
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Anto mulai berlatih menggendong dan merawat bayi, dia sangat bahagia akhirnya bisa merasakan jadi daddy new born, gimana keseruan cerita ini lanjutnya? Baca terus sampai tamat ya …
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
Inget juga pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.
--------------------
Dan Amora pun menurut tanpa membantah. Siangnya sehabis bangun tidur dia bermain air di kebun dan mbak Inah melarangnya. Maka bu Rahmah kaget karena dia lah yang menjadi alasan Amora bermain air. “Tadi eyang bilang kalau pagi ndak boleh main air, aku kan habis bobo siang, jadi sekarang sudah siang. Siang bukan pagi, jadi boleh main air!” Amora muter-muter menerangkan kalau siang boleh main air seperti kata eyangnya tadi pagi.
Flash back off
“Assalamu’alaaykum” sapa Dini saat memasuki rumahnya. Mama langsung mengambil alih baby Arya dari gendongan Dini dan membawanya ke ruang keluarga. Di sana di letakkan baby box untuk Arya tidur siang hari.
“Mommy, mbak Moya mau gendong dede Aya seperti eyang!” protes Amora saat melihat Arya pindah tangan.
“Kenapa ga jawab salam dulu?” tanya Anto pada putrinya. Baru hari ini dia masuk rumah Amora tidak menggubrisnya.
Steve, Dini dan Sari tertawa mendengar teguran Anto yang terdengar bernada cemburu.”Itu yang kami rasakan selama ini dadd, Amora mengacuhkan kami bila kamu datang. Sekarang kamu di acuhkan karena ada baby Arya.”
Anto dan Steve menaruh barang yang mereka bawa dari rumah sakit di belakang untuk di bereskan oleh simbok dan mereka segera cuci tangan.
“Ternyata abang bisa gendong bayi lho Ma, sejak kemarin mas Anto belajar dari abang saat mbak Dini belum bisa turun dari ranjang,” Sari bercerita pada sang mama yang sedang memangku cucu laki-laki pertamanya.
“Daddy bisa gendong aku, kenapa daddy ga bisa gendong dede?” tanya Amora.
“Mbak Moya mau pangku dede?” tanya Dini, dia tak ingin Amora cemburu karena perhatian semua orang tertuju pada Arya.
“Mauuuu … mauuuuuuuuuuuuu,” jawab Amora cepat dengan cerianya.
__ADS_1
“Mbak duduk manis bersandar biar eyang taruh dede di pangkuan mbak sebentar ya? Dede bayi masih lemah jadi tidak semua orang boleh dan bisa gendong. Daddy saja belum pintar gendong dede bayi, tapi daddy jago gendong mbak Amora kan?” Dini memberi penjelasan pada putri sulungnya.
“Mom, jamu selapannya minum dulu biar ada jeda dengan obat dokter,” Anto menyerahkan aneka kapsul jamu sehabis melahirkan yang mami belikan di hari pertama Dini melahirkan. Mami memang tak pernah lepas dari jamu, untuk membuat praktis dia membelikan jamu yang kapsul bagi Dini, bukan jamu seduh karena Dini tak suka jamu seduh.
Dengan patuh Dini meminum kapsul yang sudah di siapkan Anto. “Maz, aku mau ke toilet buat ganti pembalut,” bukan minta di antar, namun Dini mengatakan itu agar Anto menyiapkan semua kebutuhannya. Di rumah dia akan mulai menggunakan aneka jamu di perut dan pelipisnya seperti kebiasaan perempuan Jawa kuno. Semua anak mami memang masih menjalankan perawatan tubuh secara Jawa.
Dini menggunakan stagennya, walau sekarang ada instan, namun saat melahirkan Dini lebih suka pakai stagen kuno untuk membebat perutnya. “Apa ga sesak mom pakai stagen seperti itu?” tanya Anto.
“Aku sudah biasa dadd, aku juga ada yang instan, namun menurutku hasil akhirnya nanti ga sebagus yang tradisional seperti ini. Daddy lihat kan body mami, sampai punya cucu besar-besar badannya selalu bagus. Mbak Kiran sudah punya 3 anak tetap saja badannya sexy. Aku ga mau malas merawat tubuh. Nanti suamiku berpaling dan cari yang masih fit body nya,” jelas Dini.
“Hanya laki-laki bodoh yang mencintai perempuan hanya dari body, karena seiring pertambahan usia body bisa berubah sedang perhatian dan kasih sayang itu abadi. Insya Allah daddy bukan pemuja bentuk tubuh. Dan daddy memang tidak ingin berpaling. Kalau memang niat berpaling, sehabis kamu nikah pertama tentu daddy segera cari ganti. Ga perlu di jodohkan dan dapatnya seperti beli kucing dalam karung,” panjang lebar Anto membalas pernyataan istrinya.
