CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
132 WACANA BUKA USAHA


__ADS_3

Halloooooooooo……..


Di sesion dua banyak cerita dari tokoh lain agra cerita enggak ngebosenin ya. Tapi tetap tidak akan ada polemik yang terlalu berat karena yanktie yakin banyak pembaca yang cari hiburan saat membaca novel. Kalau konflik terlalu berat nanti malah jadi beban pikiran bukan menghibur.


Yanktie mohon sehabis baca BAB langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….


Maturnuwun.


-------------


“Dia trauma, dia hampir nikah, sudah bayar gedung dan cattering. Sudah jahit baju pengantin. Tiba-tiba tukang cuci di apartemen calon suaminya mengaku kalau dia sedang hamil anak laki-laki itu. Sulit untuknya memulai bangkit, saat tahu dia kalah dengan seorang yang dalam segala hal jauh dari levelnya. Dan makin tidak percaya saat tahun lalu calon suaminya yang gagal itu kembali merengek minta mereka balikan karena merasa tidak bisa menjalankan rumah tangga dengan istri sirinya. Lelaki itu memang tidak nikah resmi dengan tukang cucinya karena mereka berbeda keyakinan. Dan sehabis anaknya lahir dia menceraikan perempuan itu. Risye tak suka lelaki seperti itu, yang merendahkan kaum perempuan hanya untuk sekedar pemuas nafsu. Begitu menjalankan rumah tangga baru sadar ketimpangan pola pikir membuat rumah tangga tidak bisa berjalan harmonis. Karena dalam rumah tangga diperlukan komunikasi dua arah yang balans. Bukan hanya bicara satu arah. Aku dengan Harry aja timpang, sehingga banyak miss communication, apalagi Gilang yang sarjana hukum dengan gadis tamatan SD. Setiap pulang kerja Gilang butuh teman diskusi, baik soal kerjaan maupun berita politik yang sedang viral. Nah si istri tak bisa mengimbangi.


bercerai Gilang mencari Risye namun tidak pernah bertemu. Mereka bertemu tahun lalu saat ibu Risye sakit, jadi Risye pulang ke Jakarta. Ibunya Gilang yang tahu mantan calon besannya sakit dia datang menjenguk bersama Gilang. Saat itulah mereka bertemu.” Dini bercerita tentang kisah yang dia ketahui dari cerita Risye sendiri.


“Mamanya Gilang memang bercerita, sejak putus dengan Risye, Gilang seperti kehilangan arah, namun Risye bergeming. Dia tak menggubris cerita mantan calon mertuanya. Sehabis ibunya sembuh total, sebulan kemudian Risye kembali pulang ke Jogja dan berpesan jangan pernah ada yang memberitahu di mana dia tinggal juga nomor ponselnya yang baru. Itu sih cerita yang aku tahu dari Risye, dan Risye bersyukur Mamanya tidak mengharuskan dia segera menikah.” lanjut Dini ambil memberikan sepiring rujak dengan bumbu yang tak pedas bagi suaminya.


Dini menduga Leo ingin mengenal Risye lebih dekat, dia tak keberatan, lagi pula mereka seiman. Tak ada halangan bagi keduanya karena mereka sama-sama tak terikat dengan siapapun. ‘Semoga saja mereka berjodoh,’ batin Dini.


Harry langsung pulang dengan penerbangan terakhir malam ini. Dia cukup puas karena Amora sudah mau menjawab bila Harry bertanya, Amora juga sudah mau bermain pasir dengannya. Begitupun mbak Rina, pulang dengan kereta tengah malam. Sedang Leo masih akan lama di Jogja, dia sengaja mengatur jadwal agar bisa sekalian kerja.


Papi, mami dan kedua keluarga kakak Dini masih akan di Jogja hingga hari Selasa. Jadi rumah Bumijo belum kembali sepi seperti biasa. Dini dan Anto tetap bekerja walau ada tamu di rumah mereka. Mami dan kedua kakaknya memang berniat hunting batik di pasar Beringharjo. Sedang Papi dan kedua kakak iparnya akan pergi mancing dengan Steve. Steve yang anak tunggal sangat senang masuk kekeluarga Dini. Bahkan sebelum dia menikah dengan Sari, papinya Dini sudah menganggapnya sebagai anak.


Anak-anak mbak Kiran dan mbak Sashi tentu saja lebih memilih ikut dengan eyang kakung  dari pada ikut rombongan eyang putri.

__ADS_1


Para wanita sampai rumah lebih dulu dari para lelaki. Sehabis membersihkan diri mereka mulai berbagi belanjaan, karena tadi di pasar hanya asal masuk tas saja. Dini yang baru pulang memberi kuliah tertawa akan kehebohan dua kakaknya  yang banyak mborong kemeja untuk anak-anak dan suami mereka. Selain itu para ibu juga membeli beberpa potong bahan kebaya bodir yang akan mereka jahitkan di penjahit langganan.


