor,” Anto mempersilakan kedua asistennya untuk makan siang. Anto bergegas salat dzuhur lalu dilanjut dengan makan siang. Dia memang tadi meminta Dini mengirim makan siang karena hari ini tak ingin pergi keluar untuk makan siang.
***
“Kenapa?” tanya Dini, Moya menghubunginya di ponsel.
“Aku butuh buku musik untuk les besok sore,” Moya memberitahu kebutuhannya.
“Bisa kamu minta tolong Papamu untuk membelikannya? Bukan Mommy enggak mau, tapi kalau soal musik, lebih jago Papa dari pada Mommy,” Dini memberi saran agar Moya konsultasi ke Steve.
“Enggak apa-apa kalau minta tolong Papa?” Moya takut bila langsung menghubungi papanya sebelum bertanya pada daddy atau mommynya.
“Enggak apa-apa. Nanti Mommy juga akan bilang Mama Yai dan Papamu.” Dini memastikan, Moya boleh meminta bantuan Steve.
Moya yang sudah mendapat lampu hijau dari Mommynya segera menghubungi Steve yang kebetulan saat itu sedang hunting dan lokasinya tidak jauh dari rumah Anto. “Papa on the way ke rumahmu. Papa datang kamu sudah siap ya? Jadi kita enggak buang waktu. Kasihan Mama Yai dan dede Dhisty kalau pulangnya kelamaan,” Steve langsung merespon permintaan keponakannya.
__ADS_1
“Kita ke butik dulu jemput mama Yai ya, nanti dari butik baru Papa antar kamu pulang,” baru saja mereka selesai belanja di toko buku. Steve dan Dini sudah mengabari Sari, agar Sari tidak gelisah menunggu Steve.
***
Siang ini adalah sidang terakhir bagi Indria sebagai pelaku utama. Kemarin 5 temannya sudah mendapat hukuman 8 bulan penjara. Dan Murni mendapat hukuman 18 bulan karena dia yang pertama menyebar info dari Indria ke group lain sehingga rumors segera merebak. Indria hanya bisa pasrah. Pupus sudah mendapat gelar lulusan cum laude. Dia menyesal mengapa ketika itu bisa usil menyebar berita tentang dosen yang sangat banyak membantu dirinya.
Pak Husni dan istri sejak pagi sudah stan by di gedung pengadilan, mereka menanti pak Hendro dan bu Gita yang menurut rencana akan datang. Kakak sepupunya sudah berada di Jogja sejak semalam. Anto dan Dini sengaja tidak datang. Mereka malas bertemu dengan keluarga pak Hendro, kemarin sore kedua orang itu minta bertemu, tapi Anto menolak.
Akhirnya keputusan yang ditunggu terdengar menggema. Indria yang sudah di DO dari kampus harus menerima 24 bulan kurungan. Prestasi akademiknya gugur semua tanpa sisa karena julid nya. Karena iseng menggelindingkan bola salju yang hanya sekepal tangan, tapi sampai di bawah sudah menjadi sebesar bukit. Tak ada yang bisa diperbaiki.
Selamat tinggal prestasi, selamat tinggal kebebasan!
-------------
Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.
Salam manis dari Jogja
Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.
TELL LAURA I LOVE HER berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.
Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.
Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix 95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan mobil yang diikutinya. Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita.
Saat August sedang melakukan santunan di panti asuhan, August berkenalan dengan Laura yang menjadi tenaga pembimbing di sana. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.
Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?
__ADS_1