CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
129 PENYESALAN HARRY


__ADS_3

Halloooooooooo……..


di Bab ini kita akan tahu mengapa Harry tidak berani menghubungi Amore. ikuti keseruannya ya


Yanktie mohon sehabis baca BAB langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….


Maturnuwun.


--------------------


“Bawa aja kalau papi mau, nanti aku bikin lagi selusin yang seperti itu,” jawab Dini juga bercanda. Abbhie memang sangat berbeda jauh dengan Arya yang bicara hanya bila ada perlunya. Dan senyum Arya hanya dia berikan pada orang-orang tertentu saja.


“Bikinnya rajin kali, jadinya yang enggak,” Anto malah menimpali kata-kata istrinya, membuat semua tertawa. Untung Amora dan adik-adik sudah tidur sehingga tidak mendengar candaan orang dewasa kali ini.


“Enggak pa-pa kalau daddy mau ngidam lagi,” tantang Dini.


“Wegah, nek mesti ngidam neh,” jawab Anto, tidak mau kalau dia harus merasakan ngidam lagi katanya.


Mami membawakan Dini oncom, jadi sore tadi Dini meminta simbok membuat combro, yaitu panganan tradisional yang terbuat dari parutan singkong, lalu dibentuk bulat panjang dengan isi oncom yang dibumbu pedas, kemudian di goreng. Jadi snack teman ngopi kali ini adalah combro.


***


Sabtu pagi, rumah Dini di Bumijo sudah hiruk pikuk. Mbak Sashi datang bertiga dengan suami dan anaknya. Dia sulit punya anak, dan sampai saat ini tetap belum nambah momongan. Mbak Kiran dengan 4 jagoannya, suami dan tiga putranya,  yang semua tinggi menjulang seperti daddynya. Juga Harry sudah datang, Leo bilang dia datang siang karena pagi nemani papa lebih dahulu.


‘Mereka semua orang baik, bahkan aku yang sudah menyakiti Dini masih diterima dengan sangat baik. Bodohnya diriku membuang Dini saat itu!’ sesal Harry, karena ditengah-tengah keluarga Dini dia tetap dianggap saudara, tetap dianggap anak. Bahkan Anto dan Dini sangat welcome terhadap kehadirannya. Padahal dia sangat minder untuk hadir disini. Itu sebabnya dia malu berinteraksi dengan Amora putri biologisnya.


Seribu penyesalan mendera batin Harry. Andai dulu dia tegas dan bisa memimpin keluarganya. Andai dia tidak tunduk pada semua kemauan mamanya. Harry benar-benar tak bisa berkata-kata.


“Harr, ini kopimu, keburu dingin lho” mbak Kiran mengingatkan Harry. Pagi ini Dini kembali membuat combro untuk yang suka pedas. Dan misro untuk anak-anak. Misro adalah singkong parut yang dibentuk bulat pipih dan berisi irisan gula merah. Bentuknya sengaja dibuat beda mungkin untuk mempermudah mengenali apa isi makanan tersebut.

__ADS_1


“Iya Mbak, ini mau diminum koq,” jawab Harry pelan.


“Bisa bicara ga Harr?” Anto berbisik.


“Ayo,” jawab Harry tanpa ragu.


“Kopi kita bawa aja, kita ngobrol di gazebo belakang.” ajak Anto


***


“Sorry, lu bisa terbuka engga ama gue?” Anto langsung to the poin, karena dia takut anak-anaknya mengganggu pembicaraan mereka.


Dini melihat Harry dan Anto berjalan beriringan ke gazebo. Dia minta seorang ART mengantarkan sepiring gorengan kesana. Dan meminta ART lain untuk mengawasi mas Arya dan Abbhie agar tidak mengganggu para Bapak yang akan bicara itu.


“Maksud lo apa?” tanya Harry ragu.


“Why not,” sahut Harry pasti. Dia tahu percuma memendam semua rasa, mereka memang harus selalu bicara. Masa lalu sudah mereka kubur sejak Harry bercerai dengan Dini. Dan Anto bukan orang ketiga dipernikahan Harry. Anto harus menanti lama agar bisa diterima Dini. Jadi Harry tahu, Anto tidak bersalah sekarang mempunyai posisi sebagai suami Dini dan bapaknya Amora. Justru dia lah yang salah sehingga Dini minta bercerai dan Amora lepas dari pelukannya.


“Maaf, boleh gue tahu gimana perasaan lo ke Amora?” tanya Anto.


“Sebenernya aneh deh pertanyaan lo. Sebagai ayah kandungnya, pastilah gue sayang banget ke dia. Gue care ke dia,” jawab Harry.”Cuma dia yang gue punya.”