Agak sorean para lelaki pulang dengan baaju kucel namun terlihat rona bahagia seetelah seharian menghabiskan waktu bersama. Hasil pancingan ada yang kecil, namun banyak yang besar. “Mengapa yang kecil tidak dikembalikan ke kolam?” tanya bu Dyah.


“Engga boleh ama yang mancing,” sahut Steve sambil tersenyum simpul. Semua yang berada disana maklum, entah siapa oknumnya, namun pasti salah satu dari 4 jagoan kecil. Steve menyerahkan ikan hasil pancingan pada simbok untuk dibersihkan lalu di goreng. Sore ini kudapan teman nge teh sore adalah pisang rebus hasil kebun sendiri. Seminggu lalu pisang tanduk yang bibitnya sengaja Dini bawa dari Bogor panen. Suatu kebanggaan tersendiri menghidangkan kudapan hasil kebun.


“Maz mau teh biasa atau teh jahe?” tanya Dini, karena saat masuk kamar tadi Anto mengeluh sedikit kembung.


“Teh jahe gula batu boleh deh mom,” request Anto menjawab pertanyaan istrinya.


“Kamu kembung? Apa jangan-jangan Abbhie mau punya adik?” goda mbak Sashi.


“Enggak Mbak, Dini pakai IUD, dan sekarang dia juga sedang berhalangan,” balas Anto. Mami dan Mbak Kiran tertawa, mereka mengingat saat Anto ngidam ketika Dini hamil Abbhie.


Leo yang baru pulang kerja langsung mandi lalu dia mendengarkan keseruan celoteh para kurcaci yang menceritakan mereka semua berhasil mendapatkan ikan. Tentu Leo tak ingin mengganggu rasa bangga mereka. Dia hanya cukup menimpali dengan kata-kata pujian bagi ke empat keponakan Dini tersebut.


***


Lelah namun bahagia saat semua tamu sudah kembali ke rumah masing-masing. Yang tertinggal hanya Leo, karena dia masih ada urusan kerjaannya.


Dini dan Anto sampai di rumah langsung membasuh dua jagoannya untuk segera tidur. Tadi mereka sudah makan malam diluar karena Dini takut begitu mereka ngantuk mereka akan malas makan. “Mbak Moya jangan lupa basuh badan dan sikat gigi dulu ya,” Dini mengingatkan anak sulungnya.


“Iya mom,” jawab Amora, dia juga sudah sangat mengantuk. Dia segera masuk kamarnya dan menyiapkan buku untuk esok hari sebelum pergi basuh badan sebelum tidur malam ini. Untungnya sejak kecil Dini mengajarkan putrinya tanggung jawab, maka sebelum tidur Amora sadar menyiapkan buku dulu. Saat Dini dan Anto masuk kamar putrinya, mereka tak bisa berkata apapun karena melihat putrinya sudah terlelap kelelahan. Anto dan Dini hanya mengecup kening putrinya dan membisikan kata ‘I love you.’

__ADS_1


Samar Amora masih mendengar bisikan kedua orang tuanya, namun dia sudah tak sanggup membuka mata.


***


Leo dan Anto mengobrol sampai Steve pulang. Trio itu kalau sudah ngumpul memang akan lupa waktu. Kalau Dini tidak mengusir Steve tentu saja mereka akan terus ngobrol tanpa ingat waktu.


“Steve, kamu ditunggu Sari lho,” tegur Dini tadi. Maka Steve segera berkemas untuk pulang.


“Nginep rumah gue yok?” ajak Steve pada Leo. Leo pun tidak menolak. Dia ingin membagi waktu juga dengan Steve. Maka Leo segera merapikan berkas kerja dan hanya membawa 1 stel baju ganti untuk ke kantor besok saja.


Sebelum meluncur pulang Steve meminta istrinya menyiapkan kamar untuk Leo. Sehingga saat Steve tiba kamar sudah siap. Leo senang melihat para sahabatnya sudah berbahagia dengan pasangannya. Tak ada rasa iri. Dia cukup senang melihat keharmonisan keluarga teman-temannya.


Paginya Steve membawa Leo ke butik sekaligus bengkel tempat usahanya. Hari ini Sari istirahat tidak berangkat ke butik, karena terlalu lelah. Dia tidak ingin kehamilannya bermasalah. “Wah kereeen nih usaha yang lo buka. Jadi enak ga tergantung ama orang lain ya, walau sekecil apapun kalau usaha milik sendiri emang lebih enak. Lo akan jadi inspirasi buat gue, gua akan berpikir usaha apa yang akan gue buka setelah modal gue cukup,” Leo takjub melihat usaha show room mobil yang di gabung dengan butik milik Steve.


“Kalau saran gue, lu terjun dibidang yang lu suka, itu akan lebih bagus,” Steve memberi gambaran pada sahabatnya itu.


---------------------


 Terimakasih sudah baca sampai sini, jangan lupa kasih like ya


Sambil nunggu yanktie update, kita baca cerita menarik milik teman yanktie ini ya, judulnya   ANTARA JERITAN DAN HARAPAN  karya Ibn Muchsin


Ceritanya seru abis.

__ADS_1


------------------



__ADS_2