CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
32 SAMPAH JODOHNYA SAMPAH


__ADS_3

“Mama mau Harry dateng kan? Mama tunggu aja Harry datang bareng Dini sehabis Harry pulang kerja, kalau Dini dijemput duluan,jangan harap Harry akan datang” ancam Harry. Dini mendengarnya dengan mencibir bibirnya, telaaaaaaaaat bung, dari kemaren kemana aja lo? ejek Dini dalam hatinya.


***


Jam 6 sore Dini sudah sampai di Kramat, tentu saja bareng Harry si bintang utama pesta malam ini.


Satu persatu undangan datang, Dini menyambut ramah semuanya, dan didepan tamu Dini menjadi istri yang sangat baik serta sopan dan sayang pada suaminya.


“Kapan nih Amora punya ade?” tanya seorang kerabatnya.


“Nanti ya Yah, kita kan mau puas dulu manja-manjaannya, namanya juga nikah tanpa pacaran” jawab Dini ambil memeluk pinggang Harry. Harry membalasnya tertawa kecil dan mencium puncak kepala Dini didepan kerabatnya.


“Woooi, makin mesra aja sih, ga inget tempat” sela kerabatnya yang lain.


Harry hanya terkekeh dan sengaja seperti mencuri mencium pipi Dini sekilas dan dibalas dengan belaian lembut di pipi Harry oleh Dini. Benar-benar pertunjukan drama yang sangat memukau.


“Benhard Leonard, I miss you very much” tetiba terdengar pekik nyaring dari sosok wanita dengan gaun kekurangan bahan menyeruak kerumunan Harry dan sepupu-sepupunya. Wanita itu langsung memeluk Harry erat, mencium pipi kanan kirinya lalu memberi kecupan kecil dibibir Harry yang masih sedikit agak terkejut.


Begitu sadar Harry langsung memundurkan wajahnya, menarik lengan Dini dan berkata “Sarah, how are you, kenalin ini perempuan tercantik vor beta, she is my lovely wife” jelas Harry dengan bahasa campur aduknya. Dini melihat tangan terulurnya yang tidak diperdulikan oleh Sarah.

__ADS_1


“Harr, selamat ya atas wisuda lo, gue ga bawa kado barang, tapi gue bawa badan gue sebagai kado terindah buat lo, lo paling suka kan ama permainan panas kita” seru Sarah berbareng dengan Harry memperkenalkan Dini. Dini yang mendengar kado special dari Sarah, apalagi mendengar kata-kata lanjutannya hanya diam membisu dengan senyum sinisnya. Sampah ya jodohnya sampah, batinnya. Senyum sinis Dini sempat dilihat oleh Leo.


“Tante Sandra mana, gue kangen banget ama mama lo” lanjut Sarah sambil menarik Harry untuk mencari mamanya. Ternyata mama Harry berdiri ga jauh dari mereka sehingga saat mendengar nama nya disebut dia berbalik badan dan menghampiri Sarah. “Saraaaaah..glad to see you here” sapanya ramah sambil memeluknya erat.


“Beta jua senang paskali kombali ke sini tante” jawab Sarah.


“Baguslah kalau ale ada kombali, Harry pasti suka kalian dekat lagi seperti dolo, dia masih sama buat ale, masih cinta mati” jawab Sandra tanpa memperdulikan para tamu mendengar kata-katanya, apalagi disitu ada menantunya, ada istri anaknya, dia malah mendorong agar Sarah kembali menjalin hubungan dengan Harry.


Peter, papa Harry yang mendengar kata-kata istrinya tentu saja gusar dan segera menarik tangan Sandra. Entah apa yang mereka perdebatkan, namun sesudah kejadian itu hingga pesta berakhir Peter tidak tampak lagi. Leo selalu membayangi kakak iparnya, dia tahu Dini pasti hancur mengetahui mamanya mendukung kelakuan bejad Harry dan Sarah dulu, dan malah berharap mereka kembali berhubungan saat Harry sudah mempunyai anak istri seperti sekarang ini. Leo ga ingin Dini terpuruk dipesta itu. Dia sangat kasihan akan nasib Dini.


