CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
144 HAMPIR AKU CEMBURU PADA PRIA GEMULAI INI


__ADS_3

Halloooooooooo……..


Ada beberapa orang yang bilang tak perlu diperbesar godaan anak sekolah. Mereka hanya cari senang. Nah banyak para suami yang tergoda dengan anak-anak sekolahan karena menganggap hanya sekedar selingan di kejenuhan rumah tangga dengan istrinya kan? Apa semudah itu dianggap hal kecil? Ya engga bisa gitu dong. Anto dan Dini serta Steve dan Sari sudah pernah mengalami godaan anak sekolah, maka mereka tidak menganggap sepele hal tersebut. Gimana kelanjutan kisahnya? Ikutin terus di bab ini ya


Yanktie mohon sehabis baca BAB langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….


Maturnuwun.


-------------


“Saya ingin pak Samuel Lukas menghubungi saya, Ndari sekretaris pak Anto dan Bank tempat anak-anak didiknya magang.” Ndari meminta di hubungi saat itu juga lalu dia menutup pembicaraan setelah petugas menjanjikan akan menghubungi pak Lukas di kelas yang sedang diajarnya.


Sedang ketua yayasan langsung bisa dihubungi dan berjanji besok akan datang tepat waktu sesuai dengan permintaan pak Prasetyanto.


“Saya minta persoalan ini tidak bocor sebelum ketua yayasan dan guru pembimbing datang besok pagi. Dan saya juga minta besok ketua yayasan masuk ruangan ini bersama kalian berdua sebagai saksi. Pujo lengkapi laporan dan info dari para korban yang di goda Ari.” tegas Anto memerintah kedua sekretarisnya. Dia sangat gemas memikirkan rumah tangganya yang hampir saja oleng karena anak sekolah ini.


“Baik Pak,” sahut Pujo.


“Siap Pak,” jawab Ndari.


Jam pulang kerja, Anto keluar ruangan dengan lega karena persoalannya sudah mendapat titik terang. Dia bergegas menuju ke parkiran khusus. Namun ada ulet bulu yang menunggu di sisi mobilnya. Anto yang sudah melihat akan ada godaan segera memanggil satpam yang berdiri dekat lobby. Dia juga melambai memanggil dua orang resepsionis di meja kerjanya.


“Kalian pegangi anak magang yang menunggu dekat mobil saya, dan kamu bawa mobil saya ke depan lobby tanpa saya harus kesana.” Perintah Anto. Dia tak ingin melihat Ari apalagi bicara dengan anak kecil itu. Anto ingat Sari dan Dini selalu menyebut mereka ulet bulu.


Mereka yang di tugaskan Anto tentu bingung. Namun mereka segera akan melaksanakan tugas itu.


“Kenapa Bapak yang mbawa mobil pak Pras?” tanya Ari saat melihat pak satpam masuk mobil orang yang sedang ditunggu olehnya.

__ADS_1


“Karena pak Pras tidak ingin bertemu kamu,” jawab seorang resepsionis, sambil bersiap memegang dan menghalangi bila Ari tetap ingin masuk mobil itu.  Ari merasa kesal karena di halangi dua orang saat ingin bergerak menuju teras lobby. Dilihatnya Anto masuk mobilnya dan melaju keluar kantor. Padahal tadi dia berniat akan masuk ke mobil Anto saat Anto masuk mobil.


Anto melajukan mobilnya ke arah rumah, saat di jalan dia segera ingat akan istrinya. Dia mampir membeli lumpia semarang kegemaran Dini. Tak lupa dia juga membeli bauh-buahan bagi seisi rumah.


***


Sejak siang Dini menunggu info dari sekolah Amora. Dia harus menjemput putri kecilnya karena jam pulang kegiatan belum pasti,  maka sejak kemarin dia memberitahu pada tukang becak langganan untuk tidak menjemput Amora hari ini. Dini memperhatikan komputer di meja kerjanya. Sambil menunggu waktu dia mengoreksi data dari mahasiswanya yang dikirimkan ke emailnya.


Saat Dini dan Amora sampai di rumah, mereka melihat Anto sedang bermain di halaman belakang dengan Abbhie. Arya sedang sibuk dengan pinsil warna dan kertas gambarnya. Amora sampai sekolah jam 5 sore, sehingga jam 6 sore mereka baru sampai rumah. Dini meminta Amora langsung mandi dan makan malam lebih dulu lalu pergi tidur. Dia tak ingin anaknya kelelahan sehingga besok tidak berangkat ke sekolah.


“Senang tadi kegiatan dengan sekolah?” tanya Anto saat melihat Amora keluar kamarnya sehabis mandi dan salat maghrib.


