
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Anto penasaran mengapa Dini memintanya datang hari ini namun masih di suruh atur waktu berangkat siang aja, ga mesti buru-buru berangkat pagi itu juga. Ada apa ya??? Ikutin keseruannya yok.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
Inget juga pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR dengan cover seperti ini ya
Anto penasaran, ada apa Dini memintanya ke Jogja, padahal mereka sudah berkomitmen Anto ke Jogja akhir Februari. Saat sarapan Anto pamit pada mamanya akan ke Jogja, karena tadi Dini menelponnya. Tadi sesudah Dini menelponnya Anto sempat memasukan baju serta ijasah serta dokumen-dokumen lain ke koper besar, dia juga sudah memasukan gitar ke mobilnya untuk di bawa ke Jogja. Di jogja hanya ada piano milik papi mertuanya, kebetulan dia dan Dini tak bisa main piano
***
“Assalamu’alaykum anak daddy, sudah maem, kenapa ga bobo siang?” tanya Anto saat sampai rumah, dia berhasil membeli tiket yang jam 11, training dia padatkan sehingga jam 9.15 sudah selesai. Lalu di antar pak Zul dia langsung meluncur ke bandara.
“Tunggu mommy,” jawab Amora.
“Kita jemput mommy di sekolah yo? Daddy ganti baju dulu,” katanya memasuki kamar untuk ganti baju kerjanya.
“Mommy…” seru Amora saat melihat Dini keluar dari halaman sekolah hendak mencari pak Narto tukang becak langganannya. Saat sampai di sekolah Anto mendatangi pak Narto dan memintanya pulang saja karena dia sudah menjemput, dengan tak lupa memberi uang pada pak Narto yang sudah setia menunggu istrinya.
“Wah princess mommy njemput ya,” di ciumnya Amora yang datang menjemput, Dini menggandeng Amora menuju mobilnya, dia tak ingin menggendong Amora, karena ada bayi yang harus dia lindungi. Dini mencium punggung dan telapak tangan Anto yang di balas dengan kecup di puncak kepalanya oleh Anto.
“Ada apa mommy butuh daddy?” tanya Anto ketika mereka sudah di mobil.
“Di rumah aja ya ngebahasnya” jawab Dini, dia minta mampir ke empek-empek nyonya Kamto.
***
Sesudah makan dan sholat dzuhur, Dini mengajak Anto ke kamar mereka, dia memberikan amplop tertutup dari tas nya.
“Apa ini Mom?” Anto menerimanya, dan melihat isi amplop tersebut, dia melihat ada 4 alat tes kehamilan di sana, Anto mengambilnya dan memperhatikan satu per satu alat tersebut, dia setengah tak percaya secepat ini di beri rizky tak terhingga. Mulutnya terbuka lebar tanpa suara. Di peluknya Dini sambil di angkat dan berputar. Dia sangat bahagia menerima berita ini.
__ADS_1
“Maz, hentikan, ade pusing dan kamu menekan baby,” kata Dini.
“Sorry,” kata Anto sambil mencium perut rata Dini, “Welcome my baby,” sapanya.
“Mommy ingin melihat rona bahagia di wajahmu saat mendengar berita ini, pasti beda bila hanya di sampaikan by phone,” terang Dini mengapa dia meminta Anto datang ke Jogja.
“Daddy sangat bahagia cinta, sangat sangat bahagia, terimakasih mommy ga nunda kehadirannya,” Anto kembali memeluk Dini dan sekarang dia menciumi pipi, kening, mata dan terakhir ******* lembut bibir istrinya. “Thank you so much my sweet heart, thank you so much” katanya berderai air mata bahagia.
Anto segera mengambil HP nya, di teleponnya mamanya yang tadi ikut khawatir mengapa Dini memintanya datang ke Jogja. “Ma, cucu mama mau nambah,” begitu kata Anto setelah memberi salam pada mamanya.
Dini pun menyampaikan khabar bahagia ini pada mami serta bapak, mbak Kiran, mbak Rina juga mbak Sashi.
Sorenya Dini konsultasi pada dokter kandungan di RS PKU di dampingi Anto. untuk memastikan usia kehamilan serta kesehatan kandungannya.
Pulangnya Dini minta jajan martabak telor kesukaannya, padahal empek-empek tadi belum di makannya, untung tadi beli yang mentah sehingga kapan saja Dini kepengen akan bisa segera di goreng.
“Maz besok pulang subuh?” tanya Dini.
“Maz pulang lusa, besok maz ijin, pengen puas meluk dede baby aja,” jawab Anto.
“Hahahaaaa, mana bisa ga nengokin,” Anto segera meralat jawabannya tadi. “Mommy ngomong gitu aja yunior langsung uget-uget bangun nih.”
“De, kemaren maz sudah bicara ama mama, soal ade minta mama tinggal di Jogja, mama setuju, tapi nunggu sampai Sari mentas, sampai Sari menikah. Sesuai dugaanmu, ternyata mama mau asal ga dengan Shinta. Apalagi sekarang tau kamu sudah hamil, pasti tambah semangat dia datang ke Jogja.
“Alhamdulillah kalau mama mau tinggal bareng kita, karena itu memang kewajiban Maz."