Dini melanjutkan menggunakan pilis di dahinya. “Waduuuuuuu, gimana daddy menciummu kalau wajahmu bau jamu?” goda Anto sambil memeluk tubuh istrinya yang masih gemuk sehabis melahirkan.
“Mommy, di panggil eyang uti. Dede minta mimik!” Amora langsung menyeruak kamar orang tuanya tanpa mengetuk pintu.
“Ada apa di dahi mommy? Apa mommy demam jadi pakai itu?” tanya Amora melihat pilis di dahi Dini.
“Dadd, di luar banyak orang, bawa dede Arya ke kamar aja, aku menyusui di sini,” Dini meminta Anto mengambil Arya.
“Apa dulu mbak juga seperti itu (menyusu dari Dini)?” tanya Amora melihat aktivitas Arya menyedot ASI dari mommy nya.
“Ya sayang, dulu mbak juga seperti ini saat mbak masih bayi. Mommy juga menggendong mbak seperti mommy menggendong dede sekarang,” balas Dini.
“Apa daddy juga gendong mbak ketika mbak bayi?” tanya Amora lagi.
“Tentu, ayah, daddy dan papa serta om Yo semua gendong mbak Moya saat mbak bayi,” jawab Anto karena Dini masih memikirkan jawaban apa yang pas bagi pertanyaan Amora itu.
“Mbak mau bobo di sini sama dede Arya,” Amora tak mau keluar kamar saat waktu tidur siang. Anto membiarkan putrinya tidur disisi Arya, saat Amora sudah terlelap dia segera memindahkan ke kasur yang dia gelar di bawah, tempat dia tidur nanti malam. Anto takut tidur bertiga mengganggu Arya, maka dia sudah menyiapkan kasur untuknya di lantai.
***
__ADS_1
Malamnya kembali Amora tak mau tidur di kamarnya, maka keluarga kecil itu tidur satu kamar seperti siang tadi. Anto dan Amora di kasur bawah, sementara Arya dan Dini di ranjang.
Hari ke lima usia Arya, seisi rumah mulai sibuk membersihkan rumah, lusa atau tepat seminggu usia Arya akan di adakan acara Aqeqah. Kamar-kamar sudah di sapu dan di pel serta di ganti sprey. Sari dan mama mulai menabung lauk lalu di simpan di freezzer sehingga saat kekurangan lauk tinggal mengeluarkan sesuai kebutuhan. Makanan untuk di rumah tentu mama handle sendiri. Hanya masakan aqeqah yang di serahkan pada penjual jasa Aqeqah.
Hari ini hari ke enam dan tenda mulai di pasang. Dini, Anto serta Steve mengundang orang kantor mereka, sementara Sari hanya akan mengirim makanan ke butik mengingat karyawan butik hanya sedikit, bila mereka pergi ke Bumijo maka tak ada yang menjaga butik.
Hari ini rombongan keluarga Dini dan Steve juga hadir. Oma dan opa senang bergabung dengan keluarga Sari. Mereka merasa mendapat anak perempuan. Apalagi opa tahu, Steve di anggap anak oleh papinya Dini.
Sore ini Sari dan Steve belanja baju gamis untuk Dini dan baju kok untuk Anto, mereka request warna biru. Dan meminta kalau bisa ada baju untuk Amora yang sama. Sari dengan antusias hunting baju yang di inginkan Dini. Jangan lupakan jiwa bisnis Sari, dia langsung ingin menambah item isi butik dengan baju gamis couple.
Sari mendapat baju pesanan Dini, dia membeli sesuai request, namun menambahkan untuk mama, mami serta papi dengan warna biru beda gradasi. Untuk dia dan Steve memilih warna hijau tosca.
Dini sangat berterima kasih karena mama, mami dan papi juga pakai baju kembaran yang Sari belikan.
---------------------
Yuhuuuuuuuuuuuuuuuu, ga kerasa lho cinta kecilnya maz Anto akan berakhir, tapi biar ga penasaran ikuti ceritanya di bab berikutnya yaa, udah mau tamat koq.
Untuk menggantikan novel ini nantinya, yanktie SUDAH rilis cerita baru berjudul IMPOSSIBLE LOVE
Ceritanya tetap sederhana, membumi karena bukan tentang CEO tajir melintir bertemu dengan gadis sederhana!
Ceritanya tentang seorang pemuda cukup mapan yang baru lulus kuliah di London lalu jatuh cinta pada mantan gurunya.
Mantan guru pasti lebih tua kan? Dan hebohnya lagi si mantan guru adalah janda anak 3 lho!
Bisa ga pemuda lajang itu ngedapetin kepercayaan mantan ibu guru yang sudah sangat terluka karena berkali-kali di selingkuhi mantan suaminya dulu?
ini covernya cerita berikutnya
__ADS_1