
Halloooooooooo……..
Anto dan Dini bukan baru kenal sebelum menikah, mereka sangat memahami sifat masing-masing, namun kali ini Dini mulai galau. Gimana kelanjutan kisahnya? Ikutin terus di bab ini ya
Yanktie mohon sehabis baca BAB langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
------------
Dini masuk kamarnya, dia berganti baju tidur dan menyikat giginya. Tanpa menunggu suaminya Dini langsung tidur. Saat Anto masuk dia melihat istrinya sudah terlelap. Biasanya Dini akan menunggunya untuk saling bicara apa saja yang terjadi hari itu. Anto bergegas masuk kamar mandi dan membersihkan diri untuk pergi tidur. Anto ikut membaringkan diri disisi istrinya. Dia peluk pujaan hatinya yang sedang kesal pada dirinya. Dia peluk erat seakan tak akan pernah dia lepas sampai kapan pun.
***
Dini terbangun dengan kepala berat, dirinya masih dalam pelukan Anto dari belakang. Dini dan Anto terbiasa tidur hampir diam. Sehingga posisi saat akan berangkat tidur akan sama dengan posisi saat bangun tidur. Dini bergegas melaksanakan salat Subuh dan segera menyiapkan semua keperluan anak dan suaminya. Hari ini Amora akan ada acara keluar dengan sekolahnya. Dari sekolah sudah di beritahu akan dapat snack dan makan siang sehingga para orang tua tidak perlu repot. Namun Amora tetap harus bawa bekal pribadi. Karena Amora alergi pemanis buatan. Tak bisa sembarangan makan kue atau minuman kemasan. Karena banyak kue dan minuman kemasan yang menggunakan pemanis buatan. Dini menyiapkan roti isi daging dan keju. Dia juga menyiapkan juice jeruk untuk bekal Amora selain aneka jajanan anak-anak.
Dini mengantar Amora pagi saat Anto belum siap. Hari ini Arya biar berangkat dengan Anto, Amora karena harus lebih pagi tiba di sekolah maka dia antar terlebih dahulu.”Salim daddy dulu, ayok kamu sudah kesiangan,” Dini memerintah putrinya untuk bergegas. “Mas Arya berangkat diantar daddy ya sayang,” Dini memberi tangannya untuk Arya salim. Dini pun salim pada suaminya seperti biasa. Anto hanya mengecup kening dan puncak kepala Dini. Tanpa memeluk erat seperti biasa. Dia takut Dini akan menolaknya.
“Ingat ya mbak, Mommy enggak akan bosan mengingatkan, jangan sembarangan makan kue atau minuman kemasan biar kamu tidak sakit tenggorokan karena iritasi,” Dini mengingatkan Amora saat mereka baru saja akan keluar halaman rumahnya. “Air jerukmu serta roti dan cemilan sudah ready di tas. Jadi kue yang dapat dari sekolah boleh kamu berikan pada temanmu yang mau, atau berikan pada orang yang membutuhkan.”
__ADS_1
“Iya, Mbak akan selalu ingat Mom,” jawab Amora. Dia sejak kecil sudah diberi tahu kelemahannya. Sehingga bukan menjadi beban bagi dirinya untuk menghindari makanan yang diberikan oleh orang lain.
***
Kemarin Risye dan Leo sudah mengunjungi beberapa gedung yang disewakan untuk pesta pernikahan. Dan untungnya ada beberapa yang kosong pas saat yang diinginkan oleh Leo dan Risye. Tentu Risye dan Leo tidak langsung membayar tanda jadi. Mereka bilang akan menjawab esok hari, karena akan membandingkan dulu dengan gedung lain. Juga mereka akan mempertimbangkan jarak antara rumah mereka dengan gedung yang akan mereka sewa.
Pagi ini Leo dan Risye bekerja seperti biasa. Risye bertemu dengan agency nya di dekat kantor Leo, namun dia tidak menghubungi calon suaminya itu. Mereka sudah sepakat akan bertemu pukul 4 sore dengan tempat akan ditentukan tergantung posisi mereka saat itu. Maklum Leo dan Risye sama-sama di lapangan jadi tidak tahu mereka sore sedang berada dimana.
***
“Dimana?” tanya Anto saat menghubungi adik iparnya. Masih di rumah. Sari lagi nyiapin bekal Dhisty buat di butik nanti,” jawab Steve. Sari memang menyiapkan semua makanan Dhisty karena dia melihat contoh yang dilakukan mbak Dini. Semua makanan anaknya, betapa pun sibuknya tak akan dibiarkan dibuat oleh asisten rumah tangga.