***
Si baby emang cari perhatian ke daddy nya, sebelum Anto datang memang Dini merasa mual kalau pagi, hari ini dia muntah. Di kehamilan kali ini Dini merasakan morning sickness. Serasa sangat lemas, Anto memapah Dini kembali ke tempat tidur, dia segera berlari ke dapur, ada simbok di sana, dia minta di bikinkan teh jahe untuk Dini. Di balurnya perut Dini dengan minyak kayu putih. Bagaimana jika nanti dia jauh di Jakarta? Anto menjadi galau melihat kondisi Dini saat ini.Anto langsung meminta Steve sering melihat keadaan Dini di ceritakannya perihal kehamilan Dini yang rewel.
“Mom, kamu bisa ambil cuti 1 bulan ga? Kamu ikut ke Jakarta sampai maz sertijab ya? Atau kalau ga di kasih, kamu langsung resign aja. Maz ga bisa kerja mikirin kamu disini seperti ini,” keluh Anto
“Ga usah lebay, ini biasa buat ibu hamil, walau ga semua kehamilan seperti ini. Dulu hamil Amora ga gini, ga ada rewel, ga ada ngidam, hanya jadi tukang makan, orang bilang hamil kebo. Siangan dikit juga sudah normal, ini hanya terjadi pagi aja koq,” kata Dini santai.
__ADS_1
Di antar Anto dan Amora, pagi ini Dini tetap mengajar, namun di jam ke 4 dia mulai pusing. Dia langsung telepon ke Anto meminta di jemput, di berikannya tugas untuk kelas yang masih akan di ajarnya hingga jam ke 7 nanti. Namun kondisinya memang sedang tidak baik. Dini pingsan saat Anto baru saja tiba di sekolah. Anto membawa Dini langsung ke RS Panti Rapih .
“Bangun cintaaa, bangun dong,” bisik Anto di telinga Dini, ada air mata di sudut matanya. Dia berharap dia saja yang sakit, jangan Dini..
Anto menghubungi Steve, dia meminta Steve mengambil baju serta semua keperluan Dini dan dirinya yang sudah di persiapkan simbok. Steve tentu saja kaget mendengar Dini sedang di rawat di rumah sakit. Dia juga mengabari Yadi untuk mengatur ulang jadwalnya karena istrinya sedang di rawat.
Sampai jam 5 sore saat Steve datang Dini masih belum sadarkan diri. Steve melihat wajah pucat Anto, di berikannya kopi yang dia bawa, serta kotak makan yang simbok bawakan. Anto baru ingat dia dan Dini belum makan siang.
“Isi perut dulu bro, jangan sampe lo berdua di rawat, bujuk Steve. Anto membenarkan pernyataan Steve, dia tidak boleh ikutan ambrug, dia harus kuat agar bisa menjaga Dini.
Rekan-rekan mengajar Dini tadi sudah datang membesoek, hanya karena Dini belum sadar maka mereka tidak lama, tapi saat itu secara lisan Anto sudah minta ijin pada ibu Kepala Sekolah yang kebetulan datang, Anto ijin akan membawa Dini 1 bulan ke Jakarta, kalau Dini tidak di beri ijin maka Anto akan menyuruhnya resign. Untungnya ibu Kepala Sekolah mengerti kondisi Dini, sebagai seorang perempuan dia tahu kondisi Dini, sehingga memberi ijin, yang penting ada surat keterangan dokter, surat permohonan ijin dari Dini dan selalu memberi tugas untuk kelas yang di ajarnya.
“Maz ...” lirih terdengar suara Dini memanggilnya.
Anto langsung lompat dari kursinya, dia memeluk dan menciumi Dini seakan sudah pisah berhari-hari. Anto juga langsung memencet bel untuk memanggil dokter memberi tahu kalau Dini sudah sadar.
“Apa yang di rasa bu?” tanya dokter jaga yang masih terlihat sangat muda. Perawat mencatat semua instruksi dokter ganteng tersebut. “Saya konsulkan langsung ke dokter kandungan ya bu, beliau baru akan visite besok pagi. Sekarang saya beri suntikan pencegah mual serta penguat kandungan dulu via infus ya.”
-------------------
Yuhuuuuuuuuuuuuuuuu, ga kerasa lho cinta kecilnya maz Anto akan berakhir, tapi biar ga penasaran ikuti ceritanya di bab berikutnya yaa, udah mau tamat koq.
Untuk menggantikan novel ini nantinya, yanktie bakal rilis cerita baru berjudulIMPOSSIBLE LOVE
Ceritanya tetap sederhana, membumi karena bukan tentang CEO tajir melintir bertemu dengan gadis sederhana! Tapi bercerita tentang seorang pemuda cukup mapan yang baru lulus kuliah di London lalu jatuh cinta pada mantan gurunya.
Mantan guru pasti lebih tua kan? Dan hebohnya lagi si mantan guru adalah janda anak 3 lho!
Bisa ga pemuda lajang itu ngedapetin kepercayaan mantan ibu guru yang sudah sangat terluka karena berkali-kali di selingkuhi mantan suaminya dulu?
Cari nanti begitu cerita CINTA KECILNYA MAZ tamat ya,
ini covernya cerita berikutnya
__ADS_1