
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Daddy Anto ngidam? Ikutin keseruan berikutnya ya
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
Inget juga pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.
-----------------------
Hari ini aku minta mas Bowo membelikan salak Pondoh yang masih dompolan, aku tak pengen yang sudah lepas dari tangkainya. Dan untuk makan siang aku minta di belikan nasi padang dengan lauk tunjang dan sambel ijo. Aku yang awalnya tidak suka makanan Padang karena tidak kuat pedas, sekarang tidak akan makan bila lauknya tidak pedas.
Dan sepanjang malam aku selalu ingin tidur dalam dekapan Dini, sedihnya gairahku untuk berhubungan sangat menurun. Aku tidak pernah punya keinginan terlebih dahulu.
Untungnya saat kehamilan ini libido Dini meningkat seperti saat kehamilan Arya. Sehingga kami tak banyak libur dari olah raga ranjang. Dini selalu bisa membangkitkan gairahku, bila sudah di mulai tentu saja tak ada istilah mundur. Peperangan pasti terjadi.
“Mom, besok sarapan jenang gudeg krecek ya,” pintaku pada Dini.
“Cari di mana gudeg kreceknya? Nanti di belikan kamu ga suka,” Dini tahu bila sekarang aku rewel soal makanan.
“Yang ujung jalan wae, yang penting minta banyak rawit e,” kataku, bertolak belakang dengan kesukaanku sebelumnya yang tak suka pedas, selama Dini hamil aku hanya bisa makan bila lauknya super pedas. Makan kalau tidak pedas serasa hambar dan tidak bisa masuk ke mulutku.
“Ya mbesok ta minta simbok belikan,” jawabnya sambil guselkan kepalanya ke dadaku, mencari posisi yang nyaman untuk tidurnya.
End Prasetyanto Pov
Mbok, bapak pengen jenang gudeg karo krecek sing okah lombok e” perintah Dini pada simbok untuk membelikan gudeg dan sayur krecek yang banyak rawitnya dan akan di makan dengan jenang (bubur), padahal sebelumnya Anto tak bisa makan pedas, dan tidak suka jenang yang di padukan dengan gudeg. Dia lebih suka dengan nasi.
Dini mempersiapkan bekal Amora ke sekolah dan menyiapkan sarapan ke dua anaknya. “Mas Arya susu cokelat atau vanilla seperti kemarin?” tanya Dini pada Arya yang baru bangun.
“Vanilla ajah, sama jenang kaya daddy,” sahut Arya.
“Mbak Moya sarapan apa sayang?” sekarang Dini mengabsent Amora..
“Sama ama mommy aja,” jawab Amora yang sudah bersiap dengan seragamnya, hari ini dia mengenakan seragam olahraga, karena hari Jum’at, hari olahraga di kelasnya.
***
__ADS_1
Masa mualnya Anto sudah berkurang, usia kandungan Dini memasuki bulan ke 4, sekarang libido Anto mulai normal, sedang libido Dini tetap tinggi, alhasil tak pernah ada malam libur bagi keduanya. Lebih-lebih di malam libur kerja seperti saat week end seperti hari ini. sehabis salat subuh Dini dan Anto kembali tidur karena habis perang semalaman.
“Daddy, banguuuuun, ayo sepedaan,” teriak Arya sambil mengetuk pintu kamar orang tuanya berkali-kali.
“Maz, itu di panggil Arya, keluar sana,” perintah Dini.
“Cape mom,” Anto malas membuka matanya, apalagi menuruti permintaan Arya.
Dini membuka pintu kamarnya dan meminta Arya masuk, “Mas Arya bangunin daddy sendiri sana,” perintahnya. Dia pun kembali menuju kasurnya.
“Daddy ayo bangun, kita sepedaan,” ajak Arya sambil duduk di atas badan ayahnya.
“Daddy cape sayang, nanti sore aja sepedaannya ya, lemes nih kaki daddy,” bujuk Anto pada jagoannya.
“Sekarang daddy, mas maunya sekarang,” rengek Arya. “Kaki daddy lemes, memang daddy udah lari duluan? Kan biasanya daddy lari pas sudah sampai lapangan?” lugu Arya menanyakan penyebab kaki daddynya lemes.
Dini yang hendak tidur lagi menjadi tertawa mendengar pernyataan jagoannya. “Jawab tuh, udah lari berapa puteran,” bisik Dini di telinga Anto.
Anto langsung memeluk tubuh Dini yang mendekat padanya, “Awas ya, nanti malam maz bakal ajak lari maraton lagi lho,” ancam Anto juga berbisik di telinga istri tercintanya.
“Ayo daddy, keburu panas,” rengek Arya.
“Engga lah dad, mommy pengen merem lagi aja,” Dini menjawab sambil kembali mengatur posisinya untuk tidur kembali.
