CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
67 QUALITY TIME WITH AYAH


__ADS_3

67 QUALITY TIME WITH AYAH


Setelah mengeringkan tangan Amora yang habis cuci tangan, Dini memberikan gelas juice alpokat pada Amora. “Duduk diam dan minum ini jangan pindah-pindah agar ga tumpah” kata Dini pada anaknya. “Ayah mau juice mangga atau alpokat?” tanya Dini, karena dia memang memesan 3 gelas juice. Dia tau Harry sukanya alpokat, Amora mungkin sangat menyukai juice alpokat karena turunan dari ayahnya


“Lha bunda kenapa pesan juice mangga, apa ga ada sirsak?” tanya Harry, karena dia tau Dini paling suka juice sirsak bukan mangga.


“Sirsak dan jambu pas habis, jadi bunda pesan alpokat 2 dan 1 juice mangga” jelas Dini


“Ayah apa ajalah, gapapa” jawab Harry


“Ga ada juice apa aja, yang ada hanya juice alpokat dan juice mangga, ini ayah mau minum yang mana?” goda Dini


“Ayah ini aja, kita samaan ya sayang” kata Harry pada Amora sambil mengambil juice alpokat dan segera meminumnya


“Cama’an” kata Amora meng iyakan pernyataan ayahnya


Selesai makan siang, Amora kelelahan, Dini membaringkan Amora dilantai gazebo beralas kain serta selimut tebal yang memang dia bawa serta diberi bantal dari mobil. Harry dan Dini bergantian sholat karena salah satu harus menemani Amora


Sehabis sholat Dini menawarkan kopi pada Harry. “Mau pesan kopi?” tanya Dini


“Ga ah, masih sangat kenyang” jawab Harry


“Besok hari Kamis keputusan sidang perceraian kita keluaar Harr. Kamu bisa datang kan?” tanya Dini


“Insya Allah aku datang,” jawab Harry tegar. “Kamu datang?” tanyanya


“Insya Allah” jawab Dini. “Sekalian aku mau kasih tau, hari Sabtu aku pindah ke Jogja” balas Dini


“Maksudmu?” tanya Harry seakan salah dengar


“Aku pindah ngajar di Jogja, aku sudah urus ijinnya sejak masukin gugatan cerai. Aku ingin menepi. Kalau kamu kangen Amora, aku ga larang telpon dia, atau kalau mau ketemu dia, kabari aku aja, nanti aku kasih tau alamatku. Mulai semester depan aku juga ambil kuliah, biar bisa jadi dosen” kata Dini


“Secepat itu kamu menjauh dariku?” tanya Harry


“Aku ingin menata hatiku. Kamu tau, bukan hanya kamu yang hancur karena perceraian kita, akupun hancur karena terimbas dengan status janda yang harus kusandang. Tapi aku ga ingin suatu kesalahan tidak ada sangsinya. Please ngertiin aku” pinta Dini. Matanya mulai berkaca-kaca

__ADS_1


Harry memegang tangan perempuan hitam manis didepannya yang saat ini masih berstatus menjadi istrinya itu. “Maaf” hanya itu yang bisa dia katakan. Diangkatnya dua tangan yang dia genggam itu dan dikecupnya lembut


“Makasih kamu sudah memberiku kesempatan mempunyai keluarga yang bahagia, makasih kamu telah memberi kesempatan aku menjadi seorang ayah. Dan maaf kalau selama kita berumah tangga aku sering menoreh luka di hatimu. Maaf karena aku selalu membuatmu marah” lanjut Harry tulus


“Kita harus bisa mengambil sisi baik dari semua persoalan yang kita lalui kemarin. Aku harap kamu ga kembali terjatuh, ingat kamu punya Amora, ga ada bekas anak. Sampai kapanpun dia anakmu, ga ada yang akan menggantikan seorang ayah bagi Amora” hibur Dini. “Aku akan selalu meminta pendapatmu dalam aspek pendidikan Amora, kita akan memutuskan berdua, semoga kamu dan pasanganmu nanti ga keberatan kalau aku minta pendapat” lanjut Dini


“Aku ga akan pernah menikah lagi. Never” kata Harry pasti


“Jangan takabur! Kita ga tau garis takdir kita nantinya. Aku minta mulai besok kamu mulai menata hidup lagi. Berusahalah punya ketegasan, jangan mau diintervensi siapapun. Dan pintaku 1, jauhi maksiat!” kata Dini


