
65 LIKE MOTHER LIKE DAUGHTER
“Belanja bulanan, banyak bumbu kue mama yang habis. Mama sehat, main dong ke rumah” ajak Sari
“Lagi banyak kerjaan de, kan mau ulangan semester, banyak tugas siswa yang harus dikoreksi selain bikin soal. Nanti deh habis semesteran aku main. Kangen kue bikinan mama juga” jawab Dini
“Iya sih, aku aja banyak tugas dari dosen karena mau ujian semester” kata Sari
“Mbak juga pengen kuliah lagi biar bisa jadi dosen, tunggu Amora agak gede deh, biar ga terlalu repot” curhat Dini. “Kangen masa-masa kuliah” katanya lagi
“Wah bagus tuh mbak, mau ambil S2 dimana?” tanya Dini antusias
“Kemungkinan di Jogja. Tapi ya ga taulah. Masih angan-angan aja”
“De, ada mbak Rina di rumah, pulang yok” tiba-tiba Anto menghampiri mereka sambil menggendong Amora, dia bicara pada Sari adiknya
“Moya sama mommy, daddy pulang dulu ya” bujuk Anto pada Amora, sejak dia mendengar daddynya menerima telpon dia langsung minta gendong dan memeluk leher Anto erat-erat
“Amora cantiknya bunda, sini sayang, kapan-kapan daddy kesini lagi, sekarang daddy pulang dulu ya?” bujuk Dini pada putrinya
“Ndak mau” kata Amora makin mengeratkan pelukannya.
Anto duduk disebelah Dini dan bicara pelan ditelinga Amora. “Cantiknya daddy ga boleh gini kan? Anak pintar kan nurut daddy, nurut papa dan nurut mommy. Sekarang daddy pulang dulu, nanti daddy datang lagi main rumah boneka seperti tadi ya?” bujuknya lembut sambil menciumi pipi, kening dan puncak kepala Amora. Anto mulai merubah sebutan bunda menjadi mommy pada Amora
Mendapat perlakuan lembut dari Anto perlahan Amora melepaskan pelukannya dan meminta pindah ke pangkuan bundanya
“Pinternya anak cantik daddy, salim dulu ya sayang” kata Anto sambil berdiri dan mengulurkan tangannya pada Amora
“Pamit dulu ya de” kata Anto pada Dini yang masih duduk memangku Amora. Diusapnya puncak kepala Dini serta diciumnya pula. Sari pura-pura ga lihat
“Tante Yai pamit dulu ya sayangku” pamit Sari pada Amora. “Mbak pamit ya” kata Sari sambil mencium pipi Dini
“Iya de, aku ga keluar ya, ini princess kayak gini” kata Dini ambil tetap duduk. “Salam buat mama dan mbak Rina” pesannya
“Iya nanti aku sampein, jangan lupa habis semesteran kita bikin kue bareng mama ya mbak”
“Otreee siyaaaaap” kata Dini menyetujui ajakan Sari
__ADS_1
***
Dini membawa Amora masuk untuk makan lalu tidur siang. Saat itulah dia melihat 3 kantong belanjaan yang diletakan dimeja ruang keluarga. Dini melihat isi tas tersebut, lalu mengambil telponnya
“Assalamu’alakum maz” sapanya
“Wa alaykum salam, kenapa de? Baru juga pisah sebentar udah kangen” goda Anto
“Iiih ke pede an. Ini ngapain mbeliin keperluan Amora segini banyak?” tanya Dini
“Kalau beliin keperluan mommynya pasti ditolak, jadi ya beliin keperluan anakku aja” jawab Anto santai
“Tau ah” jawab Dini jengkel. Ditutupnya telpon tanpa mengucap salam dan juga kelupaan bilang terimakasih.
***
Minggu pagi, seperti biasa Dini dan maminya jalan pagi bersama Amora, papinya ga gabung dengan mereka karena hari Minggu pagi jadwal papi main tenis dengan teman-temannya. Sebelum Amora dan Dini tinggal dengan mereka, mami Dini sering ikut ke lapangan tenis, namun sejak ada Amora dia lebih suka jalan di lingkungan sekitar dengan cucunya
Jalan pagi tentu saja dilanjut jajan. Saat sedang menanti pesanan bubur ayam Amora berteriak “Daddy..”