“Seneng bangeeet Dadd, padahal aku sudah berkali-kali ke taman pintar dan kebun binatang dengan Mommy dan Daddy serta adik-adik. Tapi pas berkumpul dengan teman-teman mendengar penjelasan dari petugas disana, rasanya beda. Kami juga dminta menulis semua yang kami lihat dan kami dengar. Nanti akan kami buat laporan kelompok dan dipresentasikan di depan kelas,” Amora bersemangat menceritakan semua pengalamannya dengan teman dan guru nya seharian ini


“Ya sudah, sekarang semua makan, karena mbak Moya harus langsung tidur biar enggak kecapean dan besok bisa fresh berangkat sekolah,” Dini menyela cerita putrinya.


“Ok Mom,” balas Amora. Dia memang sangat lelah dan sudah mengantuk.


***


“Hi honey, sudah lama nunggu?” tanya Leo sambil mengecup kening Risye yang sedang duduk di cafe tersebut dengan seorang teman lelakinya.


“Kalau kami disini sudah dua jam, kan tadi ngobrol ama team. Kalau nunggu kamu malah belum, baru aja teman-teman keluar ruangan ini. Sisa satu ini yang tersisa,” Risye menunjuk fotografer yang biasa membantunya. “Kenalin, dia calon suamiku,” Risye memperkenalkan temannya pada Leo.


“Leo.”


“Marteen.”

__ADS_1


“Aku rencananya mau minta dia dan teamnya untuk membuat foto prewed kita juga saat pernikahan, bagaimana?” tanya Risye pada Leo.


“Lu mau nikah Mak?” tanya Marteen dengan kemayu. Leo menyadari kondisi itu hanya tersenyum dalam hati. Hampir saja dia cemburu, karena penampilan luar Marteen sangat gagah.


“Kalau soal foto, kamu lebih menguasai dari Aku, jadi aku terserah kamu aja,” sahut Leo sambil melambai memanggil pramu saji.


“Kamu mau konsep apa? Dan kapan kamu punya waktu untuk di sinkronkan dengan jadwalnya Marteen,” Risye bertanya pada Leo.


“Aku pengen gaya western, gaya koboy. Kalau kamu maunya apa?” tanya Leo.


“Keren tuh, gaya koboy perempuannya pakai baju princess seperti di film koboy dulu-dulu bisa enggak? Perempuannya enggak perlu pakai baju koboy juga ‘kan?” Risye membayangkan dirinya berada di film koboy jaman dia kecil dulu.


Akhirnya Leo dan Marteen diskusi property serta lokasi dan waktu. Leo minta secepatnya karena undangan akan dia sebar minggu depan sehari sehabis lamaran. Dia ingin saat lamaran undangan sudah jadi. Sedang lamaran akan di lakukan 5 hari lagi. Tentu saja Marteen kalang kabut menerima tantangan Leo.


“Lusa kita ketemuan jam 6 pagi di rumah Risye dan jangan terlambat. Kita berangkat bareng ke lokasi yang aku akan rancang untuk kalian,” jelas Marteen saat dengan otak panas ngebul dia berhasil menghubungi semua team kerjanya untuk mempersiapkan kebutuhan foto prewedd yang diinginkan pasangan super gila di depannya saat ini. Dia baru kali ini menerima order pemaksaan versi Risye dan Leo. Sedang Risye hanya tertawa senang. Sekarang dia sudah mulai ikutan gila seperti Leo. Hidupnya jadi penuh warna dan kejutan, tidak flat seperti saat dia bersama Gilang.


Sehabis selesai pembicaraan Marten segera melarikan diri dari pasangan antik didepannya. Dia baru tahu kalau Leo dan Risye baru bertemu dua kali, dan saat pertemuan ketiga langsung setuju merancang pernikahan. Marteen ingin mempersiapkan semua property untuk kegiatan lusa.


Leo dan Risye langsung diskusi gedung mana yang akan mereka sewa untuk pernikahannya. Tujuan pertemuan mereka hari ini memang membahas gedung dan cattering. Cukup njelimet mereka membahas gedung. Karena selain kamar ganti pengantin dan kamar istirahat. Risye minta ada satu kamar khusus untuk mama Sandra, juga untuk Vionne. Karena mama Sandra tetap akan datang untuk berfoto bersama pengantin dan keluarga besar. Namun tak akan sepanjang hari di podium pengantin. Tentu butuh ruangan sendiri bagi mama dan yang menemaninya.


-----------------------


Terima kasih sudah selesai membaca BAB ini, semoga tidak mengecewakan. Leo bener-bener crazy ya, enggak sampai seminggu semua persiapan pernikahaanya langsung done. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.


Sambil nunggu yanktie update, kita baca cerita menarik milik teman yanktie ini ya, judulnya  CINTA YANG HILANG  karya MOMY IDA


Ceritanya seru abis.

__ADS_1


------------------



__ADS_2