“Gue dan Dini tahu, lo sayang ke Amora, lo care ke dia. Tapi sayangnya Amora enggak ngerasain itu. Dia enggak ngerasain sayang yang lo bilang tadi. Dan dia menanyakan kenapa dia bukan anak gue. Bisa lo bayangin gimana perasaan Dini dan gue denger dia komplain begitu?” Anto menjabarkan semua agar Harry tahu.


Harry menatap wajah Anto, dia tidak menyangka Amora merasakan kegalauan seperti itu. “Waktu lo cinta ke Dini, lo ga pernah menyatakan perasaan lo. Lo merasa pacar lo saat itu cukup tau dari tindak tanduk lo. Dan lo marah ke Dini saat dia mutusin hubungan kalian sampai lo nekad bunuh diri. Dan lo juga sengaja ngejebak Dini biar dia tahu gimana sayangnya lo ke dia. Apa lo pikir Dini bakal terpaksa mau ama lo kalau dia saat itu engga hamil? Gue yakin walau sudah enggak perawan, dia enggak bakal mau jadi pendamping lo.” Anto berupaya membuka pikiran Harry.


“Sekarang, lo bilang sayang dan care ke Amora. Gue yakin setiap doa, lo pasti ga lupa doain anak lo itu. Tapi Amora butuh pengakuan. Amora butuh pernyataan. Gue dan Dini sejak dulu enggak pernah ngelarang elo buat ngobrol ama Amora, bahkan kalau lo mau bawa dia nginep, kita akan kasih. Tapi boro-boro nginep. Lo bicara ke dia cuma pas ngucapin ulang tahun doang. Amora sampai ngeluh, telepon dia saat idul fitri aja engga pernah lo angkat,” jelas Anto selanjutnya.


“Gue, sebagai daddynya Amora mohon ke elo. Please jangan buat hati anak gue terluka seperti sekarang. Kalau lo enggak mau anggap Amora, lo bilang ke dia. Sebaliknya kalau lo anggap dia anak lo, sentuh dia dengan kasih sayang. Tanya dia sesering mungkin. Maaf, dulu saat gue belum nikah pun. Sejak gue anggap dia anak gue, gue telepon dia tiap malam. Gue pasang alarm agar dia enggak kehilangan sosok ayah, kenapa elo yang ayah kandungnya malah menjauh?” tanya Anto

__ADS_1


“Jujur, gue emang sulit mengungkapkan semua yang gue rasa. Dan gue engga pernah hubungi Amora karena takut ganggu hubungan kalian,” Harry mengemukakan pendapatnya.


“Lo kan tahu, sejak dulu Amora tahu ayahnya adalah elo. Dan kita enggak pernah tutupi hal itu. Jadi salah besar kalau lo bilang takut ganggu hubungan kami. Sekarang gue tanya deh, apa keluarga Dini ada yang sinis saat lo datang? Apa ada yang nyindir-nyindir seperti yang Dini rasakan di keluarga lo?” cecar Anto.


Harry sadar dia salah bersikap. Dia sedih anaknya terluka seperti yang Anto ceritakan. Dan dia berjanji akan merubah sikapnya menjadi lebih baik agar anaknya bisa merasakan kasih sayang yang dia berikan. “Enggak perlu hadiah setiap hari, hanya say hello dan attensi yang dia perlukan,” jelas Anto


“Wah asyiiik nih ngobrolnya, kita bersiap makan siang yok. Nunggu Steve lagi di perjalanan ya.” Dini menginterupsi obrolan para bapak itu.


“Ini lho mom, seperti yang mommy bilang, Harry memendam sayang ke Amora hanya dalam hatinya. Dia takut mengganggu hubungan Amora dengan daddy katanya,” Anto menjelaskan pokok pembicaraannya tadi.


“Harus diubah tuh Harr, nanti ceweq mu selanjutnya kan kasihan nunggu kepastian darimu,” Dini menasehati mantan suaminya aggar bisa menjadi lebih baik.


“Insya Allah enggak akan ada yang selanjutnya,” jawab Harry lirih namun pasti. Tak ada keraguan dalam kalimat yang dia ucapkan.


“Bu, wonten bu Risye,” simbok mengabarkan kalau Risye teman SMA Dini telah datang.


“Aku ke depan ya, dadd jangan lupa bersiap makan siang,” Dini meninggalkan gazebo karena ada tamu.


***


------------


Namun sambil nunggu yanktie update, kita baca cerita menarik milik teman yanktie ini ya, judulnya TIGER WU karya RIA AISYAH


Ceritanya seru abis.


------------------


__ADS_1


__ADS_2