CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
92 PEREMPUAN YANG DICINTAI 2 LELAKI DENGAN PENUH PUJA


__ADS_3

92 PEREMPUAN YANG DICINTAI 2 LELAKI DENGAN PENUH PUJA


Sore saat akan bikin teh sore Steve telpon : “Aku di Malioboro nih say, kamu mau aku bawain apa?”


“Hari gini sudah ada martabak belum ya Steve?” tanya Dini, dia ragu karena umumnya martabak dijual malam hari. “Beliin lumpia Semarang langganan kita deh say, agak banyakan ya, jangan pelit” pinta Dini


“Ok, see you” kata Steve menutup telponnya


“Hallo sayangku” sapa Steve saat tiba di rumah Dini sambil cipika cipiki pada Dini didepan Harry. “Wah ada tamu jauh nih. Pa khabar bro?” tanya Steve


“Baiklah, kalau sakit gue ga sampai sini” jawab Harry santai


“Lo datang di waktu yang ga pas bro, ini jadwal gue ngapel in Dini” canda Steve


“Hahahha, nanti kalau lakinya datang gimana?” sahut Harry menimpali canda Steve


“Gue hafal jadwal lakinya dateng ngapelin dia, jadi ga bakal bentrok” lanjut Steve


“Mulai gila kan kalian” sahut Dini yang keluar membawa lumpia pesanannya tadi


“Nginap sini ya Steve, besok kan jadwalku belanja” rengek Dini


“Nah gini nih, nyonya ga mampu bayar kuli panggul, tiap bulan nyarter gue buat angkat barang” jelas Steve pada Harry. “Kan ada Harry, sekali-sekali dong aku libur” kata Steve pada Dini


“Biar aku laporin calon binimu nih” ancam Dini


“Beraaaaaaaaaaaaaaat ancemannya lapor bini gue Harr” lanjut Steve


Steve nginep di Bumijo, seperti biasa menemani Dini belanja bulanan, Harry sengaja tidak ikut, dia menemani Amora


“Ini siapa yang nulis?” tanya Harry


“Moya yah, Moya tuis cendiyi, ini daddy tuis” kata Amora memperlihatkan contoh yang diberikan Anto


“Daddy dimana?” tanya Harry

__ADS_1


“Dilumah eyang’ jawab Amora


Harry merasa tenang Amora berada ditangan orang yang sangat mencintainya. Sekarang hidupnya akan  dia focuskan kepada adik dan mamanya dulu. Dia merasa senang dan bersyukur pernah hidup bahagia dengan memiliki Amora dan Dini dalam hidupnya.


Sore Harry diantar ke bandara oleh Steve, sekalian Steve pulang


“Gue kira lo jadian ama Dini,” kata Harry membuka percakapan mereka dimobil saat  menuju bandara


“Dari dulu gue ga pernah mikir mau ribet kalo beda keyakinan, tapi sekarang mungkin gue kepentok” kata Steve


“Hahahhaaaa, lo ngejar siapa?” tanya Harry penasaran


“Adalah, anak kecil, tapi bikin gue panas dingin. Kita masuk SMP dia baru masuk SD, jauh kan jaraknya” cerita Steve


“Siapa?” tanya Harry makin penasaran


“Hahaha, ga usah tau sekaranglah, nanti kalau dia udah yakin nerima gue, baru gue publish, sekarang cuma Dini yang tau. Elo gimana bro? Udah move on?” tanya Steve


“Gue ga akan memulai dengan siapapun, cukup sekali gue kenal cinta, ga akan lagi” kata Harry mantab


“Gue, kalau secara sadar ga akan lagi bisa jatuh cinta, Dini satu-satunya perempuan yang pernah bikin gue jatuh cinta. Dan sampe sekarang dan seterusnya cinta gue cuma buat dia, sekarang cinta gue cukup melihat dia bahagia. Gue akan selalu support dia. Karena gue masih punya cinta, maka ga akan ada yang bisa geser sosok Dini dihati gue” jelas Harry


Steve sangat kagum terhadap Dini, perempuan yang dicintai 2 sosok lelaki dengan penuh puja