“Insya Allah aku akan berubah dan juga menjauhi maksiat. Aku tau aku banyak salah selama ini. Aku juga akan mulai bangkit untuk Amora” janji Harry


“Kalau kamu hendak berbuat sesuatu, kamu pikir dulu dan ingat ada dampaknya ga buat Amora, kalau kamu bentengi semua perilakumu dengan mengingat Amora, kamu pasti ga akan terjatuh lagi” kata Dini mengingatkan suaminya itu


“Udah sore, kamu mau aku antar kemana?” tanya Dini


“Boleh ke rumahmu ga? Aku ingin minta maaf ke mami papi” jawab Harry


“Bolehlah” jawab Dini sambil berdiri dan mengemasi barang-barangnya, sementara Harry menggendong Amora


***


Jam 8.50 dia berangkat dengan Amora serta pengasuhnya, dia ga ingin Amora ga ada yang mengawasi saat dia masak nanti


Dini datang bersamaan dengan mbak Rina dan 2 putrinya yang akan menginap di rumah eyangnya selama libur semester. “Assalamu’alaykum Putri dan Ajeng” sapa Dini pada anak-anak mbak Rina setelah dia salim dan mencium pipi kakaknya Anto itu


“Wa alaykum salam tante Din,” sahut Putri dan Ajeng hampir berbarengan, Putri sekarang kelas 2 SD sedang Ajeng duduk di TK kelas B


Ga kerasa mereka rampung masak, mbak Rina membuat puding busa dan Sari membuat asinan rambutan.


“Din, nanti makmal disini lho” pinta tante Rahma pada Dini sesudah makan siang


“Kan kita sudah maksi tan, masa sampe makan malam sih?” tanya Dini


“Yang ulang tahun kan belum pulang kantor kalau makan siang” jawab bu Rahma santai

__ADS_1


“Ya ampuuuuuun, aku ga inget hari ini 28 Juni. Waduu ga siap kado” keluh Dini, dia lupa hari ini ultahnya Anto. “Kalau gitu keluar sebentar yok de” ajak Dini ke Sari


“Ayo, siapa takut?” kata Sari yang memang hobby shopping


“Mbak, Amora dibasuh ya, lalu ajak bobo siang” kata Dini pada pengasuh Amora


***


“De, mampir rumah dulu ya, aku ga bawa charger ku” kata Dini saat mereka akan pergi beli kado. Rumah mereka memang hanya beda RT saja, jadi ga makan waktu lama.


Dini bingung mau kasih kado apa untuk Anto, karena ini adalah moment ulang tahun pertama sejak Anto jadi pekerja. Dulu kado Dini selalu yang berguna bagi sekolah Anto. Akhirnya dia memilih membeli dasi yang harganya juga lumayan. Dini ingat, 29 Juni adalah ulang tahun Harry, maka dia pun sekalian beli kado untuk Harry


Sore jam 4 Dini sudah sampai kembali di rumah Sari. Dia mandi dan sholat lalu istirahat sebentar


Anto tiba di rumah pukul 17.40 saat adzan maghrib. Koq ada 2 mobil di halaman. Dia tau itu mobil mbak Rina dan mobil Dini, rupanya mereka janjian pikirnya. “Assalamu’alaykum” sapanya begitu masuk rumah


“Daddy”


“Wa alaykum salam” sahut mbak Rina dan Ajeng yang kebetulan ada di teras bersama Amora


“Koq ga jawab salam daddy?” tanyanya pada gadis kecil yang memeluk kakinya, sambil diusapnya puncak kepala anak itu


“Wa alaytum sayaaaam” jawab Amora


“Daddy mandi dulu ya. Habiskan maem pudingnya sama bude” kata Anto


Anto menjadi imam sholat, dia melihat Dini ga ikut berjamaah, melainkan mengatur meja makan. Rupanya dia sedang libur sholat, pikir Anto. Steve datang terburu-buru dari kantornya, Dini menelponnya saat Dini beristirahat sore tadi.


“Baru dapet mbak? Kayaknya tadi masih sholat Ashar?” tanya Sari


“Iya de, untung di tas sudah sedia pembalut karena sudah jadwalnya” sahut Dini. Mereka berdua sama-sama ga sholat, hanya Sari sudah hari ke 3. “Kamu ga kasih tau Steve ya?” tanya Dini


----------------


Wah sudah sampai chapter 67 aja lho

__ADS_1


Mana like dan vote nya??


Makasih yang sudah setia di cerita ini, ramein ig yanktie ya, @yanktie_ino


__ADS_2