
56 AYAM ITUM DADDY
“Leo tahu karena dia langsung terlibat, sedang Steve tau bukan dari ade, tapi dari sepupunya” jelas Dini. “Kita kan lost kontak maz, lagian kalaupun ade punya nomor maz, ade ga akan hubungi maz, nanti malah ada tuduhan ade yang selingkuh, malah jadi ruwet. Kalau ade ga mikir panjang, gampang koq cari maz, tinggal datang ke rumah mama dan tanya nomor HP maz, pasti dapet kan? Maz sendiri sejak ade nikah ga cari tau nomor ade buat dihubungi kan? Padahal maz tinggal datang kesini buat tanya, kalau maz mau. Tapi itulah kita, ga mau orang berprasangka buruk tentang kita.” jelas Dini mulai berapi-api
“Udaaaaah, ga usah emosi gitu. Kayaknya enak manggil ade juga ya buat yayangku ini” kata Steve
Dini hanya menepuk lengan atas Steve. Lalu dia mulai bercerita sejak Harry mulai tertekan saat dia sedang menyusun skripsi. Kadang Leo melengkapi dengan kejadian di rumahnya
“Intinya Harry salah langkah karena tekanan mamanya dan pola asuh yang diberikan mamanya ya.” kata Steve berasumsi
“Anehnya dari 3 anak mama, kenapa sobat lo ini agak bener Steve?” tanya Dini menjawab asumsi Steve
“Hahhahaaaa, gue anak papa” Leo menjawab pertanyaan Dini
“Ada apa dengan Vionne?” tanya Anto menjawab pertanyaan Dini
“Vionne jadi pacar Ferry, lo tau kan bandarnya Harry, Ferry biasa *** bebas, untung Vionne hak milik Ferry jadi ga ada yang berani ngegilir dia” jawab Leo sedih
“Kenapa ga dimasukin panti rehabilitasi aja sih?” tanya Steve
“Gue ama papa maunya juga gitu, tapi buat nyokap anaknya kan cuma Harry. Nah sehabis Harry masuk kandang baru nyokap agak eling deh tuh, sekarang sih Vionne mulai diajak konsultasi” jelas Leo lagi
Lewat tengah malam baru three musketeers pamit dari rumah Dini
***
Hari Minggu pagi Steve terbangun karena telpon Dini. “Hallo, kenapa sayangku?” sapa Steve dengan suara sengau bangun tidurnya
“Bisa bantu ade ga?” tanya Dini menyebut dirinya ade seperti permintaan Steve 2 hari lalu
“Kalo ga ngerepotin gue mau” balas Steve
“Anakmu minta ketemu daddynya, ade kan ga enak, kamu jalan ama Anto bawa Amora ya? Sebentar aja, biar dia ga ngigau, pernah dia minta ketemu daddynya, ade ga kasih, lalu malamnya demam dan panggil-panggil daddy.” pinta Dini
“Trus mau janjian jam berapa?” tanya Steve
“Ya kamu yang janjian ama Anto, ade ga ikut pergi, Amora kamu bawa aja ama pengasuhnya. Barusan udah minta tolong Leo, tapi dia lagi nemani papa ke Bogor sejak kemaren.” jawab Dini
“Ok, gue janjian ma Anto dulu, nanti gue kabari pas mau OTW kerumah lo” jawab Steve
__ADS_1
“Kamu dan aku sayangkuuuuu” kata Dini mengingatkan Steve untuk merubah panggilannya
“Hahahaaaa, iya sayangku, aku masih belum terbiasa, Ya udah, gue, eh aku tutup ya, mau telpon Anto dulu” balas Steve, kalau mereka bisa melihat, pasti Dini akan melihat wajah Steve yang tersipu
Ga berapa lama Steve menghubungi Dini. “Hallo sayangku, sebentar lagi aku kesitu, Anto udah OTW ke rumah mamanya, jadi nanti aku antar Amora kerumah mama Anto.”
Dini mempersiapkan Amora untuk pergi menemui daddy nya. Dia persiapkan 2 stel baju ganti, susu serta diapers dan tissue basah di tas punggung kecil milik Amora.
“Hallo anak papa, udah siap ya” sapa Steve saat bertemu anaknya, hahahaha, three musketeers sudah berkomitmen menganggap Amora adalah anak mereka.
“Udah iyap” jawab Amora
“Lets go, salim dulu ama bunda” perintah Steve pada Amora
“Ayam ituuum” salim Amora pada Dini sambil mencium tangan Dini. “Wa’alaykum salam. Ga boleh rewel ya sama papa, ga boleh cengeng” jawab Dini sambil menciumi pipi Amora
“Iyaaaah” kata Amora sambil mengangguk dan menggandeng tangan Steve untuk masuk ke mobil
“Hati-hati ya mbak, jangan boleh orang lain gantiin baju apalagi diapers Amora ya.” kata Dini mengingatkan ART nya karena jaman sekarang anak kecilpun bisa jadi pelampiasan pelecehan seksual.