Dini melihat arah pandangan Amora, dia melihat Anto sedang berbicara dengan seseorang wanita dan tidak mendengar panggilan Amora. “Daddy..” panggil Amora lagi
“Daddy..hiks hiks hiks” isak Amora
“Ini buburnya sudah datang, kita makan dulu yok” bujuk eyangnya
“Ndak mau, Moya mau maem sama daddy”
“Mami makan dulu aja mi, ga enak kalau sampai dingin” kata Dini, “Biar nanti Amora makan di rumah gapapa” Dini yakin Amora akan ngambeg berkepanjangan bila keinginannya ga keturutan, dia pernah demam karena ingin ketemu daddynya. Tapi dia ga enak menghubungi Anto saat ini, karena dia melihat Anto sedang asyik ngobrol dengan perempuan itu, terlihat mereka tertawa bersama
Sampai dirumah Amora masih aja terisak, dia ga mau makan. Kali ini Dini membiarkan hingga Amora tertidur di karpet depan TV diruang keluarga karena cape nangis. Dalam tidurnya sesekali masih terdengar isakannya. Leo yang kebetulan datang melihat kelakuan keponakannya hanya bisa geleng-geleng kepala ketika mendengar cerita Dini tentang penyebab Amora tidur sambil menangis
“Kalau ke papanya gini juga ga?” tanya Leo
“Engga, kalau ama Steve ga pernah gini, tapi kalau ke Anto ini sudah ke tiga kali” sahut Dini
“Like mother, like daughter” jawab Leo santai
__ADS_1
“Enak aja” sanggah Dini
“Ya iyalah, lo kan ke Anto kayak apa, anak lo ya nurun lah, kan ke Steve lo ga cinta, ya dia juga ga cinta” goda Leo
“Jangan ngawur deh, entar ada yang denger dikira seriusan” jawab Dini
“Serius juga gapapa kan? Ada yang larang? Ada yang ga suka? Kalian sama-sama single, walau lo belum resmi cerai, jadi sah-sah aja kalian balikan” tukas Leo gamblang
“Tau ah” kata Dini sambil masuk ke dapur untuk membuatkan minuman Leo
Leo ke depan, dia menghubungi seseorang sambil membakar rokoknya. Sesudah rokoknya habis baru dia masuk kembali ke dalam ruang keluarga
“Minumnya gue taruh sini ya Yo, gue sambi masak ya” kata Dini sambil meletakan lemon tea dan cake di meja
“Otre, gue diteras aja deh ngerokok” jawab Leo, eh ini punya Amora, sorry gue baru sempet anter” lanjut Leo sambil menyerahkan oleh-oleh untuk keponakannya itu
“Ok, makasih” jawab Dini
Dini sedang asyik masak ketika mendengar Amora menangis karena ketika terbangun tidak ada orang disisinya. “Mbak lanjut ya, tinggal nunggu mateng aja lalu langsung toto dahar aja deh” kata Dini pada ART untuk melanjutkan kerjaannya, dia mencuci tangan hendak menggendong Amora
Loh koq udah diem tu anak, pikir Dini ambil berjalan menuju ruang keluarga ditengah rumahnya. Sesampai disana dia melihat Amora sudah dalam gendongan Anto. “Kapan datang maz?” tanya Dini bingung, karena yang dia tau tadi tamunya hanya Leo
“Sudah dari tadi didepan ngobrol dengan Leo” jawab Anto sambil menciumi Amora. “Kenapa kamu ga panggil aku tadi dilapangan?” tanya Anto “Kan kamu bisa telpon aku, kalau emang liat aku disana” keluhnya lagi
“Amora panggil 3x maz ga dengar, ya sudah. Lagi kan maz lagi asyik ngobrol, ngapain aku ganggu” jawab Dini santai.
“Kamu cemburu? Kamu ga mikir akibatnya Amora sampai sesak gini? Kalau Leo ga kasih tau, kamu juga ga ngabari aku kan?” desak Anto lagi
“Ngapain aku cemburu, emang kita siapa? Aku ga mau Amora bergantung ke kamu!” jawab Dini ketus
“Bu, sampun” ART melaporkan makanan sudah siap terhidang
“Ya mbak, maturnuwun, panggilin om Leo didepan ya” perintah Dini pada ART
“Cantiknya bunda sini, biar daddy makan dulu ya, Amora sama bunda” ajak Dini pada putri kecilnya
“Ndak mau, Moya ama daddy ajah” kata Amora sambil menyembunyikan wajahnya dibahu Anto
__ADS_1
“Iya boleh sama daddy, tapi kan daddy belum makan, nanti daddy lapar, ga kuat gendong Amora. Jadi biar daddy makan dulu, nanti habis daddy makan digendong lagi sama daddy ya?” bujuk Dini lagi