***
“Assalamu’alaykum mas, mama ada?” tanya Steve saat Anto baru saja masuk ke rumahnya.
“Wa’alaykum salam, ga tau mama ada di mana, mas baru masuk rumah,” jawab Anto.
“Gue telepon ke nomor HP mama dan nomor HP Dini ga ada yang angkat, Sari bilang mama baru siang tadi ke rumah lo karena mau antar buah sirsak mateng yang mama beli pagi tadi di pasar. Mama kan hafal Dini suka banget ama sirsak,” jelas Steve pada kakak iparnya. Mereka sudah mulai membiasakan menyebut mas untuk panggilan namun masih sering ber lo gue di percakapan, yang penting ada kemajuan lah.
Tadi Steve keluar rumah karena ada hal penting berkaitan pajak kendaraan dan dia meninggalkan Sari di rumah dengan mama.
“Mereka ada di taman belakang, ga ada yang pegang HP, sebentar gue samperin mereka ya,” kata Anto saat melihat Dini dan mamanya di gazebo belakang dekat pohon mangga “Assalamu’alaykum Ma, ada telepon dari Steve,” Anto mencium tangan mamanya sambil menyerahkan HP nya pada mamanya..
“Nembe wae metu koq yo wis di goleki” jawab mama sambil menerima HP Anto, dia bilang baru aja keluar rumah koq sudah di cariin.
__ADS_1
“Kenapa Steve?” tanya mama lembut, mama memang perempuan yang lembut pada siapapun terlebih pada anak-anaknya.
“Ma, Sari sudah di rumah sakit, barusan Steve bawa, sudah mulai kontraksi,” jawab Steve
“Lha dhalaaah, mama segera meluncur, nunggu masmu mandi dulu yo, dia baru aja sampai rumah,” jawab mama sambil menutup sambungan telepon.
“Mas, mama di terke nang omah sakit, ademu arep babaran,” pinta mama pada Anto yang hendak mandi, dia meminta Anto mengantarkannya ke rumah sakit karena Sari hendak melahirkan
“Tadi waktu mama tinggal Sari ga bilang apa-apa po ma?” tanya Dini.
“Ora je, mungkin baru aja kerasanya, wong baru bukaan dua kata Steve barusan,” mama menjelaskannya pada Dini. “Kamu di rumah aja yaa, biar ga cape, mungkin lahirnya juga paling cepat tengah malam atau besok subuh. Biar kamu ga cape,” perintah mama pada menantunya yang sedang hamil 5 bulan.
“Njih ma, mama pakai sweater Dini ya biar ga Dingin, atau mau pakai jaket?” Dini menawarkan mama baju penghangat, karena mama tidak pakai itu saat ke rumahnya tadi.
“Mbok toto dahar sik, ben bapak dan uti dahar dulu sebelum ke rumah sakit, karo cepake dahar buat papa Steve,” perintah Dini pada simbok agar mengatur makan malam dulu, serta membawakan bekal untuk makan malam Steve.
Tak lupa Dini membawakan kopi panas bagi Steve. “Ade tunggu beritanya ya Maz” pinta Dini saat Anto mencium keningnya ketika pamit hendak ke rumah sakit mengantar mamanya.
***
Sampai hampir pagi tak ada kemajuan dalam pembukaan jalan lahir yang Sari alami. Dokter memberikan induksi persalinan dengan balon kateter Foley (Foley Bulb Induction)untuk mempercepat proses pembukaan. Foley bulb induction adalah prosedur yang dilakukan untuk memicu proses persalinan (induksi persalinan). Dalam tindakan medis ini, dokter akan memasukkan selang kateter Foley ke dalam leher rahim (serviks).
Tujuan pemasangan kateter Foley adalah merangsang pembukaan, sehingga bayi dapat keluar dari rahim.
--------
Yuhuuuuuuuuuuuuuuuu, ga kerasa lho cinta kecilnya maz Anto akan berakhir, tapi biar ga penasaran ikuti ceritanya di bab berikutnya yaa, udah mau tamat koq.
Untuk menggantikan novel ini nantinya, yanktie SUDAH rilis cerita baru berjudul IMPOSSIBLE LOVE
Ceritanya tetap sederhana, membumi karena bukan tentang CEO tajir melintir bertemu dengan gadis sederhana!
Ceritanya tentang seorang pemuda cukup mapan yang baru lulus kuliah di London lalu jatuh cinta pada mantan gurunya.
Mantan guru pasti lebih tua kan? Dan hebohnya lagi si mantan guru adalah janda anak 3 lho!
Bisa ga pemuda lajang itu ngedapetin kepercayaan mantan ibu guru yang sudah sangat terluka karena berkali-kali di selingkuhi mantan suaminya dulu?
__ADS_1
ini covernya cerita berikutnya