Sejak kedatangan Sarah hingga pesta usai, Sarah selalu saja bergelayut manja di lengan Harry, walau sesekali Harry berupaya menepisnya, namun Sarah tetap ga perduli, saat pesta usai Harry mencari Dini dan Amora, namun tidak ditemuinya dimana pun. Harry panik, dia langsung pamit pulang. Ternyata Dini tak ditemuinya dirumah mereka. Harry menghubungi mbak Sashi, mbak Kiran dan rumah mertuanya, namun mereka semua ga ada yang tahu keberadaan Dini. Dan tentu saja mereka menjadi panik mendengar Dini hilang.


“Gimana Harry, udah ketemu belum?” tanya Sandra pada Leo. “Puas ma udah ngerusak Harry? Mama udah buang perempuan terbaik buat Harry malam ini, inget ma, jangan pernah nyesel” jawab Leo sadis. “Satu lagi, inget Yo udah berapa kali ingetin mama arti Dini buat Harry, jadi kalau kali ini Harry bermasalah, mama urus sendiri, karena Yo ga akan ada dipihak Harry dan mama, kalian semua sampah!” lanjut Leo sambil pergi dan membanting pintu rumah mereka.


Sementara Peter hanya diam melihat kekacauan yang terjadi. Dia sudah memprediksi Dini ga akan sabar lagi menghadapi penghinaan istri dan anak sulungnya.


Jam 3 dini hari dering HP Leo mengganggu tidur bujangan ganteng itu. Dia bangkit dari ranjangnya dan menjawab panggilan tanpa melihat siapa yang menghubunginya. “Hmm hallo” sapa Leo karena masih ngantuk, dia baru saja tertidur jam 2 dini hari. “Yo, ni gue Jack” suara disebrang sana.


“Kenapa lo” masih ngantuk Leo belum konsen penuh menjawab telpon itu.

__ADS_1


“Lo bisa ke markas ga? Abang lo diamanin warga nih karena bikin keributan disini” jelas Jack kepada Leo.


“Bentar, jangan lo putus, gue kasih tau nyokap biar urus dia,” sahut Leo sambil keluar kamar menuju kamar mamanya.


“Kenapa Yo?” sahut Peter saat mendengar Leo mengetuk kamarnya. Peter membuka pintu dan keluar kamar.


“Mama mana pa?” sahut Leo sambil masuk ke kamar ortunya. “Ma, nih urus Harry ditangkep warga Sentiong” jelas Leo sambil menyerahkan HPnya ke mamanya.


“Ok Jack, tante akan segera kesana” kata Sandra lirih menutup telpon dan menyerahkan HP tersebut pada Leo.


“Antar mama kesana Yo” pinta Sandra pada Leo sambil bersiap ganti baju. “Sorry ma, Yo capek jadi bemper, sejak saat ini mama urus mama pung anak sandiri jua, jang harap beta mo bantu lai, selama ini beta su tutup samua kesalahan dia tapi mama seng mau buka mata jua. Bet mo tidur lai” sahut Leo beranjak meninggalkan kamar itu menuju kamarnya. Sama dengan Leo, Peterpun kembali membaringkan tubuhnya diranjang tak memperdulikan istrinya.


Semalaman Harry putus asa mencari Dini kemanapun, namun tak ada info yang dia terima. Putus asa, dia mengarahkan mobilnya ketempat dia biasa nongkrong saat belum bertemu Dini. Kalut memikirkan istrinya yang sudah marah sejak hari Sabtu, ditambah tragedi Sarah semalam membuat Harry kembali berpikiran pendek. Harry kembali menyesal karena tidak bisa tegas mengusir Sarah dari sisinya sehingga sama sekalai tidak memperhatikan keberadaaan Dini di pesta semalam. Putus asa, dia kembali mengkonsumsi minuman keras disana, saat itulah ada anak baru di lingkungan itu mengejeknya. “Wah ada orang baru nih, ga kenalan dulu ke gue yang pegang sini” ejek anak tersebut.


Simak terus lanjutan cerita ini di bab selanjutnya ya


Makasih yanktie ucapkan buat yang selalu setia baca kisah ini


Jangan lupa kasih like dan vote serta komen ya

__ADS_1


Salam manis dari Jogja


__ADS_2