“Injih bu” sahut ART nya sambil mengikuti Amora
“Sudah sampai rumah daddy, jangan lupa salam sama Uti ya” kata Steve mengingatkan Amora ketika dia memarkir mobil di rumah Anto
“Wa alay’kum salam. Siapa namamu nduk?” sapanya ramah dan mencium puncak kepala Amora
“Moya” jawab Amora
“Moya, cantik sekali namamu. Mana mamamu sayang?”
“Nda unya mama” jawab Amora tegas. Membuat mama Anto kebingungan
“Hahaha. Pa khabar tante?” tanya Steve. “Dia ga punya mama, lebih tepatnya belum punya mama. Karena saya belum ada pasangan. Dia punyanya bunda” jelas Steve
“Oh gitu”
“Anto mana tante?”
“Lagi ke toilet” jawab mama Anto
__ADS_1
Amora duduk di pangkuan Steve. “Duduk sendiri sini ya, sebelah papa” bujuk Steve
“Nda au” jawab Amora sambile menggelengkan kepalanya
“Daddy” serunya saat melihat Anto menuju arahnya, dia langsung turun dari pangkuan Steve dan berlari menghampiri Anto
“Jangan lari, nanti sakit lagi kakimu” cegah Anto
“Ndak yayi, alan ajah?” tanya Amora
“Ya jalan aja” jawab Anto sambil menggendong Amora dan mengangkatnya tinggi-tinggi diatas kepalanya
“Sudah salim uti?” tanyanya
“Dah” jawab Amora
“Koq belum salim daddy? Belum kiss and hug daddy?” tanya Anto
Amora tersipu malu, lalu menyodorkan tangannya untuk salim pada daddynya “Ayam itum daddy” Muaah muaaah muaah, dia mencium pipi dan hidung Anto dengan bibir basahnya
“Habiiiis deh muka daddy kalau kamu cium gini, mbak minta tissue basahnya mbak” pinta Anto pada pengasuh Amora, yang langsung mengambilkannya di tas perlengkapan Amora
Mama Anto memandangi kelakuan Anto dan Amora dengan mata berkaca-kaca. Dia sangat sedih mengingat gagalnya cinta Anto dan Dini serta kehancuran rumah tangga Anto, dia belum tau hancurnya rumah tangga Dini. Dia menghapus air mata disudut matanya. Andai Allah berkenan menyatukan Anto dan Dini kembali, dia akan merasa sangat bahagia. Ya Alloh, berikan kebahagiaan bagi Dini dan Anto, persatukanlah mereka kembali, doanya
Sari keluar mengantarkan minum untuk Steve dan pengasuh Amora. “Diminum airnya bang,” kata Sari mempersilahkan tamunya untuk minum
“Ini Sari?” tanya Steve. Udah gede ya kamu” lanjutnya lagi. Saat dia kesini dulu, Anto masih kelas 2 STM, dan Sari masih SMP sedang Steve sudah kuliah. Maka dia ga pernah memperhatikan anak bawang ini.
Sari tidak menjawab, hanya tersenyum manis, dan pamit kebelakang
Duh, manis bangeeeet senyum tu anak kecil. Berarti yang tabrakan di pesta pernikahan Anto adalah Sari pikir Steve lagi. Sejak tabrakan itu Steve selalu terbayang senyum manis wajah gadis ayu itu. Ternyata dia adiknya Anto, mengapa dia ga menyadarinya saat itu? Bodoh kamu Steve, dia kan pakai baju seragam keluarga inti, mengapa dia tanya ke Anto ketika itu?
Hampir jam makan siang, Steve memberitahu akan membawa pulang Amora agar dia makan dirumahnya lalu tidur. Namun Amora menolaknya. Sedang sore Steve harus ke gereja.
“Tinggal aja Amora disini, nanti gue ama Sari yang antar dia pulang.” kata Anto
“Tau gitu kan gue pulang dari pagi aja abis nge drop dia” keluh Steve
“Jadi lo ga rela antar anak lo kesini? Gue laporin ke yayang lo nih” ancam Anto pada Steve
__ADS_1
“Hahahaa, ambeg an lo kayak ceweq” kata Steve. “Ya udah gue cabut dulu, pamitin ke nyokap ya” pinta Steve bersamaan Sari keluar untuk mengajak mereka makan siang
“Mas, disuruh mama ajak bang Steve makan” kata Sari