“Nanti kita bisa bicara di luar show room enggak? Aku enggak mau Sari melaporkan pertemuan kita ke Dini,” Anto meminta Steve bertemu dengannya di luar penglihatan Sari. Hal itu tentu sedikit sulit karena Sari dan Steve bekerja di lokasi yang sama. Tapi demi kakak ipar Steve berupaya menolong kakaknya tersebut.
“Mam, nanti Papie ke kantor mas Anto sebentar, ini barusan mas Anto telepon, minta advise tentang kendaraan kantor,” Steve langsung melaporkan akan ke kantor Anto pada saat dia baru saja menutup telepon dari Anto.
“Ok, sekalian belikan buah di kios yang terlewat ya Pie, stock buah sepertinya sudah sangat sedikit,” jawab Sari tanpa curiga.
***
__ADS_1
Steve melaju ke cafe sebelah kantor Anto. Saat ini belum masuk jam makan siang. Masih jam 11. Sehingga cafe masih kosong. Ternyata Anto sudah stand by lebih dahulu disana dan dari minuman yang tersisa, sepertinya Anto cukup lama disana. Karena vanilla late di cangkirnya sudah dia minum seperempat cangkir. Steve melihat wajah teduh kakaknya terlihat sedikit tegang. Padahal sejak dia mengenal sosok sahabatnya ketika Anto baru kelas satu SMK, Anto adalah sosok yang tenang dan percaya diri. Steve ingat Anto mulai merokok ketika mendengar Dini menikah dengan Harry, saat itu Anto merasa dunianya berhenti berputar. Padahal Anto sekolah di SMK yang berasal dari STM, lingkungan yang identik dengan kaum lelaki. Namun Anto tak tergoyahkan. Sedemikian kuat karakter Anto. Jadi saat Steve melihat kondisinya saat ini dia yakin, Anto sangat tertekan.
“Assalamu’alaykum mas, sudah sejak tadi?” tanya Steve sambil memberi salam pada kakak iparnya.
“Wa’alaykum salam, lumayanlah. Bete di ruangan. Jadi kesini aja dari tadi,” Anto membalas salam adik iparnya. Seorang pramu saji mendatangi meja mereka dan menanyakan apa yang akan dipesan Steve.
“Ada apa mas?” tanya Steve setelah sang pramu saji meninggalkan meja mereka.
“Pernikahanku dan Dini sudah lima tahun lebih sebulan. Selama ini Dini tidak pernah marah dalam masalah apapun. Semua persoalan selalu kami bahas berdua. Kami cari solusi bersama. Namun kemarin pagi Dini marah karena ada seorang perempuan menelponku. Dini yang menjawab. Aku kira sudah selesai, karena sebelum anak tersebut telepon, aku sudah melaporkan pada Dini, ada anak magang yang mengejar diriku di kantor. Dan saat itu respon Dini juga masih positif karena dia tahu lebih dulu dari mulutku. Tapi sejak kemarin pagi anak itu telepon dan dia memaki-maki Dini serta mengatakan dia adalah kekasihku. Itu dunia serasa runtuh karena Dini langsung menutup mulut. Dia bahkan tidak bertanya atau marah. Dia hanya diam. Aku sangat takut dengan sikap diamnya ini. Karena diam nya ini pernah dia lakukan pada Harry. Itu artinya tidak ada maaf. Pada Harry dia langsung mengajukan surat gugatan cerai.” Anto sangat putus asa.
Steve langsung teringat pada diamnya Sari saat Jelita mengganggu rumah tangganya hampir tiga tahun lalu. Tiba-tiba Steve menerima tamu yang ternyata lawyer Sari untuk mengurus perceraian. Diamnya perempuan yang tersakiti memang sepadan dengan diamnya gunung berapi. Tak terlihat pergerakan dipermukaan, tiba-tiba duaaar, meledak dan membuat kehancuran! Tentu saja Steve tak ingin kakaknya mengalami hal tersebut. Dia akan berupaya membantu agar rumah tangga Dini dan Anto adem ayem seperti dulu.
------------------
Terima kasih sudah selesai membaca BAB ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.
Sambil nunggu yanktie update, kita baca cerita menarik milik teman yanktie ini ya, judulnya GADIS OLENG MENCARI CINTA karya CRAZY_GIRLS
Ceritanya seru abis.
__ADS_1
------------------