***


Hari ini Jum’at seperti biasa Anto sudah bersiap menuju bandara. Diantar Yadi dengan mobilnya, Anto membawa sedikit baju di tas punggungnya. Kali ini kunjungannya agak lama yaitu 4 hari full karena ada long week end. Walau di Jogja sudah ada beberapa bajunya, namun dia merasa harus menambah stock agar ga terlihat pakai bajunya yang itu lagi itu lagi. Selain itu dia juga membawakan Dini kerak telor yaitu makanan khas betawi, kemaren saat telpon, Dini cerita lihat gerobak tukang kerak telor di mall Jogja, tapi saat akan beli penjualnya bilang dagangannya sudah habis. Dini memang ga memintanya untuk membawakan, tapi Anto berusaha membuat perempuan pujaannya bahagia, walau hanya  dengan perhatian kecil saja


Penerbangan kali ini delay, Anto mengabari Dini agar tidak khawatir. Sesampainya di Bumijo Amora sudah tidur. Dini cerita Amora resah karena malam ini tidak menerima telpon dari Anto. Mendengar itu Anto merasa sedikit bersalah, dia menghampiri Amora di kasur, menciuminya dan berbisik ditelinga anaknya itu : “Assalamu’alaykum anak cantik daddy, maaf ya tadi daddy ga telpon, daddy kira bisa datang sebelum kamu bobo. Sekarang bobo nyenyak ya, besok kita main berdua, nanti daddy akan bobo peluk kamu. Sekarang daddy ngobrol dulu dengan mommy ya. Love you cantik”


Dini yang berdiri di pinggir ranjang terharu melihat cinta Anto pada anaknya, dia sedikit berkaca-kaca. Anto yang melihatnya menghapus air mata yang belum sempat bergulir ke pipi Dini. Dipeluknya cinta kecilnya itu, dikecupnya bibir Dini. “Kenapa?” tanyanya


Dini menggeleng-geleng, hanya mengecup pipi Anto dan mengucap lirih : “Makasih atas cintamu”


“Maz yang berterimakasih, karena memiliki cintamu yang besar” kata Anto. “Daddy bawain kerak telor lho, udah dingin sih, bisa dipanasin ga ya?” tanya Anto

__ADS_1


“Serius daddy bawain? Mana? Ayo aku garang ( panggang ) di teflon sebentar biar anget.” Kata Dini bersemangat sambil menggandeng tangan Anto keluar dari kamar. Melihat rona bahagia diwajah Dini membuat Anto sangat bersyukur.


“Maz kenapa nambah bawa baju?” tanya Dini melihat Anto membawa baju di tas punggungnya


“Takut kurang, lagian biar ga kelihatan bajunya itu lagi-itu lagi” jelas Anto


“Besok-besok ga usah bawa ya? Aku tu niat cari kaos couple,” kata Dini


“Ok, besok kita mulai hunting kaos nya ya mom” kata Anto antusias atas ide Dini


***


Long week end membuat hari ini Anto malas kembali ke Jakarta. 4 hari kemarin dia puas bermain dengan Amora dan 5 malam dia memeluk Dini sepanjang malam. Mereka juga beberapa kali pergi belanja dan makan diluar. Anto dan Dini mempunyai beberapa kaos couple dan ada juga yang kembaran ber 3 karena beberapa design ada yang memiliki size anak-anak. Untungnya pagi ini dia mendapat penerbangan yang jam 7, bukan jam 5 seperti biasanya. Jadi dia masih sempat puas-puas mencium Dini sehabis mereka sholat subuh tadi


“Udah maz, nanti kebablasan lho, tanganmu mulai nakal bergerilya” kata Dini meminta Anto menyudahi serangannya


“Cepet halalin ya? Kan kuliahmu tinggal satu setengah semester, gapapa kamu urus pindahnya setelah selesai kuliah, yang penting kita halal dulu. Ok?” bujuk Anto


“Nanti aja ya kita bahasnya, sekarang maz cepet berangkat biar ga telat. I love you so much my man” kata Dini sambil mencium pipi Anto


“Rasanya makin kesini makin berat nahan keinginan” kata Anto


“Kalau gitu kita ga usah ketemuan, biar ga berat nahan kepengennya” goda Dini


“Tu kan, malah gitu omongannya” kata Anto


“Mangkane, wis tho gek mangkato” usir Dini. Mangkanya cepat berangkat begitu yang Dini ucapkan barusan


“Sun sik sekali lagi baru maz berangkat” kata Anto lalu kembali ******* bibir Dini


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini


kapan ya mbak Dini kasih lampu hijau untuk MAZ nya ngehalalin hubungan mereka?


Jangan lupa like dan vote nya ya

__ADS_1


dan mulai intip-intip bang Steve yang panas dingin ngejar cinta Sari di cerita  berjudul  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya


__ADS_2